Bagian 44

11.3K 359 12
                                        

Pulang dari kantor,nadilla langsung menyiapkan air hangat untuk suaminya.ia juga menyiapkan pakaian ganti yang sudah ia taruh di atas kasur mereka.

Selagi menunggu mas revan selesai mandi,nadilla memainkan hp nya untuk mencari tempat yang bagus untuk toko kue nya nanti.

"Susah juga nyari tempat yang strategis"gumam nadilla.

"Cepat banget mandinya,mau aku buatin kopi?."

"Boleh."

"Yaudah bentar aku ke bawah dulu buatin kopi buat kamu."

"Makasih."

Sampai di dapur nadilla langsung dengan gesit membuat kopi kesukaan mas revan,tak lupa juga ia mengambil cemilan untuk teman ngopi suaminya itu.

Setelah kopi sudah siap,nadilla kembali naik ke atas,sesampainya di kamar,ia menaruh nampan itu di meja dan bergerak ke samping suaminya itu dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.

"Capek banget hari ini? Mau aku pijitin malam nanti?."

"Boleh,gimana sama tokonya udah dapet belum?."

"Susah banget nyari tempat yang strategis."

"Cari yang dekat dekat rumah aja,biar nggak jauh kalo ke toko."

"Iya tapi masih nggak nemu tempatnya,minta tolong sama mas vano buat cariin bisa nggak."

"Nanti malam aku chat vano,minta tolong ke dia."

"Makasih suami ku."ucap nadilla tersenyum manis.

"Sama sama."

"Kopinya gimana? Pas atau kepahitan?."tanya nadilla karena dua hari kemarin ia membuat kopi terlalu pahit sekali,karena ia tak sengaja menambahkan porsi dari yang biasa.

"Pas kok,kemarin kan kamu sibuk banget makanya jadi nggak fokus nuangin kopi nya."jawab mas revan perhatian.

"Syukurlah kalo pas,takut banget kalo kepahitan banget,jadi kasian juga sama kamu yang minum kopi yang udah overdosis pahit."gurau nadilla yang sudah selesai mengeringkan rambut mas revan.

Ia pun duduk di samping mas revan,dan ikut menyemil kue yang ia bawa dari dapur tadi.

"Udah bilang bunda kalo kamu mau buku toko kue."

"Duh belum mas,rencana nya sih aku bilangnya pas kalo udah jadi atau nggak pas udah ketemu tempatnya gitu."

"Kasih tau sekarang aja,biar siapa tau bunda bisa bantu juga mulai dari beli perabotannya atau bahan bahan yang harus ada."

"Oke nanti pas makan malam aja baru aku telpon bunda."

Mereka pun kembali bercerita santai sembari menikmati sunset yang sudah muncul di sore hari ini,yang terlihat sangat indah di seberang sana.

☆☆☆

Hari ini vano sekretaris mas revan mengantar nadilla untuk mengecek tempat yang akan ia beli untuk membuka usahanya itu.

Tempatnya sangat bagus karena berada di depan sekolah dan kantor,jadi kalo mereka ingin membeli kue langsung ke tokonya.di tambah tempatnya juga luas walau tidak terlalu besar.

Setelah menimbang-nimbang dan mengobrol dengan mas revan di telpon,nadilla langsung menyetujui untuk membeli tempat itu.tak pakai lama mas vano langsung mengurus semua pembayarannya dengan uang yang sudah mas revan kirim ke rekening nadilla.

"Terima kasih banyak bu"ucap pak rudi—selaku pemilik tempat itu.

"Sama sama pak rudi,terima kasih kembali juga kepada pak rudi"balas nadilla dan membalas jabat tangan pak rudi.

Setelah itu mereka pun keluar sampai di luar di temani oleh pak rudi,sebenarnya vano langsung mau mengantar istri bosnya itu pulang,tapi nadilla menyuruhnya untuk singgah ke mall untuk membeli perlengkapan di tokonya nanti,selagi ada waktu agar nanti tokonya bisa buka lebih cepat.

Setelah dua jam nadilla belanja,mereka langsung menuju ke rumah karena waktu sudah mau malam,takutnya mas revan sudah pulang ke rumah.

Mobil pun berhenti di depan rumah,nadilla membuka seat balt nya.

"Makasih yah mas vano"kata nadilla dengan tersenyum tulus karena mas vano sudah menemaninya untuk mengurus keperluan toko.

"Sama sama bu,sudah tugas saya"jawab mas vano sopan

"Hahaha,yasudah saya keluar dulu.hati hati bawa mobilnya"pamit nadilla yang sudah berlalu ke dalam rumah.

Saat masuk ia langsung mendapatkan sang suami yang sedang duduk di ruang tamu dengan gadget yang ia pegang.

"Assalamualaikum mas,kenapa disini?"nadilla mendekat dan mencium punggung tangan mas revan.

"Waalaikumsalam,nungguin istri aku"jawab mas revan sambil mencium kening nadilla.

"Oalah,ayo ke kamar.aku mau bersih bersih dulu"nadilla beranjak bangun dan membantu mas revan yang masih menggunakan tongkat.

Sampai kamar ia langsung masuk kamar mandi,mas revan duduk di sofa sambil memainkan hp nya itu,sambil menunggu sang istri selesai membersihkan diri.

"Serius banget sih main hp nya"ucap nadilla yang baru keluar mandi dengan rambut basahnya itu.

"Biasa urusan kantor"

Mas revan langsung memeluk nadilla,ia sangat menyukai harum tubuh sang istri yang sangat membuatnya candu sekali.

"Mau aku pijit hari ini?"

"Nggak usah,kamu juga capek kan urus perabot toko"

"Lumayan lah,tapi nggak secepak itu juga kok"

"Hmm,aku butuh pelukan aja biar semangat kembali"

"Hahaha oke kamu bisa meluk aku selama lama mungkin kok"

Mereka langsung pindah ke atas ranjang,mas revan tidur di atas pangkuan nadilla,nadilla melihat wajah suami nya itu dengan teliti,tak lupa tangannya mengelus rambut lebat mas revan yang hitam itu.

"Kamu mau ketemu bunda?."tanya mas revan yang masih menutup matanya.

"Wah boleh,udah lama juga nggak ketemu,kangen banget sama bunda."nadilla menjawab dengan semangat.

"Nanti pekan besok kita pergi,aku beresin semua kerjaan dulu."

"Siap."

Karena sudah capek mereka berdua memutuskan untuk tidur sebentar dulu sambil memeluk satu sama lain,


























Im back guysssss

Semoga dengan kedatangan author kembali membuat kalian membaca lagi yahh guyss....

Dan jangan lupa vote and comen dan share sebanyak banyak mungkin

Love you guys❤️

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang