Aku mencintai mu mas

34.8K 1K 7
                                        

Jam 5 nadilla bangun untuk memandikan mas revan,oh iya kedua orang tua mas revan tidur di bawah dan nadilla tetap tidur di kamar mereka tanpa sepengetahuan kedua paruh baya itu karena kalo sampai ketahuan bakalan kena masalah mereka semua.

Dia pun bangun dan membangun kan mas revan dengan pelan sambil mengelus rambut suaminya itu dengan lembut.

"Bangun yuk mas,udah pagi loh waktunya bersihin badan biar sarapan sama bunda dan ayah kamu."ucap nadilla dengan suara lembutnya.

Mas revan pun membuka kedua matanya pelan-pelan karena masih menyadarkan dirinya sepenuhnya dulu.

"Masya Allah gantengnya suami aku kalo abis bangun tidur ih."puji nadilla dengan senang menatap mas revan yang juga menatapnya.

"Peregangin kaki dan tangan dulu yah."kata nadilla sambil memberi sedikit peregangan pada tubuh suaminya.

Setelah itu baru nadilla memandikan mas revan di kamar mandi,selesai mandi seperti biasa mengganti pakaian setelah itu giliran nadilla yang mandi bari mereka turun ke bawah untuk sarapan.

"Selamat pagi anak bunda,udah ganteng yah anak bunda ini."ucap bunda sambil memberi kecupan sayang kepada mas revan yang hanya duduk diam.

"Biar saya saja yang suap revan,kamu bisa makan sama yang lain di belakang."kata bunda menatap nadilla yang sudah siap untuk menyuapi mas revan.

"Oh iya nyonya,kalo gitu saya ke belakang dulu permisi."pamit nadilla dengan sopan,sebelum pergi ia diam-diam mengelus bahu mas revan.

Mas revan pun memutar bola matanya kiri kanan, untuk mencari keberadaan nadilla tapi ia tidak menemukan nadilla sama sekali.

"Sarapan dulu yah van,bunda suapin kamu."ucap bunda sambil duduk di depan kursi roda revan.

Bunda langsung menyuapkan bubur yang sudah ada di sendok khusus bayi itu ke dalam mulut mas revan,tapi lelaki itu tidak menelannya.yang ada seperti awal bunda merawat revan terjadi lagi,lelaki itu mengeluarkan makanannya dari mulutnya.

"Ya Allah revan kok di keluarin sih buburnya nak,kamu nggak suka sama buburnya yah atau lagi nggak nafsu makan kamu sayang."ujar bunda sambil melap mulut revan dengan tisu kering.

Nadilla yang mendengar mas revan tidak makan,langsung keluar dari dapur dengan cepat sambil mendekat ke arah suaminya yang hanya menatap kosong pada bunda.

"Biar saya saja yang suapin tuan nyonya."ucap nadilla dengan menatap memohon pada bunda.

"Udah bun biar revan di suapin perawatnya aja,mungkin revan mau makan sama perawatnya.bunda sarapan saja katanya abis ini mau jalan-jalan di taman sama revan."bujuk ayah kepada sang istri yang masih setia memegang mangkuk bubur revan.

"Ya sudah mungkin revan emang nggak mau di suapin sama aku,ini dil kamu suapin aja revan siapa tau emang dia mau di suapin kamu."

Nadilla pun menerima mangkuk yang bunda berikan itu,bunda langsung pindah tempat di samping suaminya sambil melihat semua gerak-gerik nadilla yang menyuapi anaknya dengan telaten dan penuh kesabaran.

Ia juga kaget karena ternyata memang revan mau makan kalo di suapi oleh nadilla,ya sudahlah mau bagaimana lagi yang terpenting anak satu-satunya itu ada isi perutnya.

"Nanti jam 10 kamu siapin revan yah dil,soalnya saya mau bawa revan jalan-jalan ke taman,karena selama lima tahun ini kayaknya dia udah bosan banget di rumah deh."kata bunda sambil mengaduk sereal yang di sediakan mbo siti

"Iya nyonya."

Mereka pun makan dengan diam,karena tidak tau lagi mau bercerita apa.karena bunda juga orangnya tidak terlalu terbuka ke orang baru.

"Ayah nggak ikut ke taman yah,karena siang ada klien yang nunggu ayah di kantor,jadi bunda sama revan aja yang kesana sama nadilla,oke."kata ayah sambil mengelus rambut mas revan dengan sayang.

"Iya nggak pa-pa nanti revan sama bunda aja,dil tolong yah bawa revan ke luar buar berjemur.saya mau ke kamar dulu sama ayah revan."

"Siap nya."nadilla pun mendorong kursi roda mas revan keluar untuk berjemur seperti biasa.

"Mas revan senang nggak?,abis ini nanti kita jalan loh ke taman,hirup udara segar di luar apalagi seperti kata bunda sudah lima tahun mas di rumah aja nggak keluar.paling keluar cuman di sini aja buat berjemur,kalo aku sih senang soalnya udah lama juga aku nggak ke taman.terakhir ketaman sih kayaknya pas waktu kuliah deh itupun udah satu tahun kemarin."cerita nadilla dengan tawa kecilnya yang sungguh cantik di pandangan mas revan.

"Gitu amat sih natapnya mas,nanti salting loh aku di lihat se dalam itu sama kamu."ucap nadilla dengan menahan saltingnya karena selalu di tatap sedalam itu.

Nadilla pun menggenggam tangan kiri mas revan yang mengepal itu dengan sayang dan juga menatap lelaki itu dengan cinta yang sudah tubuh yang dia pun juga tidak tau kapan tumbuhnya.

"Aku nggak tau kapan rasa cinta aku ini tumbuh ke kamu,yang terpenting aku selalu berdoa kepada Allah agar cinta ini mendapatkan balasan yang baik dari kamu.sejujurnya aku takut mas saat kamu sembuh nanti kamu akan menceraikan ku,tapi mau bagaimana pun itu memang sudah seharusnya karena aku menikah dengan kamu juga awalnya hanya untuk merawat kamu bukan untuk menjadi istri yang kamu cintai."terang nadilla dengan sendu.

Membayangkan saat mas revan sembuh,ia akan di ceraikan oleh lelaki itu dan dia akan menjadi janda di usia yang masih terbilang muda ini,dan dia akan kembali tidak punya siapa-siapa lagi seperti awalnya.

Karena nadilla tidak tau siapa orang tua kandungnya,karena ibu dan bapaknya tidak pernah bercerita tentang kedua orang tua kandungnya kepada nadilla.

Di umur 15 tahun baru nadilla tau kalo ia bukan anak kandung kedua orangtuanya,bagaimana nadilla bisa tau.jadi nadilla tau saat ia melihat berkas yang bertuliskan hak asuh nadilla yang di alihkan kepada kedua orang tuanya.

Nadilla juga membaca nama kedua orang tua kandungnya,dia juga sempat cari tapi nihil tidak mendapatkan hasil.karena sudah terlalu capek akhirnya nadilla menyerah saja,dia pun hanya mengikuti alur takdirnya saja yang kemana.

Yang terpenting hari itu ia hidup bahagia bersama kedua orang tua angkatnya,nadilla pernah suatu hari bertanya pada ibunya tentang kedua orang tua angkatnya bukannya menjawab malah ibunya itu menangis dengan sesenggukan,dari situ lah nadilla tidak pernah bertanya lagi karena ia takut ibunya akan kembali menangis lagi.

Mungkin saat dia sudah di ceraikan oleh mas revan,dia akan kembali mencari kedua orangtua kandungnya itu.





































Oke aku update terus karena selagi rajin ngetik wkwkk dan selagi mood juga :(

Karena kalo udah nggak mood bakalan malas banget buat ngetik :),

Makanya yang baca kasih vote dan coment dong biar aku tambah semangat buat ngetik bab selanjutnya lagi.

Aku ingetin lagi yah JANGAN LUPA VOTE AND COMENT DAN BAGIIN KE TEMAN-TEMAN KALIAN YANG LAIN OKEE.

LOPE YOU SEMUANYA ❤️

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang