Luka Terpendam

709 77 15
                                        

Beberapa hari berlalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Beberapa hari berlalu. Samudra masih diam. Mendiamkan semua orang di sekitarnya. Para personel The Orion, Alvin, bahkan Bulan. Lelaki itu sama sekali tidak mengabari Bulan. Kembali menjadi Samudra sebelumnya yang selalu mengabaikannya. Bahkan ketika ketikan jahat dan perlakuan para penggemar Samudra yang anarkis itu kian menggila pada Bulan, Samudra seolah tidak lagi perduli.

Bulan tahu suasana hati lelaki sedang tidak baik-baik saja semenjak bertemu dengan orang tuanya. Namun haruskah sampai selama itu? Samudra bahkan beberapa kali tidak terlihat manggung bersama The Orion. Bulan tidak bisa menghubunginya. Samudra tidak menjawab panggilan telepon dari siapa pun. Bahkan ketika teman-temannya berkumpul di rumahnya, Samudra sama sekali tidak terlihat keluar dari kamar.

Bulan gundah bukan main. Ia takut sesuatu terjadi pada Samudra namun ia tidak mungkin pergi ke rumah lelaki itu. Pak Rudi akan melaporkannya pada Ayah dan keadaan akan menjadi semakin rumit. Pengendali petir tidak lagi bisa ia andalkan karena Nadia tidak bisa lagi membujuk orang tuanya untuk memberi izin. Nadia hanya menyarankannya bercerita pada Noah dengan dua kemungkinan. Noah akan membantunya atau menyuruhnya berhenti memikirkan Samudra. Namun Bulan tetap mencoba. Malam itu, selepas makan malam, ia mendatangi Noah yang sedang sibuk bercakap di telepon dengan seseorang dengan mata yang menatap serius pada layar iPad-nya.

Bulan duduk di tepi ranjang untuk menunggu Noah menyelesaikan urusannya. Sepertinya lelaki itu sedang membicarakan tugas kuliahnya. Noah mengambil program S2 arsitektur di salah satu perguruan tinggi terkemukan di Singapura.

"Bang, apa Kak Laura pernah cerita ke Abang soal keluarganya?" tanya Bulan setelah Noah selesai dengan teleponnya.

Noah membalik badannya menghadap Bulan yang duduk di tepi tempat tidurnya. Alisnya menukik tanda penasaran dengan pertanyaan adiknya itu. "Kamu kenapa nanya gitu?" tanyanya.

Bulan meragu untuk menjawab. Terakhir kali membahas Samudra, Noah memintanya untuk memikirkan kembali hubungan mereka. Untuk mencari tahu apakah Samudra benar-benar baik untuk Bulan. Noah bilang ia tidak rela Bulan dalam masalah jika terus bersama Samudra.

"Lan? Kok malah diem?"

"Ini soal Samudra, Bang," sahut Bulan ragu dengan suara rendah dan kepala tertunduk.

"Samudra?"

"Bulan rasa dia gak lagi baik-baik aja, Bang. Setelah ketemu sama orang tuanya dia gak pernah lagi kelihatan. Samudra ngediemin semua orang. Bahkan beberapa kali gak ikut manggung. Makanya Bulan nanya Abang. Apa Abang tahu seperti apa orang tua mereka?"

Laura sering bercerita padanya bagaimana hubungan orang tuanyanya. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi, rumah yang tidak pernah terasa damai, papanya yang jarang pulang ke rumah, dan keluarga yang perlahan kehilangan cinta di dalamnya. Noah bahkan pernah membantu Laura membolos dan mengikuti mamanya untuk mencari tahu apalah benar wanita itu berselingkuh. Noah teringat betapa terlukanya Laura kala itu. Mamanya masuk ke dalam kamar hotel bersama seorang pria yang usianya jauh lebih muda. Noah menceritakan semuanya yang ia ketahui pada Bulan dan meminta Bulan mengajaknya bertemu dengan Samudra. Kini lelaki itu hidup tanpa Laura dan pasti terasa berat untuknya.

Cinta Pertama RembulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang