Sampai ke Kampus

752 72 10
                                        

Kedatangan Samudra di kampus memancing kehebohan pagi itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kedatangan Samudra di kampus memancing kehebohan pagi itu. Pasalnya ia sudah tidak pernah datang ke tempat itu lagi setelah hampir dua tahun. Teman-teman angkatannya menyapa Samudra dengan hangat yang hanya ditanggapi seadanya oleh lelaki itu. Tujuannya datang ke kampus pagi itu bukan untuk memulai kembali kuliahnya yang sudah ia tinggalkan. Tidak juga untuk bernostalgia dengan teman-teman lamanya. Ia datang untuk mencari Bulan.

"Biasanya sebelum kelas dia suka nongkrong di kantin FISIP kak, sama dua temannya." Ia ingat informasi yang didapat dari Nadia tadi ketika mereka berjumpa di tempat parkir. Bulan dan Nadia memang tidak mengambil jurusan yang sama jadi selama di kampus mereka lebih sering terpisah.

Samudra mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Bulan. Nadia yakin Bulan pasti sudah tiba di kampus karena gadis itu adalah sosok paling tidak suka terlambat. Bulan tipe manusia yang sangat menghargai waktu.

"Bulan!"

Bulan menengok ke suara yang memanggilnya. Dua gadis di hadapan Bulan juga ikut menengok dan terperangah. Mulut keduanya terbuka lebar namun Marsha segera menutup mulutnya dengan talapak tangan ketika menyadari hal itu. Jantung Bulan berdegup kencang melihat lelaki itu. Wajah tampannya terpampang nyata di depan matanya tanpa terhalang apapun.

"Kenapa ke sini?" tanya Bulan seadanya.

"Kamu kenapa gak balas chat-ku dari semalam?"

Dada Bulan makin berdebar. Samudra mencarinya ke kampus hanya untuk menanyakan itu? Benarkah? Dan tebak apa yang terjadi pada dua tukang gosip di hadapan Bulan itu. Keduanya saling pandang tak percaya. Mereka tahu selama ini Bulan mengidolakan Samudra. Bahkan wallpaper ponsel dan room chat-nya telah diganti oleh foto Samudra. Keduanya sering mendengar cerita Bulan mengenai bagaimana ia menganggumi Samudra, selalu memuji ketampanan lelaki itu, dan selalu bersemangat di akhir pekan ketika tiba waktunya menonton aksi panggung lelaki itu beserta ketiga rekannya. Tapi, yang mereka tidak pernah tahu, kedekatan apa yang sebenarnya Bulan dan Samudra miliki?

"Ini kalau Zara liat seorang Samudra nyariin Bulan sampe sini, bakal makin berkibar bendera perangnya," bisik Marsha di telinga Anna.

"Bukan lagi, bisa salto dia di depan Bulan," sahut Anna kemudian keduanya lanjut berbisik. Mengabaikan dua orang yang saing tatap tanpa suara di depan mereka.

"Kamu kelas jam berapa? Masih ada waktu ngobrol?"

"Gak bisa Kak. Bentar lagi masuk. Ann, Sha, yuk!" Bulan bangkit dan menarik lengan kedua temannya yang terletak di atas meja meninggalkan Samudra yang masih berdiri di tempatnya.

Dalam perjalanan menuju ke kelas, Bulan dibanjiri pertanyaan oleh dua orang temannya itu mengenai Samudra dan mengapa lelaki itu sampai menemuinya. Mengapa Bulan tidak membalas pesannya. Sejak kapan mereka dekat, dan ada hubungan apa Bulan dengan idolanya itu. Namun Bulan tidak memberi jawaban apapun. Gadis itu kembali menjelma menjadi sosok pendiam karena sedang berusaha menetralkan detak jantungnya.

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang