"Me-mereka reinkarnasi juga?"
"Siapa?"
Dengan tangan yang masih gemetar, Junhyeok memperlihatkan empat foto yang membuatnya benar-benar terkejut.
Hyunsoo menutup mulutnya tak percaya. "Mereka?! Jun, kita bawa foto itu. Gue udah nemuin foto Taehun sama Sungjun. Sekarang kita ajak yang lainnya pulang."
Junhyeok mengangguk, lantas membereskan foto yang akan ia bawa dan foto yang berserakan.
🕸🕸🕸
"Kalian dapetin apa aja?" tanya Hyunsoo.
Mereka sudah kembali ke asrama dengan aman. Dan sekarang adalah waktunya mereka menunjukan apa saja yang mereka temukan.
"Kita gak dapetin apa-apa," ucap Hwi.
"Di tempat kita sama sekali gak ada yang bisa jadi bahan petunjuk," timpal Sungjun.
Taehun dan Kyungjun menggeleng. "Kita juga gak dapetin apa-apa."
"Eh, tadi kalian berdua kenapa pada teriak?" tanya Hwi teringat kejadian di gudang sore tadi.
"Oh... Itu anu, Kyungjun takut kecoa terus teriak," jawab Taehun.
"Lo juga ikut teriak," ucap Kyungjun tak terima.
"Gue teriak dikit. Lah lo, udah teriak sembunyi di belakang gue lagi, gak laki amat."
"Ujungnya lo yang kabur duluan ya, Hun! Gue-"
"Lo berdua gak malu apa sama kita?" ucap Sungjun yang menyela ucapan Kyungjun.
Seketika keduanya diam.
"Perkara kecoa anjir!" Hyunsoo tertawa. "Hun, teror aja lo hadepin masa kecoa satu bikin lo kabur?" lanjutnya.
"Kecoanya terbang. Udah deh, masalah kecoa urusan nanti. Sekarang lo berdua nemu apa?" tanya Taehun pada Junhyeok dan Hyunsoo.
"Keluarin, Jun."
Sesuai dengan apa yang Hyunsoo katakan, Junhyeok mengeluarkan sepuluh foto yang ia bawa dari gudang. Tak lupa, Junhyeok menaruhnya di tengah satu-persatu.
"Loh, kok? Mereka?" Hwi yang melihat foto-foto itu rerkejut.
Bukan saja Hwi, Taehun, Sungjun dan Kyungjun juga benar-benar terkejut setelah melihatnya.
"Jadi bener apa yang Doyoung bilang, kalau Jia itu sama kaya kita?"
"Jia udah gak aneh, kita tahu itu sebelumnya. Tapi liat ini, Haruto, Jeongwoo, bahkan Doyoung sendiri!" Taehun mengatakan hal itu dengan persaan yang masih terkejut.
"Ini, wajah kita pas tahun 90-an? Kenapa sama persis?" tanya Sungjun.
"Mana ada yang tahu, Jun," balas Junhyeok.
"Gue yakin, mereka juga sebenernya udah sadar kalau mereka juga reinkarnasi. Tapi kenapa gue ngerasa kalau yang sibuk nyelesain ini semua cuma kita doang," ungkap Hyunsoo.
Mendengar apa yang Hyunsoo katakan sontak membuat Hwi menggeleng. "Kayanya nggak gitu deh, Bang. Gue juga yakin mereka udah tahu kalau mereka itu reinkarnasi, tapi mereka juga gak diem aja nungguin kita selesain semuanya. Buktinya, kunci ini dari Kak Doyoung, buku Bang Tae di masa lalu gue dapetin dari Haruto dan Jia yang udah suka rela bantu kita."
"Jeongwoo?"
"Gue rasa dia belum tahu," ucap Kyungjun.
"Lo kenal Jeongwoo?" tanya Taehun.
"Ya nggak juga, cuma sekedar tahu. Dia kan anak kelas mereka juga."
"Bang, Kak, gimana kalau kita ajak mereka kumpul aja besok. Siapa tahu mereka punya petunjuk lain," ucap Sungjun memberi saran.
Taehun mengangguk. "Seharusnya emang begitu. Tapi kumpul di mana? Di asrama emang terjamin, tapi Jia gak akan bisa masuk asrama putra."
"Kantin aja kaya kemarin, orang lain gak sepenasaran itu kan sampe dengerin percakapan kita?"
"Bukan masalah penasarannya, Co. Tapi yang kita khawatirin itu keselamatan kita. Bisa aja kita rencanain sesuatu terus ada mata-mata dari orang yang mau nyelakain kita, itu bisa mempermudah mereka," kata Kyungjun.
"Kita liat situasinya aja besok," final Taehun.
🕸🕸🕸
Keesokan harinya mereka benar-benar berkumpul, tak lupa mengajak empat orang yang berada di foto itu.
"Lo yakin kantin aman?" tanya Kyungjun.
Taehun mengangguk. "Tenang aja, semuanya udah gue atur."
Kyungjun percaya terhadap Taehun, laki-laki itu selalu mempersiapkan semuanya dengan matang. Tapi entah kenapa hatinya terasa gundah, seakan ada hal buruk yang menimpa mereka.
"Yang lain mana?" Hyunsoo yang baru datang dari toilet langsung bergabung.
"Kayanya masih di jalan, kalian pesen makan aja dulu biar orang yang mata-matain kita gak curiga," ucap Taehun.
Kyungjun mengerutkan dahinya tak percaya. "Maksud lo apa?"
Taehun tidak menanggapi ucapan Kyungjun secara nyata melainkan membalasnya melalu benda pipih yang kini berada di genggaman tangannya.
Taehun
| cctv
| 2 orang siswa
Setelah mendapatkan jawaban tertulis dari Taehun, Kyungjun segera bangkit dan memesan makanan seperti biasanya.
Sedangkan Hyunsoo, ia malah terlihat tidak peduli dengan apa yang Taehun dan Kyungjun bicarakan. Ponsel dengan berbagai macam artikel dan berita menjadi fokusnya saat ini.
"Soo, kita pindah meja." Taehun menginstruksi.
Hyunsoo yang masih terfokus pada ponsel tetap mendengarkan dan menurut.
Hwi dan yang lainnya sudah datang dari awal, mereka berada di meja pojok dengan buku berserakan di atas meja. Ke sana lah Taehun dan Hyunsoo pindah. Sebelumnya Taehun juga mengirim pesan agar Kyungjun langsung bergabung ke sana.
Meja di bagian pojok cukup sepi dan tidak begitu terlihat oleh cctv. Meja itu biasanya di pakai oleh anak-anak ambis yang makan sambil belajar atau sekedar membaca buku. Dan mereka datang membawa buku sebagai alibi agar bisa menempati tempat itu.
"Ide lo cemerlang juga, Hwi," ucap Doyoung.
"Ini bukan ide gue doang, tapi Bang Tae juga," balas Hwi.
"Walaupun kerasa aman, kita harus tetep hati-hati. Btw Jia mana?" Taehun baru menyadari jika Jia tidak ada di sana.
"Kita gak tahu. Jia gak masuk bahkan gak ada keterangan, ponselnya udah berkali-kali gue hubungin tapi gak aktif," ujar Haruto.
Taehun mengangguk mengerti. "Yaudah deh."
"Sebenernya ini ada apa sih, Hun? Sampe kita dikumpulin diem-diem kaya gini," tanya Doyoung.
"Ada banyak hal yang pengen kita bicarain sama kalian, terutama lo, Doy."
Baru sempet up hehe...
Stan The New Six!
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Secret (Revisi)
FantasyTerlahir kembali, apakah hal itu memang ada? END! NO PLAGIAT⚠️ YANG PUNYA NIATAN NGE-PLAGIAT SONO MINGGAT JAUH JAUH.
