2 tahun pernikahan

50.1K 1.3K 7
                                        

Selama 2 tahun pernikahan ini bukannya bahagia seperti yang revan bayangkan tapi nara istrinya begitu sibuk dengan kerjaannya sebagai seorang model yang naik daun saking sibuk dengan karir nya nara sampai tidak punya waktu di rumah dan berbakti kepada suaminya.

Di awal pernikahan mereka memang masih ada waktu untuk bermesra-mesraan tapi saat nara di tawar seorang agensi untuk menjadi model dan mulai banyak tawaran kerjaan membuat nara sibuk hingga tidak ada waktu untuk melayani suaminya.

Bahkan menemani makan pagi saja nara tidak pernah punya waktu,karena pukul 5 nara sudah beranjak dari rumah untuk ke kantor nya,karena ada foto shoot tentang produk yang mengendorsnya.

Dari situ juga sifat istrinya semakin dingin,sudah tidak lembut seperti mereka pacaran dan awal pernikahan mereka,tapi revan masih tetap mencintai istrinya mau bagaimana pun juga ini sudah resiko yang harus ia terima saat menyetujui nara untuk bekerja.

"Istri saya sudah pergi?."tanya revan kepada salah satu pembantu yang ada di rumahnya.

"Sudah pak,ibu pergi tadi seperti biasa."jawab mba narti sambil menunduk sopan.

"Pagi ini saya tidak makan di rumah,kalo istri saya sudah pulang tolong hubungi saya."perintah revan dan di jawab anggukan oleh sang pembantu dengan sopan.

"Baik pak."

Revan pun kelur menuju mobilnya yang ada di garasi,hari ini ia akan menyetir sendiri untuk pergi ke kantor yang jarak dari rumah butuh 1 jam untuk sampai.

Di perjalanan revan sibuk dengan hp yang ada sambungan telpon dari asistennya di kantor kalau sudah ada klien mereka yang sedang menunggu nya.

Saking tidak fokusnya dengan jalanan,ada sebuah mobil yang rem di atas rata-rata melaju dengan cepat lawan arah hingga mobil itu menabrak kuat mobil yang revan kendarai.

Bruk bruk bruk

Mobil revan sudah hancur parah,mobilnya terbalik.orang-orang pun langsung datang berbondong-bondong untuk menolong revan yang terjebak di dalam mobil itu,dan ada salah satu dari mereka juga menelpon ambulance.

Tak selang berapa lama pun ambulance datang,dan langsung mengangkat tubuh revan yang sudah di keluarkan oleh pengendara lain.

Revan langsung di larikan ke rumah sakit dan di masukkan ke igd dan mereka langsung memberi penanganan untuk revan.

salah satu suster juga menghubungi keluarga revan, mulai dari sang istri tapi tidak ada jawaban,dan menelpon kedua orangtuanya,dan tidak ada jawaban sama sekali akhirnya suster itu pun menelpon rumah dan kepala pembantu menjawab dan ia syok.

Mbo siti pun langsung menghubungi sang nyonya tapi tidak di terima akhirnya ia menelpon kedua orang tua revan dan di jawab dan mereka kaget luar biasa,bunda langsung menyuruh ayah untuk pulang sekarang juga padahal ayah lagi dalam perjalanan bisnis.

Pukul 15.30 bunda dan ayah baru sampai di rumah sakit mereka langsung pergi ke ruang operasi karena revan masih di operasi disana.

"Tuan,nyonya."sapa mbo siti dengan sopan karena  melihat kedatangan dua paruh baya itu.

"Bagaimana dengan anak saya siti,revan tidak apa-apa kan kenapa hal ini bisa terjadi kepadanya?."tanya bunda dengan cemas.

"Pak revan akan baik-baik saja nyonya,pak revan seperti ini karena mengalami kecelakaan."jawab mbo siti dengan menunduk takut.

Mendengar itu membuat tangisan bunda semakin kencang membuat papa langsung memeluk bunda untuk menenangkan istrinya itu.

"Lalu dimana nara?,kenapa tidak ada dia disini menemani revan?."tanya papa karena tidak melihat keberadaan menantunya itu.

"Nyonya tidak ada tuan,nyonya tidak menjawab telpon saya.dari pagi sampai sekarang nyonya pergi untuk foto shoot."jawab mbo siti.

"Memang kurang ajar perempuan itu,ini lah alasan bunda nggak suka sama perempuan gila itu dia itu cuman mentingin karir nya di banding suaminya."marah bunda karena ketidakpedulian nara kepada suaminya.

Papa yang mendengar itu juga merasa marah karena di saat-saat seperti ini anaknya membutuhkan kehadiran istrinya,papa langsung menitipkan bunda ke mbo siti karena papa akan menghubungi nara si paling sibuo kerja itu.

Tiga kali papa menelpon dan baru di jawab oleh nara disitu papa tidak memarai nara tapi papa dengan tegas dan bantahan  menyuruh nara untuk datang ke rumah sakit karena revan kecelakaan.

Mau tidak mau nara langsung datang sekarang juga ke rumah sakit,sampai di rumah sakit ternyata revan baru selesai di operasi mereka langsung ke ruang dokter untul mendengar diagnosa dokter kepada revan.

"Dok gimana keadaan anak saya,anak saya nggak pa-pa kan dok?."tanya bunda saat mereka sudah sampai di ruangan dokter

"Alhamdulilah pasien masih bisa di selamatkan,hanya saja saya punya kabar buruk tentang pasien."jawab dokter dengan mengehela nafas dengan berat

"Apa apa dok?,apa yang terjadi dengan putra saya?."tanya papa karena ia begitu khawatir.

"Pasien mengalami kelumpuhan di seluruh badan di karenakan tulang belakang yang patah dan pasien mengalami stroke karena pecahnya pembuluh darah."jawab dokter dengan berat.

Bunda yang mendengar itu langsung histeris bahkan ia sampai pingsan,nara dia cuman bisa terdiam dengan membatu,ia masih mencerna apa yang terjadi dengan suaminya,dan ia masih memikirkan masa depannya dengan suaminya yang sekarang sudah tidak berguna.

Sungguh rasanya nara ingin sekali kabur karena dia tidak suka dengan takdir seperti ini karena ini sangat membuatnya susah karena harus hidup dengan orang yang tidak berguna.

###

Selama 1 pekan ini bunda yang mengurus revan,karena nara masih sibuk dengan foto shootnya padahal suaminya sedang terbaring koma tapi nara masa bodo,bunda sudah memarahi perempuan itu tapi hanya di anggap angin lalu saja.

Papa pun hanya bisa diam saja tidak membela nara lagi seperti dulu kalau di marahi oleh istrinya.

Sekarang bunda sedang membersihkan badan revan yang sudah 3 hari ini sengaja tidak membersihkan badannya karena alat-alat yang terpasang.

Sekarang kondisi revan sudah sangat mengiris hati,dengan telapak kaki kiri yang bengkok,tangan kanan yang menekuk kaku di dada,dan jari-jari yang saling mengepal,mulut yang sudah bengkok ke kiri dan terbuka,rambut yang sudah di botak karena ada jahitan disana,dan berat badan yang sudah menurun banyak.

"Bunda mohon bangun nak,bunda nggak bisa lihat kamu tersiksa kayak gini revan hiks hiks hiks."tangis bunda dengan lirih karena tidak tega melihat kondisi anaknya.

5 bulan kemudian revan sadar dari koma panjangnya,bunda yang melihat itu langsung memanggil dokter dengan bahagia karena anaknya sudah sadar.tapi kebangunan revan tidak membuat bunda hilang rasa khawatir yang ada semakin khawatir karena revan tidak bisa bicara bahkan mulutnya itu terus mengeluarkan air liurnya.


















Sorry kalo gaje soalnya emang buat kesenangan diri aja buat cerita ini.

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang