Ch. 10 - Lagu Dari Fanny

192 48 33
                                        

Minuetto-Luigi Boccherini



"El mau punya adik nggak?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"El mau punya adik nggak?"

Pertanyaan dari Rika-mommy Farel membuat Farel tiba-tiba keselek. Ia terbatuk, kemudian langsung meneguk air hingga abis. Kini keluarganya sedang berkumpul sarapan bersama. Dan saat keheningan berlangsung, Rika dengan entengnya melontarkan pertanyaan yang membuat Farel cengo.

Mata Farel memicing ke arah daddy-nya yang tampak tersenyum tipis sambil fokus memakan makanannya. Farel menggerutu dalam hati. Ini pasti karena ulah daddy-nya. Lihat saja senyumannya yang seperti sedang mengejek itu.

"El nggak mau, Mom!" tolak Farel mentah-mentah.

Rika menatap cemberut ke anak semata wayangnya itu, padahal ia ingin anak perempuan agar bisa menemaninya berbelanja atau apa pun itu yang tidak bisa dinikmati oleh kaum adam.

"Iya, memangnya kamu tidak kesepian?" James ikut bersuara.

"El sama sekali nggak kesepian, El cuma mau jadi anak tunggal kaya raya. Mommy sama Daddy nggak usah nambah-nambah lagi." Ucapan Farel adalah mutlak. Dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia benar-benar tidak ingin mempunyai adik, sekalipun adiknya itu perempuan lucu. Ia tidak ingin gelar anak tunggal kaya rayanya hilang.

"Lagi pula emang Mommy masih kuat?" tambah Farel sambil memasukkan makanannya ke dalam mulut.

"Sure, Mommy kamu adalah wanita terkuat. Kamu saja belum lihat kami main di atas ran-"

"James," potong Rika ketika James mulai membicarakan hal yang vulgar pada Farel.

James berdeham untuk menetralkan suaranya. "Come on, just one, no more."

"Dad, El sama sekali nggak mau punya adik." Farel mengunyah makanannya hingga habis, lalu ia berdiri. "El mau pergi ke rumah Fanny," pamit Farel kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu.

"Your girlfriend?" tanya James.

Langkah Farel terhenti, kemudian menengok ke arah James. "No, but she's going to be my girlfriend soon," jawab Farel seraya mengangkat bahunya.

James tertawa. "Kasihan, pasti bertepuk sebelah tangan."

Kemudian James melangkahkan kakinya mendekati Farel. "Mau Daddy kasih tips, nggak?" tawar James seraya menaikturunkan alisnya sembari tersenyum misterius.

Sebenarnya Farel kurang percaya dengan James. Karena Daddy-nya itu sering sekali bercanda. Tapi mengingat hubungannya dengan Fanny yang hanya bercinta sepihak membuatnya kembali berpikir. Tidak ada salahnya untuk mempercayai daddy-nya sendiri, 'kan? Jika James berkata yang tidak-tidak, tinggal ia adukan saja pada Rika.

"Apa, tuh, Dad?" Respons dari Farel membuat James semakin mengembangkan senyumnya.

Kemudian James mendekat ke arah telinga Farel dan mulai membisikkan sesuatu di sana. "Sadap ponselnya, kasih dia boneka yang ada kamera pengintainya."

Kanvas RusakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang