Walaupun sudah berkeliling beberapa kali untuk mencari Damon dan Megi, tetap saja keduanya tidak dapat ditemukan sehingga dirinya memutuskan untuk berhenti dan kembali mengurusi para axolotlnya.
Hari itu dirinya tidak melakukan hal apapun selain mengawasi para axolotl, sembari memikirkan maksud dari mimpi yang ia dapatkan beberapa hari yang lalu. Tugas apa yang dimaksud oleh wanita itu?
Bahkan sebab terlalu tenggelam dalam pemikirannya, tidak sadar ia pun tertidur dengan batu yang ditumbuhi sedikit lumut sebagai bantalnya. Jika saja tidak ada kehadiran bayi zombie yang tiba-tiba saja muncul dan menggigit lengannya, tentu saja ia akan baru terbangun beberapa jam kemudian.
Dirinya segera mengobati luka bekas gigitan tersebut dan menutupnya dengan sobekan kain agar tidak terinfeksi, lalu naik ke permukaan untuk mengecek waktu. Posisi matahari menunjukkan waktu bahwa hari sudah pagi, yang mana akhirnya dia kembali ke gua tersebut dan memberi makan makhluk-makhluk air tersebut.
Setelah merasa tidak ada hal lain yang harus dilakukan, Ajul pun memutuskan untuk pulang sejenak ke markas, yang mana dirinya mendapatkan sebuah kejutan. Dirinya mematung cukup lama, benar-benar tidak percaya atas penglihatannya. Rumahnya sudah hampir seluruhnya hangus terbakar, hanya menyisakan beberapa tiang fondasi.
Ajul pun memutuskan untuk menghampiri rumah Jerry yang tengah dibangun tidak jauh darinya, yang kemudian langsung di sapa oleh OmenD dan Kaira yang tengah membantu membangun rumah tersebut.
"Apa yang terjadi pada rumahku?" tanyanya tanpa basa-basi kepada ketiganya, OmenD pun menghela napas.
"Rumahmu terbakar oleh petir, Jul. Pagi-pagi sekali, kau bisa bertanya pada Maji sebab dia yang lebih tahu kronologinya."
Oh astaga, cobaan macam apa ini?
"Kau bisa tinggal di rumah kami bertiga, Jul," ujar Jerry yang langsung dibalas oleh dehaman dari Kaira. "Mohon maaf, tapi rumahku tidak menerima tamu, apalagi jika dia menginap."
"Oh iya, maaf." Jerry pun tertawa kecil. "Tapi dengan syarat, kau harus membantuku untuk membangun rumah ini jika kau ingin menumpang hingga kau selesai membangun kembali rumahmu."
"Tidak, terima kasih."
"Jul, nanti siang datang ke rumahku untuk makan siang bersama, ya!" seru OmenD sebelum Ajul pergi ke rumah Maji untuk menanyakan kronologi kejadian tersebut, beruntung sang empunya rumah tengah memancing sehingga langsung menyadari kehadirannya.
"Jul! Rumahmu—"
"Jerry sudah memberitahuku tentang hal itu," potong Ajul, ia pun bersidekap dada dan menghampiri pria tersebut. "Bisa kah kau memberitahu alur kejadiannya?"
Maji mengangguk. "Tentu bisa, duduklah terlebih dahulu. Aku akan menceritakan kejadiannya padamu." Ajul pun segera menurutinya dan duduk tidak jauh dari pria tersebut.
"Dini hari tadi, hujan turun cukup deras. Bahkan banyak sekali petir yang saling bersahutan, tentu kau tahu akan hal itu, bukan?" tanya Maji yang dibalas oleh Ajul dengan gelengan kepala, dirinya berada jauh di bawah tanah saat itu. Bagaimana ia bisa tahu akan hal itu?
"Aku bermalam di gua, jauh sekali di dalam tanah. Tentu saja aku tidak mendengar apapun."
Maji pun mengangguk. "Aku cukup bersyukur kau sedang tidak ada di rumah saat kejadian tersebut, jadi kau baik-baik saja."
Ajul pun berdecak begitu mendengar ucapan pria tersebut. "Sepertinya kau lupa kita bisa terlahir kembali dan aku punya empat belas nyawa, Maji. Mungkin saja jika semalam aku tidak pergi untuk mengurus axolotl-axolotlmu itu, rumahku masih bisa selamat sekarang."
"Ah, jadi semalam kau sedang mengurus anak-anak kita? Baguslah."
"APA MAKSUDMU 'ANAK-ANAK KITA', HEI BEDEBAH? TIDAK SUDI AKU MEMILIKI ANAK DENGANMU!"
KAMU SEDANG MEMBACA
AZAZEL [Completed]
Fiksi Penggemar[Revised] Main cast : Ajul / Azazel (Aspect30) Brutal Legends Universe! Phase 2! BxB, Fluff, no lemon, hareem. Terjebak di sebuah dunia yang penuh dengan legenda, kutukan, dan pengkhianatan sama sekali tidak menyurutkan langkahnya, bahkan jika ia ha...
![AZAZEL [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/355840738-64-k194782.jpg)