"Ada banyak hal yang pengen kita bicarain sama kalian, terutama lo, Doy."
Doyoung yang merasa terpanggil menoleh. "Apa? Soal kunci? Noh, tanya aja sama Haruto, gue dapet dari dia."
"Kenapa jadi gue," sahut Haruto.
"Lo yang ngasih ke gue. Jadi lo yang jelasin."
Haruto menggaruk tengkuknya tak gatal, jujur ia bingung harus mengatakan apa. "Gimana ya gue jelasinnya? Menurut gue ini nggak terlalu penting sih, Bang. Jadi lo gak perlu tahu deh."
"Kenapa? Tinggal jawab aja." Kyungjun yang baru datang dengan beberapa makanan di tangannya langsung menyela.
"Tinggal bilang si tua bangka yang ngasih susah banget lo, To." Park Jeongwoo yang berada paling ujung ikut menyahut.
"Siapa yang lo maksud?" tanya Sungjun.
"Young-"
"Gue ngabil diem-diem dari ruang keamanan," ucap Haruto dengan cepat agar Jeongwoo tidak mengungkapkan yang sebenarnya.
"Gede juga nyali lo masuk ruang keamanan."
"Itu doang yang mau kalian omongin?" tanya Doyoung.
Taehun menggeleng. "Gue gak mau nanya, gue mau kalian yang ngaku sendiri." Tangannya merogoh saku di celananya lalu meletakan empat lembar foto di atas meja.
"Ngaku apa?" tanya Jeongwoo.
"Kita udah tahu kalau kalian reinkarnasi juga," ungkap Junhyeok pada akhirnya.
Ketiganya nampak terkejut, hal itu membuat Taehun dan teman-temannya keheranan.
"Re-reinkarnasi?" tanya Doyoung memastikan.
"Kenapa lo kaya kaget gitu?"
Dengan perasaan yang masih terkejut Doyoung mengambil foto yang Taehun letakan di atas meja. Tangannya membulak balikan empat foto itu, seakan tak percaya tapi ini nyata.
"To, Woo." Doyoung mengoper foto itu pada mereka.
"Kok bisa?" pekik Jeongwoo.
"Anjirr, gue niatnya mau bantuin doang bukan ikut terlibat kaya gini," umpat Jeongwoo.
"Kalian belum tahu hal ini?" Ketiganya mengangguk. "Doy, bahkan lo gak sadar?"
"Iya, Hun. Gue sama sekali gak tahu," jawab Doyoung.
"Bang, jujur gue, Kak Doyoung, Jeongwoo sama Jia selama ini ikut nyari tahu tentang kejadian di masa lalu karena pengen bantuin kalian sama Jia ngungap semuanya. Kami sama sekali gak tahu kalau ternyata kami juga bagian dari hal ini," ujar Haruto.
🕸🕸🕸
Taehun menatap langit-langit asramanya. Kejadian di sekolah tadi masih cukup membuatnya terkejut.
"Banyak, tapi kenapa cuma gue sama temen-temen gue yang kena dampak?"
Perlahan mata itu tertutup. Lelah, pikirannya sangat lelah saat ini. Taehun memilih untuk mengistirahatkannya sejenak, itu pun jika bisa.
Lima belas menit berlalu, Taehun benar-benar tertidur sekarang. Terlihat tenang, namun kenyataannya tidak.
"Udah aku bilang berapa kali kalau aku suka kamu, Hun!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Secret (Revisi)
FantasíaTerlahir kembali, apakah hal itu memang ada? END! NO PLAGIAT⚠️ YANG PUNYA NIATAN NGE-PLAGIAT SONO MINGGAT JAUH JAUH.
