u know?

1.1K 19 2
                                        

3 tahun lalu..

revelyn bersama dengan jayden dan leo pergi ke thailand untuk menonton konser seorang idola revelyn selama libur semester. jayden tidak mengetahui siapa artis tersebut. tetapi, karena revelyn mengajaknya ia ikut saja. alasan revelyn mengajak jayden karena keluarnya jayden memiliki banyak properti di thailand bahkan pesawat pribadi.

"shit!?" ucap revelyn terkejut melihat salah satu properti jayden di thailand yang sangat amat mewah dan besar bahkan lebih mewah daripada rumahnya di indonesia.

"GILA BRO!?" ujar leo yang sama sama merasa terpukau.

"ayo masuk masuk" ajak jayden sebelum ada yang melihat kedua temannya terlihat udik.

setelah menunjukan kamar mereka masing masing jayden menunggu kedua orang itu di dalam mobilnya untuk mengajak mereka berbelanja.
"GILA GILAA" ucap revelyn sembari memasuki mobil jayden bersama leo yang duduk di kursi penumpang

"akhirnya aku bisa belanja langsung di bangkok!" lanjutnya.

"siap siap aja deh uang kamu bakalan habis, bakalan lapar mata lo semua" ujar jayden sembari terkekeh.

sesampainya di tempat perbelanjaan dimana biasanya revelyn mencari jasa titip mereka langsung menemukan banyak hal yang ingin mereka beli.

"beli re" leo menunjukan sebuah rok levis dengan potongan yang sangat pendek bahkan seperti sabuk. revelyn terkekeh lalu memutarkan matanya ke arah leo.

"guys im so sorry aku di telfon kayanya harus pergi" ucap jayden sembari menghampiri revelyn dan leo. "tenang aja tenang kalo udah beres nanti telfon aku aja nanti di jemput, duluan ya" ucapnya terburu buru sembari tak lama menghilang dari pandangan revelyn.

"semoga penjualnya bisa ngomong bahasa ingris" leo mengangguk.

setelah cukup lama belanja dari baju hingga makeup revelyn dan leo duduk di sebuah cafe dengan kantong belanjaannya yang sangat banyak.
"turunin elah belanjaan kamu dimeja ngehalangin pemandangan!" titah revelyn yang sedang makan pada leo.

"tinggal turunin apa susahnya!" leo menurunkan kantong belanjaannya yang berisi sepatu. mata leo terpaku kepada seorang pria yang sedang menyandarkan dirinya di mobil SUV yang sedang terparkir.

"suami kamu gasih?" tanya leo sembari menunjuk ke arah pria itu.

revelyn menyipitkan matanya karena ia lupa memakai softlens. dalam pengelihatannya yang pas pasan ia melihat orang yang berbadan seperti suaminya ia terlihat membalikan badannya ketika melihat seorang wanita yang sedang mengikat rambutnya lalu masuk kedalam mobil. pria itu terlihat senang dan masuk kedalam mobil lalu mobil itu pun pergi.

"yaelah" ujar leo saat melihat wajah revelyn yang terlihat konyol karena mencoba melihat jelas tanpa bantuan.

"ah mirip sih tapi masa iya? ngapain dia di thailand" ujar revelyn yang berusaha berpikiran positif.

"tau gitu aku videoin biar kamu bisa liat jelas orang deket juga" revelyn dengan terburu buru membuka ponselnya mencari photo ervin untuk memperlihatkannya pada leo. "yaelah orang aku udah pernah ketemu sama dia, tapi mirip sih kalo dimata aku.. tapi ya mana tau kan orang kan di dunia punya kembaran 7" leo berusaha agar temannya itu tidak tantrum.

"IH! MANA GA NGANGKAT TELFON AKU" ujarnya kesal sembari menekan nekan sesuatu di ponselnya membuat leo menutupi wajahnya merasa malu karena orang orang disekitar menatapnya.

"udah chill chill.. besok kita have fun biarin aja lah suami lu kalo have fun juga" spontan revelyn memukul leo kencang.

.

"DEMI APA LO HAMIL?" tanya leo terkejut saat mendengar revelyn. "cepet banget anjir ko bisa sih? tokcer banget. udah berapa bulan?"

"2" leo membuka mata sebesar yang ia bisa.

"ANAK SIAPA!?" tanya leo terkejut karena revelyn dan ervin baru bersama sebulan seingatnya.

"kamu mungkin" leo dengan spontan menutup mulut revelyn yang selalu bercanda di waktu yang sangat tidak cocok. apalagi sekarang mereka sedang ada di cafetaria kantor.

"yang bener ah lu, aku ga nyangka kamu kaya gitu re jujur.. perasaan aku tau setiap gerakan yang kamu ambil ternyata engga ya.. kita ga sedeket itu aku kecewa banget sih ga nyangka kamu kaya gitu.." ujar leo yang terlihat sangat kecewa.

"kamu ga inget?.." jantung leo berdegup sangat cepat. ia berusaha semaksimal yang ia bisa mengingat semua moment yang pernah ia lakukan bersama revelyn.

"Yang bener ah re! gua takut sama suami lu.. anak gue kasian ga punya bapak ntar"

"tolol" revelyn menoyor kepala leo bersyukur ia tak pernah berpacaran apalagi menikahi leo. "itu ada hitung hitungannya yang jelas anak ervin lah!"  leo tersenyum merasa lega. walau ia memang menyimpan rasa pada revelyn tetap saja jika menghamilinya adalah ide yang buruk

"yaudah ah gausah bercanda ga lucu" ujar leo kesal karena revelyn membuat rasa campur aduk di hatinya. "terus kenapa kamu akhir akhir ini sesih terus bukannya seneng ya mau ada bocil.. walau aku inget kamu ga suka bocil"

"itu salah satu alasan tapi ada alasan lain.. aku ga yakin sama ervin" leo mengerutkan dahinya.

"ga yakin gimana?" tanya leo yang tidak ingin salah berbicara mengenai hubungan mereka apalagi mempersuasif revelyn melakukan hal yang tidak tidak. bisa bisa nyawa leo lah yang terancam.

"gatau ah feeling aja"

"yeuh konyol.. jangan sampe kamu lakuin hal yang engga engga ya! aku pukul nih" ancam leo.

"yo.. kamu aja lebih takut sama aku" leo terdiam karena ucapan revelyn ada benarnya. "serius.. aku jadi kepikiran yang kita waktu itu di bangkok"

"ahh bukan kali re.. kan kamu bilang juga dia kemana si? inggris ya? ngapain ke thailand" ucapan leo memang ada benarnya tetapi tetap saja revelyn tidak merasa lebih baik mendengar ucapan leo. kecemasannya masih ada.

"yaudah deh kalo ada apa apa boleh kamu ke aku tapi janji suami kamu ga mukul ke aku" revelyn terkekeh mendengar ucapan leo.

"apaan sih suami aku bukan tukang pukul"

"iya.. bawahannya mungkin"

child groomingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang