Silent Mode

726 79 19
                                        

Samudra meneguk minuman kemasan yang ia ambil di atas meja kemudian meraih beberapa lembar tisu untuk mengelap wajahnya yang berkeringat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Samudra meneguk minuman kemasan yang ia ambil di atas meja kemudian meraih beberapa lembar tisu untuk mengelap wajahnya yang berkeringat. Menyingkirkan stik drum di saku belakang celananya kemudian mendudukkan dirinya di kursi berwarna merah di dalam tenda yang menampung seluruh tim The Orion itu. Tidak lupa ia melepas ear monitor yang menggantung di bahunya dan memasukkan benda tersebut ke dalam tasnya. Kenzo melakukan hal yang sama di sebelahnya. Bedanya mulutnya sibuk mengunyah biskuit coklat yang tadi diambilnya dari atas meja.

"Sam, gue mau nanya deh." Alvin mendekat setelah berkacap-cakap dengan beberapa orang panitia di depan tenda.

"Apa?" tanya Samudra sembari meraih biskuit di tangan Kenzo dan memasukkan ke mulutnya.

"Lo pacaran sama Bulan bukan kare...,"

"Bukan urusan lo!" sela Samudra cepat.

"Sam, gue cuma gak mau lo mainin perasaan orang. Kalau lo macarin Bu...."

"Gak perlu campurin urusan pribadi gue!" sela Samudra lagi sembari menatap sengit pada Alvin.

"Sam, gue cuma mau ngingetin."

Samudra berdecak kemudian menyambar rokok di atas meja dan melesat meninggalkan orang-orang di dalam tenda. Sementara Alvin menatapnya nanar. Ia hanya teringat akan pesan Laura untuk menjaga Samudra dengan baik. Alvin tidak ingin Samudra mengambil langkah yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.

"Sam." Daffa menepuk punggung Samudra kemudian memberi isyarat untuk meminjamkannya korek.

"Lo mau nanya itu juga? Sama kaya Alvin?"

Daffa menggeleng. "Gue gak berhak campurin urusan pribadi lo. Gue cuma berharap yang kita pikirin salah."

Samudra tidak menjawab. Ia menyesap dalam-dalam rokoknya sambil menatap lurus ke depan. Udara malam membuatnya sedikit merasa kedinginan. Samudra melangkah ke dalam untuk mengambil jaketnya dan kembali bergabung bersama Daffa.

"Sam, apa karena Bulan...."

"Harusnya lo udah tahu jawabannya."

Daffa terdiam. Menghadapi Samudra memang butuh kehati-hatian. Lelaki itu terlalu perasa dan mudah tersinggung. Saat itu Daffa tidak bisa berbicara banyak. Samudra pasti sudah memikirkan keputusannya dengan matang. Tapi bagaimana dengan perasaan perempuan yang sedang bersamanya sekarang? Apakah keputusan Samudra itu adil untuk Bulan?

"Dia bakal sedih banget kalau sampai tahu semua ini, Sam."

"Makanya jangan sampai dia tahu."

Daffa menggeleng lagi. Ia bingung bagaimana harus memberitahu Samudra.

✨✨✨✨

Belakangan The Orion memiliki jadwal manggung yang lumayan padat. Mereka harus pergi dari kota ke kota untuk menghibur penggemarnya. Seperti hari itu, mereka baru saja menempuh perjalanan panjang dari Medan menuju Bandung setelah empat hari berturut-turut berpindah-pindah kota. Siang itu setibanya di Surabaya sebenarnya Samudra ingin sekali beristirahat namun Kenzo memaksa untuk menemani lelaki itu merapikan rambutnya. Sebenarnya Samudra juga merasa perlu memotong rambutnya yang sudah terasa panjang dan menganggu jadi ia menyetujui ajakan tersebut. Keduanya berjalan menuju sebuah mall di sebelah hotel mereka.

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang