She is Back

686 79 30
                                        

Bulan bersenandung sembari merapikan buku-bukunya setelah beberapa saat yang lalu Pak Danar baru saja mengakhiri kelas siang itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Bulan bersenandung sembari merapikan buku-bukunya setelah beberapa saat yang lalu Pak Danar baru saja mengakhiri kelas siang itu. Situasi di kampus mulai membaik. TIdak ada lagi orang yang bergunjing tentang Bulan. Tatapan tidak bersahabat juga mulai berkurang. Sepertinya itu karena orang-orang sudah mulai bisa menilai ketulusan Bulan. Gadis itu berani menerjang masa yang mungkin akan semakin menghujatnya untuk memberi semangat pada Samudra. Barangkali orang-orang juga telah menyadari kalau keduanya tidak salah. Perasaan cinta itu berhak dirasakan oleh semua manusia. Mereka sama-sama single dan berhak untuk menjalin hubungan.

Beberapa penggemar kini juga berbalik menyemangati Bulan dan mengatakan untuk terus menjaga Samudra. Memastikan kalau Samudra harus baik-baik saja. Beberapa dari mereka bahkan mengatakan kalau Samudra beruntung memiliki Bulan. Sungguh aneh bukan?

Namun masih ada satu manusia yang masih selalu iri pada Bulan. Zara. Perempuan yang selalu memakai pakaian ketat ke kampus itu masih suka mencari masa untuk nyinyir pada Bulan. Masih suka mencari perhatian dan memancing emosi Bulan. Gadis itu juga selalu terlihat tidak mau kalah dengan Bulan.

"Samudra apa kabar?" tanya Zara ketika Bulan sedang bercakap-cakap dengan Marsha dan Anna sebelum meninggalkan kelas.

"Not your business!" sahut Anna.

Zara memutar bola matanya.

"I am so sorry karena gue udah ikutan nyinyirin lo selama ini. Kita bisa berdamai kan? Karena sepertinya kita akan sering nongkrong bareng."

"Apaan sih?" cibir Bulan. Siapa juga yang mau nongkrong dengan kutu beras itu?

"Just for your information, Aidan is my boyfriend," ucap Zara bangga.

"Aidan?" tanya tiga gadis itu berbarengan. Ketiganya kompak tertawa.

"Ya, Aidan. Vocalist The Orion, pacar gue!" Zara berucap dengan penuh penekanan memancing orang-orang di sekitarnya untuk menoleh. Para gadis menatapnya sekilas namun menggelengkan kepala dengan senyum meledek.

"Good luck!" sahur Marsha kemudian menarik tangan temannya untuk berlalu. "Cuma orang bego yang mau sama Aidan," sambungnya ketika mereka bertiga sudah berjalan di koridor kampus.

"Kan dia emang bego," sahut Bulan.

Ketiganya terbahak. Aidan dikenal sebagai lelaki yang suka berganti pacar. Playboy kelas kakap yang suka mengobral cinta. Semua orang tahu kelakuan Aidan dan masih saja ada wanita tolol yang mau pacaran dengannya hanya karena tampan dan terkenal.

"Dia berharap jadi terkenal kaya lo makanya pacaran sama Aidan. Palingan juga gak akan ada yang perduli. Diketawain yang ada!" cibir Marsha disela tawanya.

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang