Perhatian kepada seluruh peserta futsal diharapkan untuk bersiap-siap memasuki lapangan 5 menit lagi. Sekali lagi disampaikan kepada seluruh peserta futsal dari sekolah SMA 1 Jogja dan SMA 11 Jogja untuk segera bersiap-siap memasuki lapangan 5 menit lagi. Terimakasih.
"nih makan biar ga bosen nontonnya" ucap ockta sembari memberikan beberapa cemilan kepada dheaa.
Dhea cuma mengambilnya dan kembali fokus duduk untuk menikmati pertandingan futsal yang sebentar lagi akan dimulai.
"lohh, dheaa?" tanya fathan yang tiba-tiba muncul dari arah depan dheaa.
"hai, fathan" sapa dheaa singkat kepada fathan.
"udah dari tadi disini? kata ockta kamu males jadi tinggal dikost doang. Kok tiba-tiba dateng?" tanya fathan yang penasaran.
"gapapa si gabut doang ga ada kerjaan di kost jadinya main kesini liat ockta juga jadi panitia gimana" jawab dheaa basa basi padahal aslinya dia datang untuk melihat pertandingan alva.
"oh gitu yaudah kamu duduk disini aja. Masih lama sampe sore ini mah kayaknya" terang fathan kepada dheaa.
"iyaa fath" balas dheaa.
"yaudah ku tinggal dulu ya, semoga nyaman disini. Kalau perlu apa-apa cari aku aja atau ockta tar nanti dibantuin" ucap fathan lalu meninggalkan dheaa sendirian.
"siap. Semangat panitia" jelas dheaa lalu mengacungkan jempol kepada fathan dan fathan cuma membalasnya dengan senyuman yang begitu manis kepada dheaa.
Akhirnya dhea duduk sendirian. Para panitia acara masih sibuk satu sama lain begitupun juga ockta dan fathan. Dhea cuma melihat sekitar, mencari keberadaan sosok alva. Para pemain futsal sudah bersiap-siap dan sudah banyak yang memasuki area lapangan untuk memulai pertandingan futsal tersebut. Terlihat dari jauh sosok alva yang begitu tinggi dan menawan. Bahkan dari jauh saja, dhea sudah bisa mengenali bahwa itu adalah alva. Selang melihat alva memasuki lapangan, mata mereka berpapasan dari jauh. Dhea ketahuan melihat alva dari jauh karena alva tiba-tiba melihatnya dan senyum kepadanya. Permainan itu akhirnya dimulai.
"pesona kapten futsal emang ga ada lawan ya" ucap ockta yang tiba-tiba hadir disebelah dhea lalu ikut duduk disampingnya.
"sono dukung ayangg hahahah" lanjut ockta lalu menyikut tangan dhea.
"paansi malu tau diliat orangg" balas dhea yang tidak setuju dengan perkataan ockta.
"rame bangett yaa tuh dibandingin dari supporter sekolah, sekolahnya alva yang heboh banget. Mana tuh cewe-cewe pada teriak nyemangatin alva. Alva sepopuler itu ya disekolahnya" terang ockta.
"wajar populer, cowo cakep mana ada yang ga populer" jawab dhea memperjelas dan melihat semua orang yang mendukung alva.
"tapi aneh ga si kalo secakep itu tapi gapunya cewe? atau alva dikenal playboy? karena cakepnya itu dia bisa saja mainin hati cewe-cewe kan" lanjut ockta dengan prasangka buruknya.
"bisa jadi si. Kan kadang yang cakep suka bertindak seenaknya" balas dhea yang sedikit setuju dengan ucapan ockta. Sontak fikirannya berubah menjadi negative terhadap alva. Perlakuan alva yang begitu manis bisa saja jadi boomerang diakhir bagi dhea.
"ngga dengg jangan berprasangka buruk sama orang woii. Anak baek-baek gitu dikatain. Lo lecet dikit doang aja tuh sampe diobatin terus dianterin ke gue biar ga luka lagi. Kita harus melihat seseorang dari sisi positifnya, dheaa. Tapi untuk berjaga-jaga, simpen saja fikiran negative itu dibelakangan hahhah" jelas ockta.
Dhea terdiam mendengar semua hal yang diucapkan ockta. Perkataan ockta ada sedikit benar, menurutnya. Fikirannya sekarang dipenuhi oleh prasangka buruk terhadap alva terlebih lagi dhea bahkan tidak tau alva itu siapa baginya. Selang melamun memikirkan hal itu, tiba-tibaa
KAMU SEDANG MEMBACA
1721
Ficção AdolescenteAldhea kini menjalani hidupnya dengan penuh rasa jenuh karena sudah menjadi mahasiswa semester 6. Ya, semua orang tau banyak mahasiswa yang sudah mulai depresi jika sudah mendekati semester akhir. Kehidupan sehari-harinya sangatlah membosankan, hing...
