seperti hari biasanya di tempat pkl revelyn serta kedua temannya sibuk mengerjakan analisis diatas meja putih dengan dinginnya suhu karena ac.
perut revelyn terasa sangat sakit membuat wajah perempuan itu menjadi pucat.
"kamu gapapa?" tanya zidan saat melihat gerakan revelyn menjadi melambat ditambah wajah pucatnya.
"agh ya.." revelyn menepis tangan zidan yang hendak membantu dirinya. revelyn memejamkan matanya merasakan sesuatu yang mengalir bersamaan dengan rasa sakit yang semakin menusuk nusuk perut bagian bawahnya.
"pulang re sono ijin dah lu kalo kata gue" ujar fadli yang khawatir terjadi apa apa pada revelyn.
"aku ke toilet ya kalo pak galang nyariin" revelyn merapikan alat alat yang telah selesai operasikan. ia dengan menahan rasa sakit berjalan ke arah pintu keluar lab. saat ia akan membuka pintu, pintu dibuka oleh ervin dari arah luar pria itu menatap revelyn menyadari sesuatu.
namun, revelyn segera berjalan keluar dari lab begitu pula ervin yang menjadi tergesa gesa. "hei, berikan ini pada galang. deadline sore ini di email saya" ujar ervin meninggalkan beberapa dokumen pada zidan dan fadli.
ervin bergegas menyusul revelyn dengan rasa khawatir. ervin menarik revelyn yang baru keluar dari kamar mandi. "ada apa?" tanya ervin.
"s-sak-"
"kita pulang" ervin menarik revelyn dan membawanya menuju parkiran.
"vin aku cuman haid- tapi gatau ini sakit banget" revelyn memegangi perutnya. "jangan pulang se enaknya gini"
ervin lebih memilih membawa pulang istrinya yang sangat berharga baginya dan ia tidak berkontribusi banyak pada perusahaan. hal itu tidak akan membuat dirinya rugi besar.
sesampainya dirumah ervin memarkirkan mobil di bagasi rumah. "kamu bisa jalan atau mau saya gendong?" tanya ervin.
"gendongg" ujar revelyn lemas sembari tersenyum. tentu saja pria itu dengan senang hati membawa revelyn masuk kedalam rumah.
mereka berdua mengganti pakaian di kamar masing masing lalu tak lama ervin masuk kedalam kamar revelyn untung saja revelyn sudah selesai mengganti baju.
"apa itu?" tanya revelyn melihat ervin membawa beberapa barang di plastik yang ia jinjing.
"tadi saya suruh pak haikal belikan semua yang bisa menyembuhkan orang sakit haid" revelyn terkekeh pelan mendengar hal itu. "kamu tiduran saja saya pakaikan"
"apakah itu manis" tanya revelyn yang membuat ervin menggeleng pelan. revelyn selalu menjadi sweet ketika masa periodnya.
"kamu ngomong gitu ke siapa aja?" tanya ervin sembari menempelkan mestrual pad pada perut revelyn.
"semua orang" ervin tersenyum merasa tidak kaget. "aku bilang ke semua orang kamu manis" bohong jika pipi ervin tak memerah, bohong jika ia tidak ingin melopat kegirangan dan bohong jika ia tidak ingin dribble.
"whatever" ujar ervin sembari menahan rasa saltingnya.
"ih kamu lucu deh kalo salting, aku jadi pengen punya pacar" ervin mengerutkan dahinya mendengar ucapan istrinya. "kamu jadi pacar aku pelis seminggu aja gitu kamu pernah pacaran kan? ajarin akuu"
"ga bisa kamu masih haid" revelyn memukul pelan paha ervin.
"ANAK SMA MANA YANG PACARAN GITUAN!?" tanya revelyn yang kesal.
"banyak.. kamu aja gatau"
"aku mau yang normal yang kiyowo kiyowo yang kek gombal gombalan bercanda peluk pelukan" revelyn tersenyum membayangkan sesuatu di kepalanya.
"cium ciuman ya akhirnya gitu deh" lanjut ervin yang menghancurkan halusinasi revelyn. "hehe just kidding babe" ervin memeluk revelyn sembari naik ke atas ranjang.
revelyn membalikan posisi mereka membuat dirinya ada di atas ervin. "ahh enak banget" revelyn memeluk ervin yang menghangatkan tubuhnya mengingat cuaca di luar rumah terlihat mendung.
tiba tiba dengan jahilnya revelyn meremas dada ervin yang terbentuk karena ia berolahraga dan menjaga badannya. "kamu kalo aku bales ngambek" ujar ervin.
"engga" tentu saja pria mana yang akan melepaskan kesempatan seperti itu. ervin meremas dada revelyn penuh hasrat.
"haa enakk, pelan pelan" revelyn merubah posisi tubuhnya menjadi berbaring. "ayo!" titah revelyn.
"males ah, aku dapet apa?"
"tuhkan kamu mah suka gitu udah mending mending aku bolehin buat megang megang sok? emang cowo lain boleh? gada cuman kamu"
"iyaya" sebaiknya ervin lanjutkan sebelum revelyn meledak.
"ahh" revelyn memegang tangan ervin yang memelintir bagian yang sangat fatal. "apaan si"
"gemes sih"
"cuddle mee" revelyn memeluk ervin bagaikan gulingnya.
"okay baby" ervin mengelus elus kepala istrinya itu. "gimana pkl kamu? bentar lagi mau beres kan?" tanya ervin yang ingin istrinya berbicara. "re" panggil ervin.
beberapa detik berlalu revelyn masih tak menjawab ervin. "kebiasaan deh orang ngomong ga dijawab!" ervin menarik pipi chubby istrinya pelan. "re!" bentak ervin yang menjadi khawatir.
ervin membalikan posisi istrinya, terlihat revelyn memejamkan mata. dengan jantung yang berdebar kencang serta keringat dingin yang menetes dari pelipisnya ervin memangku revelyn berjalan secepat yang ia bisa untuk menuju mobil.
"sayang.. kamu kenapaaa" guman ervin sembari menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. "bertahan okay.."
sesampainya di rumah sakit para dokter dan juga suster langsung mengambil alih revelyn. "mohon tunggu sebentar ya pak kami akan lakukan pemeriksaan menyeluruh pada nyonya hartanto"
ervin duduk di kursi tunggu dengan keputus asaan matanya menatap kosong. rambutnya menjadi tak berbentuk ervin benar benar takut terjadi sesuatu kepada istrinya. ia menjadi menebak nebak apa yang ia lakukan pada revelyn hingga revelyn mendadak tak sadarkan diri.
beberapa menit berlalu dokter menghampiri ervin yang sedang duduk. "pak hartanto" panggilnya seketika ervin berdiri.
"bagaimana keadaannya? dia baik baik saja kan?"
"kami telah melakukan sejumlah pengecekan, nyonya terkena tumor di rahimnya. kami akan melihat dahulu hasil lab yang belum bisa keluar sekarang untuk menentukan langkah apa yang kami ambil, apakah itu mengangkat rahimnya atau tumornya saja atau hanya memakan obat obatan" jelas dokter.
"keadaanya?"
"istri bapak sudah sadarkan diri sudah kami pindahkan ke bangsal vvip" mendengar hal itu ervin segera menyusul istrinya. rumah sakit itu merupakan milik kakeknya sehingga ia sangat tahu jalannya.
brakk
ervin membuka pintu sangat keras, perasaannya tercampur aduk melihat istrinya berbaring diatas kasur rumah sakit.
"re.." ervin menghampiri revelyn dan memegang tangan istrinya.
"maaf ya?"
"buat apa?" ervin mengelus elus tangan istrinya.
"kalo aku ga bisa punya anak sama kamu" air mata ervin jatuh tangisnya pecah mendengar istrinya berkata seperti itu. air matanya bahkan membasahi tangan revelyn yang sedang di genggam ervin. "kamu bakalan dijodohin lagi kan? cari cewe yang bisa buatin anak" hati ervin benar benar hancur mengtahui revelyn yang tak tahu seberapa besar cinta ervin pada wanita itu.
"masa bodoh dengan anak. kamu lebih penting! aku ga akan mau punya anak kalo ibunya bukan kamu" ujar ervin sembari menahan tangisnya. bagaimana pun ervin malu terlihat rapuh di depan wanita yang ingin ia jaga.
"kita juga gak akan nikah kalo ga dijodohin buat penerus perusahaan" perkataan itu bagaikan pedang yang membelah ervin menjadi dua.
KAMU SEDANG MEMBACA
child grooming
Romancepria dewasa yang dijodohkan keluarganya dengan seorang remaja sma. kehidupannya begitu rumit 18+
