Tidak Dianggap

682 78 21
                                        

"Bulan!" Gadis itu mendengus mendengar siapa yang memanggilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Bulan!" Gadis itu mendengus mendengar siapa yang memanggilnya. Seorang lelaki tampan telah berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Bulan. Lelaki dengan versity jaket berwarna hitam putih dengan kaos hitam di dalamnya tersenyum lebar pada Bulan yang dibalas dengan embusan napas berat oleh gadis itu. Nadia di sebelahnya menahan senyum melihat wajah Bulan.

"Hai Nad, gak nyangka ketemu kalian di sini," ucap lelaki itu.

"Lo ngikutin Bulan ya, Jay?" selidik Nadia membuat Jaya menggaruk tengkuknya sembari tersenyum lebar.

"Gak masalah dong harusnya kalau ngonser bareng?"

"Masalah Jay, masalah!" sahut Bulan kemudian menghentakkan kakinya kesal. Jaya mengekor di belakangnya sementara Nadia tertawa di dalam hati. Wajah kusut Bulan setiap kali Jaya di dekatnya memang selalu mampu membuatnya tertawa.

Bulan merengut sepanjang pertunjukan musik itu berlangsung karena lelaki di sebelahnya. Jaya kerap kali mencoba mencari kesempatan untuk merangkulnya meski berkali-kali Bulan menghindar dan berpindah tempat.

Jaya meringis ketika Bulan dengan sengaja menginjak kakinya sekuat tenanga kemudian menyikut kuat-kuat perut lelaki itu agar menjaga jarak dengannya. Kemudian berpindah ke sebelah Nadia sambil mencebikkan bibirnya. Nadia sontak tertawa melihat kelakuan temannya itu.

"Lo sih Jay, makanya jangan gangguin Bulan mulu!" seru Nadia disela tawanya.

Jaya tidak menggubris, ia mengambil langkah untuk kembali berpindah posisi mendekati Bulan. Gadis itu menunjuk wajah Jaya dengan wajah mengencam agar lelaki itu tidak bergerak mendekat. Bulan tidak suka pada Jaya. Titik.

"Nad, kok gak ada Samudra?" bisik Bulan di telinga Nadia ketika para personel The Orion menaiki panggung dan posisi dummer digantikan oleh orang lain.

"Ya mana gue tahu. Macam gue aja pacarnya Samudra," sahut Nadia acuh.

Bulan terdiam di tempat. Rasa khawatirnya menyeruak karena untuk pertama kalinya ia melihat panggung The Orion tanpa kehadiran Samudra. Lelaki itu tidak mengabarinya sama sekali. Bulan membalik badan. Memecah kerumunan, kemudian melangkah menjauhi panggung.

Drummer Orion🤍

Kak kamu oke? Kok gak ikut manggung?

Tidak ada balasan membuat Bulan semakin gundah. Ia melangkah keluar venue, menghentikan taksi dan segera melesat menuju kediaman Samudra. Ia harus memastikan lelaki itu baik-baik saja. Bulan bahkan lupa mengabari Nadia, juga melupakan masalah apa yang akan ia alami jika orang tuanya tahu Bulan naik taksi sendirian di malam hari.

Rumah itu terlihat sepi namun Bulan melihat motor Samudra terparkir dalam garasinya. Ia mengetuk pintu beberapa kali meski tidak mendapat jawaban. Bulan teringat saat ia datang ke rumah itu pagi-pagi buta bersama Nadia dan Daffa, kemudian mencari kuncinya di bawah pot sebelah pintu. Daffa mendapatkan kunci rumah itu di sana. Dan berhasil. Bulan berhasil meraih benda pipih itu dan dengan perlahan membuka pintunya.

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang