44

846 54 0
                                        

Semua terlalu cepat, bahkan Arumi masih terdiam karena syok dengan apa yang baru saja terjadi.

Haira sekuat tenaga menahan air matanya. Dia tidak boleh menangis!

Dengan cepat Haira menatap Yerika dan maju mendekat lalu melayangkan tamparan yang sama kerasnya yang membuat Yerika terkejut sekaligus kesakitan

"Emang lo aja yang bisa nampar! Gue juga bisa!"

Yerika gak nyangka adik kelasnya ini berani melawannya jadi dengan cepat ia menarik rambut Haira dengan kuat tapi tentu saja Haira juga melakukan hal yang sama.

Ha Haira gak akan kalah!

Arumi tersadar dari rasa syoknya lantas berusaha memisahkan keduanya begitu pula dengan teman Yerika.

Battle antara Yerika dan Arumi tambah parah. Tarikan rambut, tarikan baju dan cakaran dilakukan, sepertinya tenaga mereka mendadak besar.

"Dasar brengsek!" Yerika menjerit marah saat tangan Haira berhasil melukai wajahnya ia kemudian melakukan hal yang sama.

"Lo yang brengsek! Tukang selingkuh!"

Mendengar seruan Haira membuat Yerika meradang dan melakukan tindakan lebih anarkis. Tapi Haira tidak akan membiarkannya menang dan ikut melakukan hal yang sama melukai wajah Yerika.

"Cewek gila stop!" Arumi berteriak nyaring sambil menarik rambut Yerika, ingin membuatnya berhenti

"Woi! Woi kalian!!"

Wina berlari kearah pertengkaran itu, berusaha ikut menghentikannya. Wina itu anggota OSIS jadi dia harus menghentikan hal ini.

"Stop! Lepasin tangan kalian masing-masing!"  Seru Wina

"Suruh dia! dia duluan!" Haira berseru marah

"Gue gak akan berhenti sebelum puas!"

Wina segera memisahkan mereka dibantu dengan Arumi dan teman Yerika. Perlu beberapa waktu sampai akhirnya mereka berhasil lepas.

Sebelum mereka kembali saling serang, guru piket yang sedang melakukan tugasnya untuk memastikan semua murid masuk kelas datang

"Apa-apaan ini?"

Bu Farah berseru galak melihat dua muridnya baru saja bertengkar dilihat dari pakaian mereka yang kusust, rambut acak-acakan, wajah memerah dan lecet sana sini

"Ikut saya keruang BK sekarang juga! Yang lain kembali ke kelas masing-masing!"

-

-

Haira dan Yerika duduk di ruang BK dengan Pak Ruazi yang duduk dihadapan mereka. Wajahnya tampak muram begitu melihat keadaan mereka berdua

"Jelaskan pada saya kenapa kalian berdua bertengkar?"

Suara Pak Rauzi sangat tidak ramah. Beliau adalah guru terkiller di sekolah mereka. Bahkan siswa yang nakalpun tidak berani berkutik

"Dia duluan yang panggil saya brengsek sama pukul saya pak" Haira berkata dengan berani karena masih kesal dengan kelakuan Yerika

"Dia yang pukul saya!"

Haira menatap Yerika "Enak aja lo yang duluan! Ngaku lo!"

"Haira!" Ujar Pak Rauzi mengingatkan saat Haira berdiri dan mulai menunjuk-nunjuk Yerika

Haira membuang nafas lalu duduk kembali. Kali ini tatapan Pak Rauzi mengarah kearah Yerika

"Benar itu kamu yang memulai?"

"Ngaku!" Seru Haira

"Haira! Biar saya yang bicara" Pak Rauzi sekali lagi mengingatkan

"Yerika?"

My First (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang