Pagi ini dua pasutri yang mengawali hari yang indah dengan sarapan bersama di meja makan,dengan berbagai menu makan yang di buat oleh sang istri yang cantik sekali tak lupa di bantu oleh Art disini.
Menu sarapan hari ini adalah spesial request dari mas revan,ia merequest ayam saus kecap,sayur sop,dan makanan penutup kue brownies buatan nadilla.
"Pelan pelan aja makannya mas,nanti kesedak loh."ujar nadilla dengan lembut.
"Iya sayang,soalnya makanannya enak banget."balas mas revan dengan berbinar karena masakan buatan sang istri sangat enak.
Nadilla hanya menggeleng kepalanya saja melihat tingkah sang suami,ia pun lanjut menyuapi makanan untuk dirinya sendiri.karena ia juga butuh tenaga untuk bekerja hari ini,walau cuman di rumah saja.
"Siang nanti mau di masakin apa lagi?."tanya nadilla.
"Terserah kamu aja,tadinya mau suruh masak kayak gini tapi udah kamu buat jadi nggak kepengen lagi deh."jawab mas revan.
"Oke."
Mereka pun makan dengan tenang,setelah makan nadilla langsung beranjak berdiri untuk membantu sang suami jalan keluar karena vano sudah menunggunya.
"Bawa mobilnya hati-hati yah mas vano."pesan nadilla kepada asisten sang suami.
"Siap bu."balas vano dengan patuh.
Nadilla membalas lambaian tangan mas revan saat mobilnya sudah keluar dari pekarangan rumah,setelah itu ia masuk ke dalam untuk membersihkan meja makan ternyata mbo siti sudah lebih dulu membersihkan.
"Mbo siti udah makan belum?."tanya nadilla kepada Artnya itu.
"Sudah bu."
"Yasudah,saya naik ke atas dulu yah mbo."pamit nadilla,di jawab anggukan saja.
Sampai di kamar,nadilla membaringkan badannya di atas ranjang sembari memaikan hpnya,inilah kebiasaan yang ia lakukan saat di rumah saja.yaitu setelah mas revan pergi kerja,ia hanya main hp saja di kamar sampai jam makan siang tiba,setelah itu kembali ke kamar tidur,dan main hp,lalu datangnya sore juga akan seperti itu karena ia sudah tidak tau bekerja apa lagi,karena semuanya sudah di urus oleh mbo siti,jadi ia pun bingung untuk melakukan apa selain tiduran dan main hp saja.
Sungguh membosankan namun nadilla juga tidak tau harus buat apa,karena ia juga tidak punya teman yang bisa ia ajak kapan pun untuk jalan di luar.ingin mengajak ranum,namun ia sadar temannya itu adalah seorang dokter yang jam kerjanya sangat padat,jadi cukup sulit untuk bermain di luar.
Bunda juga masih berada di rumah omah sampai bulan depan,nadilla jadi semakin bosan di dalam rumah karena tidak punya siapa siapa untuk di ajak jalan.
Pernah suatu hari,ia mengajak mbo siti untuk belanja di mall,namun di tolak halus oleh mbo siti karena ia adalah tipe orang yang tidak suka jalan di luar,mbo siti lebih suka bekerja di rumah dan menetap di dalam kamarnya sambil beristirahat.
Mungkin efek umur mbo siti yang sudah tidak muda lagi,jadi membuat Art nya itu merasa malas ataupun kecapean untuk berjalan memutari mall itu dengan waktunya yang lama.
Mas revan juga sangat sibuk sekali,sampai tidak punya waktu lagi untuk piknik bersama nadilla seperti dulu,suaminya itu selalu saja tak punya waktu.pulang setelah magrib saja,nadilla sudah sangat bersyukur. karena kadang suaminya itu pulang ke rumah di atas jam 10 malam.apa tidak kesal nadilla melihat hal itu karena ia juga khawatir dengan kesehatan suaminya yang kapan kapan akan drop lagi.
Karena bosan main hp,nadilla sudah menutup matanya dan masuk ke dalam alam mimpinya yang indah itu,tidak tau kapan ia akan bangun dari tidur paginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Kedua
Ficción GeneralJangan lupa vote banyak-banyak yah guys,semoga suka dengan cerita ini ☆☆☆ nadilla di paksa menikah oleh suami orang untuk merawat suaminya yang mengalami kelumpuhan di seluruh badannya dan stroke selama 5 tahun ia di paksa menikah untuk membayar uta...
