Beraksi dari panggung ke panggung berasama The Orion, band yang dibentuknya beberapa tahun lalu dan kini sedang naik daun ternyata tidak bisa membuat seorang Samudra Alterio berhenti kesepian. Hidupnya masih terasa kosong meski ada ribuan penggemar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Balikan lo sama Samudra?"
Bulan menoleh pada sumber suara. Zara berdiri si sana. Diujung koridor kampus yang masih sepi karena terlalu pagi. Melipat tangannya di depan dada sambil menyenderkan tubuhnya di dinding. Pakaian ketat berwarna merah maroon melilit tubuhnya dengan satu ransel kecil di punggung, dan beberapa buku dalam pelukannya. Wajah menyebalkan perempuan itu dengan sunggingan senyum meremehkan itu membuat Bulan kesal. Gadis itu berlalu, enggan menanggapi gadis gila itu. Bulan tidak mau membuang energinya pagi-pagi untuk meladeninya. Palingan nanti ia akan mengomel pada Marsha dan Anna atau Nadia karena kesal melihat wajah Zara di pagi hari.
"Ishh, bego banget, sih jadi cewek. Udah dipermainkan masih aja mau balikan. Dia itu kan cuma mau jadiin lo pelarian," cecar Zara sembari mengikuti langkah Bulan.
"Ya terus kenapa? Apakah hubungan gue dengan Samudra mengurangi beras di rumah lo? Balikan atau nggak balikan apa urusannya sama lo?" Bulan menyahut tanpa menoleh.
"Lo cantk tapi bego," ucap Zara membuat Bulan kesal.
"Gue emang cantik. Makasi sudah mengakui," sahut Bulan membalik tubuhnya dengan sengaja mengibaskan rambut panjangnya. Memasang senyum jumawa sembari menyampirkan helaian rambutnya ke belakang telinga. Zara mencibir melihatnya kemudian berlalu. Bulan mengedikkan bahunya tidak mau mabil pusing dengan perempuan yang selalu ia juluki si Kutu Beras itu. Zara selalu menunjukan terang-terangan ketidak sukaannya pada Bulan dan Bulan pun tidak pernah ambil pusing. Meski sesekali Zara mampu membuatnya mengumpat.
Bulan mengampiri dua gadis yang sedang sibuk bercakap di meja paling belakang. Ia tahu apa yang sedang mereka lakukan. Teman-temannya itu pasti sedang membicarakan seseorang. Bergosip tentang berita yang sedang heboh di kampus, atau membicarakan tingkah Zara yang tidak pernah mereka sukai. Ransel berwarna ungu yang Bulan bawa, ia hempaskan di atas meja. Kemudian memilih bergabung dengan kedua perempuan penggosip itu untuk mendengarkan apa yang sedang menjadi topik hangat di kampus hari itu.
Hari itu Zara berhasil membuatnya mengumpat. Segala sumpah serapah dan nama-nama binatang keluar dari mulut Bulan untuk meluapkan kekesalannya. Marsha dan Anna cekikikan mendengarnya sembari sesekali mengompori agar Bulan makin kesal. Seru sekali melihat Bulan mengomel di pagi hari. Apalagi karena Zara.
"Kenapa sih dia selalu sibuk ngurusin kehidupan gue? Kenapa selalu ngomentarin sesuatu yang gak ada hubungannya sama dia? Mau gue balikan gak balikan sama Samudra apa urusannya sama dia? Kenapa ada orang yang sibuk banget merhatiin hidup gue padahal belum tentu hidupnya beres. Ih, kesel banget gue. Merusak hari-hari indah seorang Ayunda Rembulan aja ketemu Kutu Beras pagi-pagi," omel Bulan sembari mengeluarkan ponselnya yang bergetar di dalam tas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.