Mereka pun lagi makan malam di ruang makan,nara yang masih berusaha bersabar menyuapi mas revan tapi lelaki itu sama sekali tidak mau menerima suapan itu.
"Panggil nadilla aja nara,dia nggak mau di suapin kamu sama bunda.jadi suruh nadilla aja yang suapin dia"suruh bunda karena tidak tega melihat revan yang tidak mau di suapi nara.
"Iya bun,nadilla"panggil nara kepada nadilla yang berada di dapur.
"Iya ada apa nyonya"jawab nadilla sambil berlari kecil ke ruang makan.
"Kamu suapin mas revan,dia nggak mau di suapin saya soalnya"ucap nara dengan menatap sinis ke revan diam-diam tanpa sepengetahuan kedua mertuanya.
"Iya nya"nadilla langsung duduk di depan kursi roda mas revan sambil tersenyum tipis.
Dia pun menyuapi lelaki itu sambil mengucapkan basmalah,dan yah seperti maunya revan lelaki itu menerima suapan dari nadilla dengan lahap.
Nara yang melihat itu hanya mengepalkan tangannya dengan kuat,sekarang dia betul-betul sedang dalam amarah yang besar karena berani-beraninya lelaki cacat itu mempermalukannya citranya di depan kedua orangtua lelaki itu.
"Tunggu aja pembalasan aku ke kamu van,berani banget kamu mempermaluin aku di depan orang tua kamu"batin nara dengan marah
Mereka pun makan dengan diam dan fokus,setelah selesai makan ayah dan bunda pamit pergi ke kamar duluan,nadilla juga langsung mengantar mas revan kembali ke kamar.karena malam ini dia akan tidur bersama mba narti,karena nara akan tidur dengan mas revan.
"Sana keluar"usir nara saat sudah sampai di kamar.
"Iya nyonya"nadilla sebenarnya tidak tega meninggalkan revan sendirian,tapi dia tidak punya keberanian untuk menolak perintah nara.
Nadilla masih belum memindahkan mas revan ke atas ranjang karena sudah di suruh keluar oleh nara.
"Senang yah kamu van,tadi udah permaluin aku di depan orang tua kamu!,iya kan jawab aku dasar laki-laki cacat kamu"marah nara sambil meramas bahu revan dengan kuku panjangnya itu.
"Kalo aja nggak ada mereka disini,kamu udah nggak aman di tangan aku.selama orang tua kamu masih disini kamu harus tidur di kursi roda kamu yang sama-sama benda mati itu sampai pagi tiba"nara mendendang kursi roda itu hingga oleng tapi tidak jatuh.
Kepala revan pun menunduk karena tadi kursi rodanya di tendang membuat posisi duduknya jadi berantakan,dia pun hanya bisa mengeluarkan air matanya saja dengan sedih.
Sungguh ingin sekali dia memanggil nadilla untuk membawanya pergi dari hadapan nara,tapi dia tidak bisa sama sekali karena dia belum bisa mengeluarkan suaranya itu.
Nara pun mematikan lampu di kamar,dan naik ke atas ranjang dan tidur tanpa memikirkan revan yang kesusahan di kursi rodanya.
Nadilla yang di kamar mba narti tidak bisa menutup matanya dengan lelap karena dia masih memikirkan keadaan revan yang sepertinya tidak baik-baik saja.
###
Pagi pun sudah tiba,nara juga sudah selesai mandi dan siap-siap.dia langsung membuka kamarnya dan kaget karena ada nadilla yang berdiri di depan itu.
"Nyonya"sapa nadilla dengan sopan.
"Urus laki-laki itu sebersih mungkin,jangan pernah lapor apapun kepada orang tuanya atau kamu akan saya beri pelajaran.paham"
"Pa-ham"jawab nadilla dengan terbata.
Dia pun masuk ke dalam kamar dan menutup kamar itu dan betapa kagetnya melihat mas revan.
"Ya Allah mas revan,hiks hiks hiks hiks.maafin aku mas aku nggak bisa buat apa-apa untuk bantuin kamu mas,sungguh aku betul-betul minta maaf sama kamu mas"nadilla meminta maaf sambil memeluk tubuh lelaki itu.
Revan pun yang mendapat pelukan nadilla hanya bisa mengeluarkan air matanya dengan pilu,dia ingin sekali berteriak kesakitan karena kejahatan nara.
Setelah menangis-nangis,nadilla pun langsung memandikan mas revan sebelum mandi dia juga tadi memberi sedikit peregangan dulu di badan lelaki itu agar tidak terkena spasme.
Setelah mas revan sudah siap,mereka berdua pun turun ke bawah seperti biasa untuk sarapan dan ternyata tidak ada bunda dan ayah karena dua paruh baya itu sudah pergi ke kantor karena mereka ada meeting mendadak.
Nara yah sudah pasti perempuan itu juga sudah pergi ke kantor untuk pergi foto shoot.
Jadi hanya tersisa nadilla dan revan saja yang sarapan di ruang makan,tapi pagi ini revan seperti lemas mungkin efek karena semalam ia tidur di kursi roda membuat tubuhnya jadi kesakitan atau nyeri.
Karena melihat revan yang kelelahan,itu membuat nadilla kembali ke kamar untuk tidur tidak berjemur.mungkin berjemur bisa di lakukan besok harinya yang terpenting mas revan baik-baik saja.
Sesampainya di kamar nadilla langsung memindahkan mas revan ke atas ranjang dan mengelus rambut itu dengan lembut agar bisa tertidur.
Dan butuh waktu lama mas revan langsung tertidur dengan lelap di alam bawa sadarnya,nadilla hanya tersenyum simpul saja karena selalu gemas dengan tingkah laku mas revan yang begitu persis seperti bayi.
Iya bayi dewasa wkwk.
Karena nadilla juga semalam tidak tidur karena memikirkan revan akhirnya ikut tertidur juga di samping lelaki itu sambil menaruh tangannya di bawah pinggang lelaki itu.
Wah akhirnya bisa tidur sama-sama juga yah hehe :)
Wah sampai sini aja bab kali ini,soalnya udah bingun mau ngetik apa lagi untuk bab ini karena udah kehabisan kata-kata dan imajinasi wkwk.
Semoga kalian suka yah ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Kedua
Fiksi UmumJangan lupa vote banyak-banyak yah guys,semoga suka dengan cerita ini ☆☆☆ nadilla di paksa menikah oleh suami orang untuk merawat suaminya yang mengalami kelumpuhan di seluruh badannya dan stroke selama 5 tahun ia di paksa menikah untuk membayar uta...
