I Love You So Bad

845 87 18
                                        

Ketika Bulan memasuki kediaman lelaki itu, Samudra tengah berbaring di atas sofa dengan wajah yang ditutup oleh lengannya. Gadis itu melangkah mendekat kemudian memanggil Samudra, "Kak," sapanya membuat Samudra sontak bangkit dan mengerjapkan matanya tidak mempercayai pandangannya sendiri.

"Kenapa ke sini?" tanya Samudra dengan wajah datarnya. Sebenarnya ia ingin memeluk gadis itu, namun melihatnya bersama Kenzo tadi membuat hati Samudra nyeri. Ia cemburu.

Bulan mendudukkan dirinya di sofa yang Samudra duduki membuat lelaki itu menggeser sedikit posisinya agar Bulan memiliki lebih banyak ruang untuk duduk.

"Kak, yang kamu lihat tadi gak kaya yang kamu pikirin. Aku dan...."

"Emangnya apa yang aku pikirin?" tanya Samudra menyela ucapan Bulan. "Aku bukan siapa-siapa kamu kan, Bul? Jadi aku gak ada hak untuk melarang kamu dekat sama siapa pun."

Bulan menundukkan kepalanya. Tidak memiliki keberanian untuk menatap mata Samudra.

"Bener, kan?" tanya Samudra memastikan.

"Apa itu artinya aku juga gak berhak ngelarang kamu dekat dengan siapa pun, Kak?" gumam Bulan yang masih tertunduk dalam.

"Aku gak lagi dekat dengan siapa-siapa. Aku sayang sama kamu dan gak mungkin bisa dekat dengan orang lain. Aku pikir kamu juga begitu, Bul." Samudra ikut menunduk. Ia tidak sanggup menatap Bulan yang juga terus menundukkan kepalanya.

Bulan meraih tangan Samudra dari atas pangkuan lelaki itu dan menggenggamnya. "Aku sama Kak Kenzo hanya berteman, Kak. Kita sama-sama kangen Freya. Udah itu aja."

"Freya selalu kalian jadiin alasan. Kalian gak kasihan sama Freya? Kalau mau ketemuan ya ketemuan aja, kenapa selalu bawa-bawa Freya?"

"Kak, bukan gitu...."

"Kamu suka sama Kenzo?"

Bulan menggeleng mantap.

"Terus kenapa kamu selalu kelihatan bahagia di dekat dia, Bul? Aku cemburu."

Bulan mengangkat wajahnya dan tersenyum mendengar pengakuan lelaki di hadapannya itu. "Aku lebih bahagia di dekat kamu, Kak," ucapnya sembari mengelus tangan Samudra yang digenggamnya.

"Awalnya aku mau nemuin Kenzo ke sana. Mau minta maaf dan bujuk dia balik ke Orion. Tapi saat melihat kalian di sana, kayanya sebaiknya dia gak usah balik. Atau aku aja yang keluar dari Orion."

"Apa-apaan sih kamu? Kamu mau ngebuat aku ngerasa bersalah karena udah ngehancurin band yang susah payah kalian bentuk? Kalau gitu mending aku yang pergi dari hidup kalian, Kak." Bulan melepaskan genggamannya.

Samudra menatap nanar pada Bulan ketika gadis itu melepas genggamannya dan melipat kedua tangannya di depan dada. "Bul, aku sadar bukan siapa-siapa kamu. Tapi aku cemburu ngelihat kamu sama orang lain. Aku benar-benar cemburu."

Bulan berdecak kemudian memberi kecupan singkat di pipi Samudra. Singkat. Sangat singkat namun mampu memicu debaran di dada keduanya. Debaran menggila yang berhasil membuat pipi Bulan merona dan sudut bibir Samudra terangkat. Lelaki itu memegangi dadanya. Kini, Bulan malah berbalik membuat jantungnya tidak aman.

"Diam! Aku malu." Bulan menutup wajahnya yang sudah terasa panas. Ia yakin, wajah itu sudah berubah bak kepiting rebus. Malu sekali. Namun, ia tidak tahu lagi bagaimana cara menunjukkan pada Samudra kalau tidak ada orang lain yang Bulan mau. Hanya lelaki itu seorang.

Samudra terkekeh melihat tingkah Bulan. Ia membuarkan gadis itu terus pada posisi menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Tangan Samudra terangkat, mengusap lembut puncak kepala Bulan, kemudian mengecupnya.

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang