LIMA PULUH SATU

69 8 14
                                        

Taehun, Kyungjun, Hyunsoo, Junhyeok dan Sungjun kembali ke asrama dengan kabar baik. Teman mereka, Hwi sudah keluar dari rumah sakit, hanya saja Hwi tidak langsung pulang ke asrama melainkan pulang ke rumahnya terlebih dulu.

Sekarang kelimanya tengah berkumpul. Tiga dari lima di antara mereka hendak pulang selama sekolah mereka ditutup sementara ini.

"Bang, lo mau pulang juga?" Pertanyaan itu datang dari Junhyeok.

Taehun menggeleng. "Nggak, di sini lebih nyaman dari pada di rumah."

Junhyeok bernafas lega mendengar jaeaban Taehun. Ia mempunyai teman di asrama selama yang lainnya pulang.

"Lo gak pulang, Jun?" Tanya Sungjun.

"Nggak, bonyok gue lagi di luar negeri. Ngapain gue pulang? Di rumah gue sepi," jawab Junhyeok.

Hyunsoo yang sudah selesai membereskan barang yang akan ia bawa, duduk di samping Taehun. "Sebelum gue pulang, ada yang mau gue ceritain ke kalian."

"Apa tuh?"

Sekarang mereka duduk melingkar hanya untuk mendengarkan cetita dari Hyunsoo.

"Dua atau tiga minggu yang lalu gue pernah mimpi buruk tentang diri gue sendiri. Sebenernya ini juga jadi salah satu alesan di balik rencana gue kemarin. Di mimpi itu, gue dikurung di ruangan gelap dan gue gak tahu itu di mana," ujar Hyunsoo.

"Gue juga mimpi hal yang sama," ucap Taehun dan Sungjun bersamaan.

Mereka melirik satu sama lain, ini cukup aneh dan seram. Mimpi yang sama oleh tiga orang sekaligus, terasa bukan sekedar kebetulan.

"Kok bisa mimpi kalian sama?" tanya Junhyeok.

"Ini bisa aja beda. Di mimpi itu lo teriak minta keluar kan, Soo?"

"Terus reriaknya gini, "sialan, keluarin gue dari sini!" ya, kan? tanya Sungjun memastikan.

Taehun dan Hyunsoo sontak terdiam. Benar, mereka bertiga memimpikan hal yang sama.

"Bener itu, Hun, Co?"

Taehun dan Hyunsoo mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Kyungjun.

"Anjir, bener sama dong?" Junhyeok benar-benar tak percaya ini bisa terjadi.

"Gue ngerencanain yang kemarin karena takut yang di mimpi itu jadi kenyataan," ujar Hyunsoo.

🕸🕸🕸

Satu bulan telah berlalu. Banyak kejadian yang terungkap selama satu bulan itu, terutama kasus Daeyoon, Yujin dan juga Youngjae.

Youngjae dikenai hukuman beberapa bulan penjara karena terbukti telah membantu Daeyoon, ini masih termasuk ringan jika dibandingkan dengan Yujin. Laki-laki itu akan mendapatkan hukuman beberapa tahun penjara.

Sedangkan Daeyoon, si pelaku utama belum mendapatkan kepastian untuk hukumannya. Pembunuhan berantai, penyuapan, pencemaran nama baik dan percobaan pembunuhan, kasusnya sangat berat.

Setelah penyelidikan selesai, banyak rahasia tahun 1990 yang terbongkar. Salah satunya kasus Daeyoon yang sebenarnya sudah diketahui oleh aparat kepolisian pada tahun itu juga, tapi mereka menutupinya.

Terbongkarnya kasus itu tentu membuat geger, terlebih pada sekolah yang Daeyoon miliki. Para siswa setiap harinya ada saja yang membicaran kasus tersebut.

Meskipun sang pemilik tengah di tahan, Internasional Future School tetap berjalan seperti biasanya. Sekolah itu sama sekali tak terpengaruh oleh kasus yang menimpa Daeyoon, terlebih sekarang sekolah itu bukan lagi miliknya tapi milik anak sulungnya, Seo Jia.

Big Secret (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang