EMPAT PULUH ENAM

41 7 14
                                        

"Penyelidikan kasus Hwi masih dilanjut kan, Hun?"

Taehun yang tengah asik memandangi hujan dari balik jendela itu sedikit terperanjat saat Kyungjun tiba-tiba duduk di sampingnya dan bertanya.

"Masih, orang tua Hwi gak terima. Mereka yang urus kasus ini, gue juga udah nyerahin kertas yang waktu itu sama polisi. Kak Minsoo sama Kak Hyuna juga ikut bantu, makanya setelah waktu itu mereka gak ketemu kita lagi," jawab Taehun.

Kyungjun mengangguk mengerti, tapi menurutnya ada yang janggal. "Hun, gue agak curiga sama kak Hyuna dan kak Minsoo."

"Lah, kenapa?"

"Gak tahu, kaya aneh aja gitu, gak kaya kak Jina."

"Sibuknya maksud lo? Kan mereka juga kerja, Jun. Kak Jina juga kerja tapi kan beda, kak Jina perawat di rumah sakit tempat Hwi di rawat. Kalau sering ketemu ya wajar lah."

"Tapi kan, Hun-"

"Udah deh, Jun. Gak baik berburuk sangka sama orang lain. Btw Hyunsoo mana?"

Kyungjun yang kesal hanya menjawab dengan ibu jarinya yang menunjuk pojokan kelas.

Taehun melihat arah ibu jari Kyungjun, di sana ada Hyunsoo dan Doyoung yang tampaknya sedang berbincang.

"Masih ada dua jam lagi sebelum pulang, gue mau tidur dulu. Nanti kalau ada guru atau udah pulang bangunin gue ya," pinta Taehun yang menelusupkan wajahnya di tangan yang ia tumpuk di atas meja.

Kyungjun, laki-laki itu hanya membalasnya dengan deheman. Ia juga sebenarnya mengantuk, cuaca yang dingin karena hujan sangat mendukung untuk tidur di dalam kelas, ditambah guru yang mengajar tidak akan masuk.

Akhirnya Kyungjun ikut tidur sambil terduduk di samping Taehun.

🕸🕸🕸

Hwi menatap ponselnya gusar. Sejak pagi perasaannya tidak tenang. Ia takut terjadi sesuatu pada teman-temannya, ingin menghubungi tapi sekarang jam pelajaran masih berlangsung.

Melihat gerak-gerik sang anak yang aneh membuatnya berinisiatif mendekat. "Kenapa? Ada yang buat gak nyaman?"

Sontak Hwi menggeleng. Ia masih belum mau seterbuka itu dengan ibunya sendiri. "Hwi mau sendiri dulu, Mama bisa keluar."

Eun Soora, wanita itu tersenyum tipis,  ia mengerti perasaan Hwi. Maka dari itu ia menuruti permintaan anaknya. Diperhatikan adalah hal baru bagi seorang Eun Hwi.

Hwi berdecak kesal, ia sama sekali tidak bisa mengontrol perasaannya saat ini.

"Bodo amat, yang penting perasaan gue tenang." Hwi pasrah, ia memilih untuk egois dengan menghubungi Sungjun.

Sudah dua panggilan tak terjawab dan Hwi yakin jika teman sekelasnya masih berada di jam pelajaran. Hwi menyerah, sekarang ia menghubungi Kyungjun. Panggilan pertama tak terjawab, tapi panggilan kedua laki-laki bermarga Woo itu menjawabnya.

"Kenapa, Hwi?"

"Di sekolah baik-baik aja kan?" tanya Hwi.

"Gue nanya lo malah balik nanya. Di sini baik-baik aja, Taehun juga ada di sebelah gue, lagi tidur dia."

"Lah, ini masih jam pelajaran loh, Kak."

"Jamkos. Lo tenang aja, di sini gak ada yang aneh. Lo istirahat yang bener, gue tutup."

Tut.

Tidak ada yang salah, tapi perasaan Hwi benar-benar tidak tenang.

"Ini mau ada apa sih, anjirr! Kesel gue lama-lama."

Hwi meletakan kembali ponselnya di nakas, ia mencoba memejamkan matanya berharap setelah bangun nanti perasaannya sedikit lebih baik.

Setelah lima belas menit akhirnya Hwi benar-benar tertidur. Soora yang telah kembali dari luar tersenyum tulus melihat wajah anaknya yang nampak lebih tenang.

Perlahan ia mendekat dan duduk di samping brankar, tangannya mengusap pelan rambut hitam milik anaknya itu.

"Mama gak akan maafin orang yang bikin kamu kaya gini, Hwi."

Dua jam sudah berlalu, di tengah asiknya memandangi wajah putranya tiba-tiba badan Hwi bergetar, pelipisnya kini dipenuhi keringat, hal itu membuat Soora panik setengah mati.

"Hwi, bangun sayang."

Mendengar suara sang ibu membuat Hwi seketika bangun dengan nafas tersenggal.

"Ma, hubungin bang Taehun," ucap Hwi.

Melihat raut wajah cemas dari anaknya, Soora segera meraih ponsel miliknya, ia menuruti apa yang Hwi mau.

Hanya berselang beberapa detik panggilan terjawab dan Soora segera menyerahkannya pada Hwi.

"Bang-"

"Hwi, Hyunsoo hilang. Sekarang kita lagi cari dia."

Deg!

Hati Hwi mencelos mendengarnya. Ternyata ini adalah jawaban dari perasaannya yang gusar sejak pagi.

"Kok bisa?" tanya Hwi.

"Gue sama Kyungjun tadi tidur pas jamkos dan kita dibangunin pas bel pulang bunyi. Di situ kita baru sadar kalau Hyunsoo gak ada di kelas, ponselnya juga gak bisa dihubungin, gue udah tanyain anak-anak di kelas tapi mereka juga gak tahu Hyunsoo ke mana," jelas Taehun. "Gue tutup ya? Lo jangan terlalu kepikiran, gue yakin Hyunsoo bakal baik-baik aja."

"Iya, Bang. Gue bantu do'a dari sini," ucap Hwi sebelum menutup panggilannya.

Karena volume yang keras Soora jadi mengetahui semuanya. "Jangan terlalu khawatir. Hyunsoo udah dewasa, gak mungkin dia ilang gitu aja."

"Mama tahu apa? Mama gak tahu apa-apa! Mama gak tahu masalah apa yang lagi nimpa aku sama temen-temen aku, Ma!"

Ucapan Soora membuat Hwi melampiaskan amarahnya.

"Aku mau keluar dari rumah sakit hari ini juga," ucap Hwi.

Soora tentu menggeleng. "Nggak! Kondisi kamu masih belum sepenuhnya pulih, Mama gak ngizinin. Jangan cuma gara-gara temen kamu, kamu jadi ngebahayain diri sendiri."

"Apa kata Mama? Cuma? Selama ini yang selalu ada buat aku cuma mereka! Mereka selalu jaga aku, mereka peduli sama aku, dan sekarang saatnya aku bales semuanya."

"Mama gak tahu kalau bang Hyunsoo dalam bahaya, mereka ngincer bang Hyunsoo sebagai pembuka, Ma."









Kira-kira Unco kita ke mana ya?
Stan The New Six!

Big Secret (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang