Haira menarik nafas berat seakan-akan telah melalaui hari yang berat padahal hanya patah hati biasa bagi anak remaja pada umumnya. Dari kemarin Haira udah rapalin dalam hatinya buat move dari Arkana.
Haira berjalan pelan menuju kearah lantai dua dengan kedua tangan yang menggengam erat talis tasnya.
Matanya melebar saat berpapasan dengan adik kelasnya. Salah satu sumber kesakitannya. Itu dia Gisella dengan rambut panjangnya sedang tertawa dengan kedua temannya.
Lama Haira mengamati gadis itu. Haira akui kalau Gisella memang cantik, mungkin itu sebabnya Arkana suka padanya.
Saat mereka berpapasan, Gisella menyapa Haira dan memberikan senyuman. Menahan rasa tidak suka yang mendadak muncul di hati, Haira membalas senyum itu dengan terpaksa. Semoga aja wajah Haira gak kelihatan aneh
Haira gak sanggup lihat wajah Gisella apalagi Arkana! Dua orang itu udah Haira blacklist!
-
"Assekk princessnya gue masuk juga"
Ketika tiba di kelas suara Jovin menyambut Haira, mau tak mau Haira tersenyum lebar.
Haira lantas duduk di kursinya di samping Arumi.
"Tadi aku papasan sama Gisella" bisiknya. Arumi membola
"Gila dimana?"
" Sebelum naik ke lantai dua. Dia senyum sama aku"
"Terus lo bales gitu senyumnya?"
"Baleslah masak dia senyum aku cuekin sih lagian dia gak salah kan kalau punya hubungan sama Kak Arka"
"Ngapain lo bilang Kak sama si Arka segala? Monyet satu itu gak pantes! Enak aja udah mainin perasaan sahabat gue mau hidup tenang. Gak ya"
Haira mengedikkan bahu "Ya gimana, Aku juga gak bisa nyalahin dia. Entah aku yang emang dasarnya baperan sendiri"
"Bukan lo" Arumi menyangkal "Dia itu dong jadi cowok jangan sok kasi perhatian. Kalau gitu siapa sih yang gak baper? Udah lupain cowok brengsek itu. Mending lo cari doi baru. Entar gue kenalin deh sama anak kelas sebelah"
"Gak usah dulu aku masih belum siap kalau tiba-tiba nyari orang baru"
"Kapanpun lo siap, gue ada kenalan banyak cowok-cowok ganteng selain Arkana. Walaupun di akui dia itu premium tapi ada juga kok sekelas itu atau yang mirip-mirip"
-
Dan selama satu minggu penuh Haira berhasil menghindari Arkana disetiap kesempatan mereka bertemu.
-
"Lo kenapa bro? Muka lo kayak ada beban gitu?" Enzo yang duduk disebelah Arkana jadi mumet lihat wajah sahabatnya.
"Gak ada" Jawab Arkana seadanya
"Gak ada gimana? Jelas-jelas wajah lo jelek gitu"
Arkana mendelik "Enak aja"
"Kalau ada apa-apa lo bisa cerita sama gue atau Hendri"
"Gak ada. Udah lo fokus aja. Gangguin gue aja"
"Dasar" Enzo mencibir
Arkana mengabaikan Enzo dan memilih diam. Akhir-akhir ini entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya dan Arkana gak tau apa itu.
Padahal satu minggu ini berjalan seperti biasa, lalu apa ya kira-kira yang mengganggunya? Aneh.
Sebenarnya ada satu hal yang mengganjal di hatinya dan Arkana agak enggan mengakui karena terasa aneh dan tidak masuk akal. Entah kenapa Arkana merasa jika adik kelasnya Haira menghindarinya akhir-akhir ini, tapi untuk apa?
KAMU SEDANG MEMBACA
My First (End)
Ficção Adolescente"To My First, I Love You so much " Haira, Kisah Haira yang secara diam-diam menyukai Arkana dan berharap mendapatkan pria itu di akhir kisahnya. (Slow burn romance) #gs! #Markhyuck #lokal
