Beraksi dari panggung ke panggung berasama The Orion, band yang dibentuknya beberapa tahun lalu dan kini sedang naik daun ternyata tidak bisa membuat seorang Samudra Alterio berhenti kesepian. Hidupnya masih terasa kosong meski ada ribuan penggemar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menangis adalah satu-satunya hal yang bisa Bulan lakukan saat itu. Ia berlari memeluk Noah yang baru saja turun dari mobil hendak menjemputnya. Gadis itu tersedu di dalam dekapan kakaknya.
"Kamu kenapa?" tanya Noah khawatir.
"Ayo pulang!" ajak Bulan disela tangisnya. Hatinya begitu sakit sehingga ia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan Noah.
Lelaki itu menurut. Ia melepaskan pelukannya kemudian menuntun Bulan memasuki mobil. Sesungguhnya Noah ingin sekali bertanya apa yang terjadi pada adiknya namun ia tahan. Noah yakin Bulan pasti akan bercerita padanya tanpa diminta.
Ponsel Bulan berdering namun gadis itu mengabaikannya. Benda persegi empat itu terus berdering namun Bulan tidak menghiraukannya. Air matanya semakin deras ketika melihat nama yang tertera di layarnya.
"Kamu berantem sama Sam?"
Bulan bergeming. Gadis itu terdiam dengan air mata bercucuran sepanjang jalan. Biasanya Bulan ketika marah akan menangis sembari mengomel panjang lebar. Namun kali ini dia diam. Yang membuat Noah tahu sesuatu sedang menyakiti perasaan adiknya.
"Dia ... selama ini ... ternyata ... gak sayang Bulan, Bang," ucap Bulan sesenggukan.
"Kenapa ngomong gitu?" tanya Noah lembut. Bulan tidak menjawab. Ia tidak sanggup bercerita.
Ketika sampai di rumah, Bulan segera memasuki lift untuk mengantarkan menuju kamarnya. Tidak berbicara pada siapa pun bahkan tidak menyapa para pekerja padahal biasanya Bulan selalu menyempatkan diri untuk berbincang dengan mereka. Bulan segera masuk dan mengunci kamarnya sebelum Noah sempat menghampiri adiknya. Bulan tidak ingin berbicara pada siapa pun, Noah, Bunda apalagi Ayah.
Setibanya di dalam kamar, Bulan membaringkan dirinya di ranjang dan menangis sejadi-jadinya. Menutup kepalanya dengan bantal agar tidak ada yang memdengar tangisannya. Ponsel Bulan terus berdering namun ia tidak memiliki keinginan untuk mengangkatnya. Bulan hanya ingin menangis dan meluapkan segala sesak di dadanya lewat air mata.
Di luar kamar, Noah berdiri dengan cemas sambil terus mengetuk pintu dan memanggil adiknya. Bulan tidak menjawab. Tidak membukakan pintu dan Noah tidak tahu harus bagaimana selain menghubungi Nadia. Barangkali sahabat adiknya itu dapat membantunya untuk berbicara dengan Bulan.
****
Jatuh cinta sekali Padamu yang menerima kurangku Pada hatimu yang menyempurnakanku
Jatuh cinta sekali Menguatkan segala lemahku Membuatku utuh dilaka rapuh
Kasih Hanya padamu ku mampu Merasakan cinta sekali
-Cinta Sekali by The Orion-
Bulan memejamkan matanya ketika mendengarkan sekali lagi lagu ciptaan Samudra yang menjadi lagu kesukaan lelaki itu. Hari itu akhirnya ia paham mengapa Samudra menyebut lagu itu misterius karena yang ia tuangkan dalam lagu itu dimaknai berbeda oleh pendengarnya. Bulan akhirnya mengerti sekali yang dimaksud dalam lirik lagi tersebut bukan berarti sangat, melainkan berarti satu kali. Yang mana Samudra ingin memberi tahu semua orang kalau dirinya hanya bisa jatuh cinta satu kali. Tidak ada kedua kalinya. Hanya sekali.