18

837 55 1
                                        

Haira dan para sahabatnya merasa tercengang soal kimia yang dikerjakan oleh Arkana telah selesai dibagikan oleh guru mereka. Dihadapan mereka kertas jawaban kelompok mereka berisikan tulisan 90 yang membuat mereka mengangga syok. Mengingat perkataan Arkana yang mengatakan dirinya tidak bisa kimia kini mulai agak diragukan.

Masa tidak bisa kimia nilainya 90 sih? Lalu gimana dengan Hendri yang katanya jago kimia? Nilainyan
pasti lebih besar.

Arkana yang mampu mendapatkan nilai tinggi saja mengaku tidak jago kimia gimana dengan mereka berlima? Apa ada kata lebih tidak bisa dari tidak bisa?

Gila. Ini nilai terbesar kelompok mereka sepanjang sejarah!

Bahkan nilai mereka menjadi yang tertinggi di kelas. Dengan begitu mereka berjalan dengan dagu terangkat tinggi dan dada membusung. Teman-teman di kelas juga terlihat terkejut dengan nilai mereka dan bertanya-tanya dengan heboh.

Jerome dan Jovin semakin menaikkan dagu saat mendapati wajah Rusdi yang menatap mereka dengan wajah masam. Cowok itu dulu yang paling keras tertawa saat mereka di hukum sekarang giliran kelompoknya yang dapat nilai kecil. Mereka berlima puas tertawa.

"Semangat bro! Inget larinya yang kenceng!" Seru Jerome dengan nada mengejek

"Jangan lupa pasang name tag nilai kecilnya. Burung terbang ,Angsa atau telor bebek tuh nilai?" Jovin ikut berseru jahil

Rusdi menatap kearah Jerome dan Jovin sambil menaikkan jari tengah. Jovin dan Jerome mengabaikan dan sibuk tertawa puas.

"Berkat Kak Aka jadi tertolong dan dapet nilai tinggi" Haira berujar dengan bangga.

"Walaupun gue agak ngeri tapi kali ini gue setuju berkat si Arka kita jadi dapet nilai tinggi, puas banget gue lihat wajah asemnya Rusdi" Jerome menyetujui

"Lo udah bilang makasi belum sama Kak Arka?" Arumi bertanya pada Haira. Haira menggeleng

"Buruan cepet kirim pesan bilang makasi gitu. Sekalian lo masakin deh Kak Arka lumayan dapet kesempatan deket sama doi"

"Bener Ai" Andi menyetujui usulan Arumi. Haira mengangguk semangat lalu mengeluarkan Hpnya untuk mengirim pesan pada Arkana.

Kak Arka

Kak Arka
Hi..
Aku mau kasi tau kalau nilai kita udah keluar.
Makasi banyak ya Kak, berkat Kakak kelompok kita punya nilai tinggi 😊

Hi Haira
Emang berapa nilainya?
Iya sama-sama

90 Kak

Ok

Haira cemberut mendapati respon cowok cuek itu lalu mengetik pesan lagi.

Kak besok aku bawain Kakak bekal
Sebagai ucapan terima kasih
Tolong diterima

Ya
Makasi Ra

Sama-sama Kak😊

"Gimana?" Arumi menatap kearah Haira dengan penasaran.

"Aku udah bilamg sama Kak Aka kalau aku mau buatin dia makan siang besok. Untungnya Kak Aka gak keberatan"

"Bila perlu lo kasi dia racun cinta biar dia suka sama lo" Jovin berbicara dengan ngawur.

"Kalau ada sih aku kasi" Jawab Haira tak kalah ngawur

"Mending kita liatin si Rusdi di hukum" Andi mengusulkan. Jovin dan Jerome berpandangan sebentar lalu mengangguk

My First (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang