Ke rumah omah (2)

17.6K 538 3
                                        

"Oh iya mari dill,kita antar kamu dan revan ketemu omah dulu"ujar tante amber yang sudah berdiri sambil merangkul tangan nadilla.

Dan yang dorong kursi roda mas revan itu adalah om fariq,tidak banyak orang yang ikut.karena keadaan omah sekarang tidak boleh membuat pengap di kamarnya,kamar omah berada juga di lantai bawah dan tak jauh dari ruang tamu.

Tok tok tok

"Mah kita masuk yah,revan dan istrinya sudah datang"setelah minta izin,tante amber langsung membuka handle pintu.

Pertama yang nadilla rasakan adalah,ruangan yang hawanya sama persis seperti saat pertama kali masuk ke ruangan inap di rumah sakit,dan bau obat-obatan yang sangat tercium jelas.

Yang membuat nadilla kaku adalah,di depan sana ada sosok perempuan yang begitu sepuh sedang terbaring dengan lemas di kasur itu dengan di keliling tabung oksigen,dan selang-selang yang bertengger di badan omah itu,omah memang sadar,matanya masih terbuka dan melihat ke atas dengan pandangan yang kosong.

Tante amber menaruh tangan nadilla di bawah tangan omah yang begitu dingin sekali,dan pucat itu.

"Ini nadilla mah,istrinya revan,cucu oma"tante amber memperkenalkan nadilla pada omah dengan berbisik di telingannya.

Mendengar nama cucu laki-lakinya di sebut,mata omah langsung merotasi ke samping dan melihat nadilla yang sedang berusaha agar tegar tersenyum,sungguh nadilla ingin sekali menangis karena melihat kondisi omah yang sangat jauh dari kata sehat.

"Dia yang selama ini rawat revan mah,sampai revan udah bisa bicara loh omah.coba omah lihat ini revan"tante amber langsung menarik tangan revan dam menaruh di atas tangan omah,karena tangan nadilla sudah berada di bawah tangan omah.

"Om-ah"panggil revan dengan suara getarnya.

Tante amber dan om fariq sudah tidak bisa menahan tangis mereka lagi,mereka paling tau mamah mereka begitu menunggu kehadiran revan,karena cuman revan saja yang jauh dari omahnya,sedangkan cucunya yang lain selalu berada di sampingnya tiap hari.

"Ma-afin revan om-ah hiks hiks hiks"tangis revan dengan sesenggukan.

Tante amber mengelus bahu revan untuk menenangkannya.

"Re-van ke-si-ni sa-ma is-tri Re-van om-ah"

"Hai omah,kenalin aku nadilla,istrinya mas revan,aku janji sama omah bakalan jaga cucu omah ini dengan baik,dan mencintainya dengan tulus.omah sehat-sehat yah biar kita bisa kumpul terus sama-sama,mokoknya nanti dilla dan mas revan bakalan sering kesini liatin omah,jadi omah nggak usah sedih lagi deh karena jarang di jengukin revan,karena selama ada nadilla kita bakalan sering kesini omah"ucap nadilla menahan suara getarnya karena ia ingin mengeluarkan air matanya lagi.

Omah yang mendengar itu juga ikut terharu,sampai mengeluarkan air matanya satu tetes,tante amber langsung melap air mata itu dengan pelan.

"Kalo gitu amber bawa mereka dulu ke kamar yah mah,kasian revan pasti capek banget abis dalam perjalanan panjang"ujar tante amber.dan membawa dua ponakannya itu ke kamar mereka,dan om fariq yang menemani omah dulu karena nanti ayah dan bunda akan giliran masuk.

"Ini kamar kalian,kalo ada perlu apa-apa nanti tanya sama orang rumah aja yah dill"ucap tante amber setelah mengantar mereka ke kamar yang tidak jauh dari kamar omah.

"Iya tan,makasih banyak yah"setelah itu nadilla langsung mengunci pintu kamar saat melihat tante amber sudah berlalu dari kamar mereka.

Ia langsung memindahkan mas revan ke atas ranjang,dalam posisi bersandar di kepala ranjang dengan bantal yang di taruh di belakang punggung mas revan,dan satu bantal lagi di bawah kedua kakinya.

"Aku masukin baju dulu ke lemari yah mas"sebelum beranjak nadilla memberi kecupan hangat di dahi mas revan.

Mas revan pun hanya melihat kesibukan nadilla saja,karena dia juga bingung mau bilang apa,menatap wajah nadilla saja sudah membuat mas revan senang.

"Akhirnya selesai juga"nadilla langsung naik ke ranjang dan baring di paha mas revan,mereka langsung saling tatap dengan tersenyum.

"Ganteng banget suami aku"puji nadilla dengan gemas.

"Ka-mu ju-ga can-tik"balas mas revan tak mau kalah.

"Hahaha kalo itu mah aku udah tau yah"ucap nadilla dengan pedenya,mereka berdua pun saling tertawa.

Nadilla mengelus pipi mas revan yang sudah tidak tirus itu lagi dengan pelan,berat badan mas revan sudah naik meningkat,dan sudah semakin membuat nadilla kewalahan untuk memindahkan tubuhnya.

"Cepat sembuh yah mas"ucap nadilla pelan.

"Iy-a,ja-ngan per-nah ting-galin ak-u"

"Nggak akan,aku nggak akan pernah ninggalin kamu mas,aku bakalan pergi kalo kamu yang nyuruh"

"Ma-ka-sih"mas revan mencium kening nadilla dengan lembut.

Mereka pun saling diam dan tersenyum memikirkan masa depan mereka yang cerah nanti.






















Bucin terus pasutri lama ini wkwk.

Jangan lupa vote banyak² dan coment okey dan bagiin ke yang lain.

Love you guys🩷

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang