Khayalan Nadia

680 74 7
                                        

Nadia nyaris tergelak melihat wajah sahabatnya. Sinar di wajah Bulan sekerika sirna ketika mendapati siapa lelaki yang mengantar mobilnya. Lelaki itu memperkenalkan dirinya berkata kalau ia adalah orang yang disuruh Alvin, manager The Orion untuk mengantar mobil Bulan dan menganbil KTP milik Samudra. Lelaki itu Awang, seorang driver dari managemant yang menaungi Samudra dan kawan-kawannya yang kadang juga menjadi driver The Orion.

"Makasi, Pak," ucap Bulan lemas. Nyaris tidak bersuara sembari menukarkan kunci mobilnya dengan KTP milik Samudra.

Pak Awang mengangguk dan berpamitan pada Bulan dan Nadia.

"Gue dandan cantik gini demi ketemu bapak-bapak itu?" gerutu Bulan yang seketika membuat tawa Nadia pecah.

"Lagian lo pede banget Samudra bakal nemuin lo. Gue rasa dia gak segabut itu."

"Nad...." Mata Bulan terbelalak. Ia mengangkat punggungnya yang semula menempel di sandaran kursi. "Gue lupa minta billnya," ucapnya penuh rasa frustasi.

Nadia lagi-lagi dibuat tergelak.

"Gue bilang apa nanti sama Ayah?"

"Telfon Pak Awang lagi, lah!" sahut Nadia yang membuat Bulan kembali tersenyum. Bodoh, kenapa tidak kepikiran.

081233xxxxxx

Pak Awang, maaf tadi saya lupa nanyain tagihannya.
Boleh tolong dikirimin bill-nya Pak?

Saya bukan Pak Awang.
Pembayarannya sudah saya urus

"Nad...."

"Apa lagi, Lan?"

"Kalau ini bukan nomornya Pak Awang berarti siapa dong, Samudra? Beneran Samudra?" Bulan histeris. Kekecewaannya tadi menguap begitu saja.

Nadia meraih ponsel sahabatnya itu kemudian menyocokkan nomor telepon itu dengan milik Alvin yang kebetulan ia miliki. Nadia awalnya mengira pasti Alvin yang mengurusi mobil itu jadi kemungkinan nomor itu adalah milik Alvin. Namun nomor yang tertera di layar ponsel sahabatnya itu bukan milik Alvin.

Daffa

Sayang, boleh minta nomornya kak Sam gak?

Buat apa yang?

Nanti aku ceritain Daf, panjang ceritanya
ini menyangkut sahabat aku si Bulan

Kamu gak mau ngasi nomornya Sam ke dia kan?

Enggak, ini ada hubungannya sama mobil dan KTP yang aku ceritain
Tapi yang, Kak Sam emang sebaik itu ya?

Nadia membelalakkan matanya ketika menyocokkan nomor telepon yang diterimanya dari sang kekasih dengan yang tertera di layar ponsel Bulan sambil bergumam dalam hati. Gadis yang duduk di hadapannya itu ternyata sangat bruntung. Namun ia masih tidak menyangka ternyata sosok Samudra yang selama ini ia kenal sangat dingin itu, ternyata begitu baik bahkan pada orang yang tidak dikenalnya.

"Nad, lo kenapa senyum-senyum? Lo lagi chatting-an sama siapa?" tanya Bulan mengagetkan Nadia.

"Pacar gue," sahut Nadia seadanya yang membuat Bulan takjub. Pasalnya yang ia tahu Nadia sama sepertinya, kaum jomblo sejak lahir. "Lo gak pernah cerita kalau punya pacar."

"Kalau gue cerita takutnya lo pingsan." Sahut Nadia sembari menyesap es coklatnya.

"Dih! Emang pacar lo artis sampe bikin gue pingsan?"

"Emang!" sahut Nadia seadanya.

"Siapa?"

"Jangan lah. Gue beneran gak mau bikin lo iri."

Bulan mendengus namun masih menyimpan rasa penasaran. Selama ini Nadia tidak pernah menyembunyikan apapun darinya, begitu juga sebaliknya. Apakah gadis itu kini benar-benar tidak mengatakan apapun soal kekasihnya, atau dia hanya bergurau?

"Siapa pacar lo?" tanya Bulan masih penasaran.

"Daffa Pradipta," sahut Nadia enteng seolah tanpa beban apapun ketika menyebutnya.

Bulan tentu tergelak dibuatnya. Ia sudah menduga bahwa sahabatnya itu sama dengannya. Kaum jomblo sejak lahir yang hanya bisa berkhayal "Gak apa-apa, Nad. Lo gak sendirian. Lo sama Daffa, gue sama Samudra. Nanti double date kita," ucap Bulan disela tawanya.

Nadia berdecak mendengarnya. Tunggu saja nanti akan ia buktikan perkatannya itu bukan hanya khayalan. Nadia bukan Bulan yang bisanya hanya bisa berkhayal.

"Lagian Daffa mana mau sama perempuan jadi-jadian macam lo ini!" Bulan kembali tergelak. Tidak menyangka ternyata selama ini yang membuat Nadia bersemangat menonton The Orion adalah karena mengidolakan sosok Daffa. Sahabatnya itu memang tidak jauh berbeda darinya.

"Awas nanti lo malu sendiri!" gumam Nadia tidak terima. Meski pun jauh dari kata feminim, ia tetap berhasil memenangkan hati Daffa. Nadia tetap berhasil menyingkirkan wanita-wanita gemar bersolek lainnya dalam hidup Daffa. Tunggu saja saatnya, ia tidak akan bisa membuat sahabatnya itu tertawa lagi. Akan ia pamerkan Daffa di depan Bulan agar ia semakin menangisi keadaan karena hanya dirinya yang suka berkhayal.

"Jadi kapan kita double date? Di mimpi siapa?" ledek Bulan dengan tawa yang makin menjadi-jadi memancing rasa penasan Kemal yang sejak tadi sibuk di meja seberang dengan laptopnya.

"Bulan kalo ketawa emang bikin orang salah fokus ya. Kenapa Dek?" tanya Kemal dan memilih duduk di kursi kosong, bergabung dengan dua gadis itu.

"Ini, adiknya Bang Kem, kebanyakan halu," adu Bulan.

"Halu-in apa kamu, Dek?"

"Aku gak halu, Bang. Bulan aja yang halu."

"Mana ada. Dia bilang pacaran sama Daffa Pradipta, Bang. Gitarisnya The Orion. Gila kan?"

Kemal ikut tergelak. Bukan karena ikut meledek adiknya melainkan melihat tingkah Bulan. Ia sudah tahu sejak lama kalau Nadia dan Daffa memang berpacaran. Nampaknya Bulan adalah orang yang tidak pernah Nadia beri tahu mengenai hal itu. Gadis itu terlihat begitu lucu dengan kepercayaan dirinya meledek sahabatnya.

"Makanya aku ajakin dia double date dalam mimpi, Bang," sambug Bulan.

"Emang kamu sama yang mana Dek? Personel Orion juga?"

Bulan mengangguk mantap.

"Cegil-nya Samudra dia, Bang," sahut Nadia.

"Boleh itu. Kalian double date lah berdua," ucap Kemal sambil tertawa geli yang semakin membuat Bulan yakin kalau Nadia hanya berkhayal.

"Ternyata kita sama-sama tukang halu, Nad."

Nadia mendengus mendengarnya. Awas saja nanti akan ia ajak Daffa dan Samudra bertemu Bulan agar sahabatnya itu tidak bisa meledek lagi. Ia akan buat Bulan benar-benar iri padanya.

✨✨✨✨

Makasi udah baca cerita ini, awalnya aku insecure buat nulis cerita yang bukan fanfiction Salmon, takut gak ada yang mau baca

Ada beberapa yang nanya aku "ini boleh visualisasiin salron gak kak?"
Ya boleh dong, kalian bebas memvisualisasikan siapapun di setiap cerita yang kalian baca

Jangan lupa tinggalin vote dan komennya ya,

Terima kasih❤️

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang