"Kalian kenapa?" Dua kata itu keluar dari mulut Kyungjun yang baru saja memasuki asrama.
Kyungjun bertanya seperti itu bukan tanpa alasan. Hyunsoo yang terus menatap Junhyeok dan Junhyeok yang terus saja menunduk, seakan menghindar dari tatapan Hyunsoo.
"Gue juga gak tahu," jawab Hyunsoo.
Laki-laki bermarga Woo itu mengerutkan dahinya, tanda tidak mengerti. "Kan lo yang ngerasain dan ngalamin, masa gak tahu."
Hyunsoo menghela nafasnya. "Junhyeok tiba-tiba kaya orang kaget terus gak bertenaga setelah gue bukain pintu."
"Lah, sejak kapan lo di dalem kamar? Bukannya tadi nyusul Junhyeok ya?"
Kini Hyusoo yang menyerit bingung. "Lah, sejak kapan gue nyusul Junhyeok? Gue kan emang udah balik duluan."
"Tapi tadi-"
"Kok balik lagi, Co?" tanya Kyungjun.
"Gak jadi gue, tadi cuma ke toilet bentar doang," jawab Hyunsoo.
"Lo balik lagi terus bilang gak jadi," lanjut Kyungjun.
Hyunsoo menjadi diam setelah mendengar ucapan dari Kyungjun. Dia benar-benar tidak merasa melakukan hal yang Kyungjun ceritakan.
"JUNHYEOK, LO MAU KE MANA?"
Di tengah diamnya Hyunsoo, Junhyeok berlari menerobos Kyungjun yang maaih berada di dekat pintu.
"Ikutin gak, Soo?"
Hyunsoo menggeleng. "Junhyeok masih syok, kasih dia waktu sebentar harusnya gak jadi masalah."
Kyungjun menghela nafasnya, kemudian berjalan dan duduk di samping Hyunsoo. "Gue bingung, Soo. Baru sehari gak ada Taehun di asrama rasanya gue udah hilang arah."
"Sama, gue juga."
"Gue kira, tanpa dia hidup gue bakal berjalan lancar aja kaya biasanya, ternyata nggak," ujar Kyungjun.
"Siang ini lo mau ke rumah sakit gak? Kalau mau bareng aja, sekalian gue mau nanyain kapan dia balik," tanya Hyunsoo.
"Iya bareng aja." Kyungjun diam sebentar. "Soo, perasaan gue rada gak enak. Gue susulin Junhyeok, ya?"
"Ayo, gue ikut."
Keduanya segera bergegas menuju kamar ketiga temannya yang lain salah satunya Junhyeok.
Letaknya tak jauh sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai.
Tok tok tok tok.
Tangan Hyunsoo mengetuk pintu kamar itu. Hanya butuh empat ketukan untuk membuat si penghuni membukakan pintu.
"Kenapa, Bang? Tumben lo ke sini, lo juga, Kak?" tanya Hwi yang membuka pintu.
"Minimal kasih kita masuk dulu lah, Hwi," kata Hyunsoo.
Hwi senyum terpaksa sebelum akhirnya menyingkur dari pintu. "Untuk tuan Woo dan tuan Jang dipersilahkan untuk masuk," ucapnya.
Meskipun dengan sedikit gelengan keduanya tetap masuk. Pandangan mereka beredar mencari sosok Junhyeok yang seharusnya ada di kamar itu.
"Hwi, Junhyeok sama Sungjun kemana?" tanta Kyungjun.
"Gue hadir bang!" ucap Sungjun dari kamar mandi.
"Bukannya Junhyeok di kamar kalian ya? Soalnya sehabis sarapan gue belum ada lagi liat Junhyeok," kata Hwi.
"Tadi sih, iya. Tapi dia lari keluar dan gak bilang mau kemana," jelas Kyungjun.
"Ngapain dia lari?"
"Dia liat gue ada dua," ujar Hyunsoo.
"Kata bang Tae, Junhyeok ada sama dia," ucap Sungjun yang entah sejak kapan keluar dari kamar mandi.
"Tae ngabarin lo?"
Sungjun mengangguk. "Ponsel lo berdua gak aktif katanya, makanya ngabarin ke gue."
Hyunsoo dan Kyungjun mengangguk tanda mengerti. "Susul gak nih?" tanya Hyunsoo.
"Kenapa nggak? Ayo lah!"
🕸🕸🕸
"Bang, kapan pulang?"
Pertanyaan itu terucap setelah bermenit-menit Junhyeok diam.
"Di asrama lagi gak baik-baik aja, ya?" Bukannya menjawab Taehun malah balik bertanya.
Junhyeok menggeleng. "Nggak kok, cuma ... mungkin gue kaget aja liat bang Unco ada dua."
Taehun menghela nafasnya kasar. "Itu namanya udah gak baik-baik aja, Jun." Taehun menepuk pundak Junhyeok. "Kemungkinan gue pulangnya besok, kalau lo masih ragu balik ke asrama lo boleh nginep di sini."
"Beneran?"
"Iya, bener." Rasanya Taehun ingin menangis melihat mata Junhyeok yang berbinar. Ketenangan, mungkin teman-temannya sudah mulai kurang merasakan ketenangan di asrama.
Dan Taehun anggap itu karena ulahnya di masa lalu.
"Walaupun kalian gak mau nganggap ini salah gue, tapi gue tetep bakal nganggap ini kesalahan gue," ucap Taehun dalam hati.
"Jangan banyak ngelamun, Bang. Cepet tua tau rasa lo."
"Dari mana sejarahnya, ngelamun bisa bikin cepet tua?"
"Dari gue." Junhyeok menjawab dengan cengiran khasnya.
"Iya deh, terserah lo. Yang penting anak gue seneng."
"Kaya bapak gue aja lo, Bang. Eh - tampilan lo di asrama emang udah kaya bapak anak lima sih, Bang." Setelah mengatakan itu Junhyeok segera menjauh dari Taehun.
"Tua dong gue?"
"Akhirnya lo sadar, Bang. Wah ... kayanya gue harus buat syukuran deh."
"Sialan lo ngatain gue tua!"
"Tapi lo sendiri yang nyadar."
"Iya juga sih. Tapi Kyungjun lebih tua."
"Apa sih anjir? Gue baru dateng udah dikatain aja!" gerutu Kyungjun yang tiba-tiba berada di ruangan yang sama tanpa mereka berdua sadari.
"Tapi lo emang lebih tua, Kak," sahut Sungjun dari belakang.
"Gue masih anak SMA!"
"Santai Jun, gak usah ngegas," ucap Hyunsoo sambil duduk di sebelah Junhyeok.
Junhyeok yang semula ceria kini kembali diam.
"Lo sebelumnya pernah liat Taehun yang lain tapi reaksi lo gak kaya gini, Jun. Tapi kenapa pas gue lo kaya gini? Gue tahu lo ke asrama bareng diri gue yang lain kan?" tanya Hyunsoo. Ia sangat menyadari perubahan Junhyeok.
Mendengar itu, Taehun, Kyungjun dan Sungjun mengalihkan atensinya pada mereka berdua.
Junhyeok diam sesaat sebelum akhirnya mengangguk. "Gue-"
"Sorry guys gue telat," ucap Hwi sambil membuka pintu.
Menyadari suasana yang tidak biasa Hwi bertanya, "Kenapa?"
Annyeong! Tetep aja ya lama?
The New Six banyak update nih, kira-kira bakal ada apa ya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Secret (Revisi)
FantasyTerlahir kembali, apakah hal itu memang ada? END! NO PLAGIAT⚠️ YANG PUNYA NIATAN NGE-PLAGIAT SONO MINGGAT JAUH JAUH.
