Revan pulang pulang ia mendengar ada orang yang sedang berbincang di dapur,ia langsung beranjak ke sana karena dari suara ia sudah bisa menebak kalo itu adalah bundanya dan sang istri.
"Seru yah sampe nggak dengar kalo aku manggil"sindir revan dengan sengaja.
"Eh mas revan kamu udah pulang"kaget nadilla saat melihat suaminya sudah di belakang.
"Hmm"cemberut revan dengan pura pura membuat wajahnya sedih.
"Maaf mas,tadi aku sama bunda terlalu asik buat cookies"nadilla langsung memeluk lengan sang suami dan membujuknya agar tidak merajuk.
"Udah sini dari pada merajuk kayak gitu lebih baik kamu coba in nih cookies buatan bunda sama nadilla,di jamin bakal ketagihan kamu van"panggil bunda ke sang putra.
Mereka pun mendekat ke bunda,bunda langsung menyuapi revan.mereka berdua langsung menatap revan dengan serius untuk melihat reaksi revan terhadap cookies pertama yang mereka buat.
"Gimana mas? Ada yang kurang nggak?"tanya nadilla tak sabar mendengar respon sang suami yang masih saja mengunyah.
Revan yang sengaja mengerjai mereka langsung memecahkan tawa nya karena tidak kuat dengan wajah konyol dua perempuan yang ia sayangi ini.
"Revan yang benar dong,kamu ini bikin bunda sama dilla nunggu aja deh"kesal bunda dengan sikap menyebalkan sang putra.
"Hahaha iya maaf bun"tawa revan yang berusaha untuk berhenti."Udah enak kok bun,udah pas semua"tambah revan yang sudah berhenti tertawa.
Mendengar jawaban itu membuat bunda dan nadilla langsung bernapas lega dan senang karena berhasil membuat cookies yang tidak gagal.
Nadilla langsung pamit ke bunda untuk mengantar mas revan ke kamar membersihkan diri,bunda pun mengizinkan dan lanjut memberishkan dapur yang dari tadi mereka pakai untuk membuat resep baru.
Setelah mas revan sudah mengganti pakaian,mereka berdua langsung turun ke bawah untuk makan malam.tenryata ayah juga sudah di ruang makan.mereka berdua juga langsung gabung dan menuangkan makanan di piring masing masing.
Di tengah tengah saat makan ayah membuka percakapan "besok malam ada undangan dari klien ayah,ia menyuruh satu keluarga untuk kesana.jadi besok kamu sama istri mu siap siap untuk menghadiri acara itu nanti kita pergi bersama kesana"titah ayah sambil menyuap makanannya.
"Iya yah"jawab revan patuh.
"Kalo gitu besok nanti dilla bunda ajak ke salon buat siap siap ke acara"ujar bunda
"Iya bun,besok aku siap siap buat ke salon bareng bunda"
"Sip"
Mereka langsung diam dan fokus makan,sekali kali ayah juga bertanya tentang pekerjaan suaminya itu dan perkembangan toko nadilla yang sudah hampir jadi itu.
☆☆☆
Seperti yang semalam bunda bilang,hari ini ia akan mengantar nadilla ke salon langganannya untuk mempercantik nadilla.
Selesai ke salon ia juga langsung di bawa ke butik untuk memilih dress yang akan ia pakai malam nanti,kata bunda ia harus tampil cantik,elegan.karena nanti orang orang yang hadir di sana adalah orang kelas atas dan otomatis semua tampilan mereka sangat hige quality.
Jadi ia juga sebagai menantu ayah harus tampil sebaik mungkin agar tidak menjadi bahan bicara orang orang disana dan mereka juga memuji kecantikannya.
Nadilla yang baru pertama kali menghadiri acara seperti ini sedikit gugup karena bagaiamana pun juga ia harus menjaga kesopanan karena ia sedang menyandang nama keluarga sang suami,kalo ia berbuat salah maka keluarga suami nya yang akan kena bukan hanya dirinya saja.
Nadilla tampil dengan begitu cantik dengan dress berwarna merah yang sangat indah di tubuh nya itu,sedangkan sang suami memakai setelan jas berwarna hitam dan senada dengan pakaian yang sedang nadilla pakai.
"Kenapa mas? Jelek yah?"tanya nadilla takut karena melihat keterdiaman sang suami.
"Nggak,kamu cantik banget yang.aku nggak ikhlas liat kamu jadi tontonan orang orang"kesal revan karena tubuh nadilla sangat indah saat menggunakan dress itu.
"Cuman semalam aja van,besok besok udah nggak lagi kok"bujuk bunda agar putra nya itu tidak cemberut lagi karena tidak suka kecantikan sang istri di nikmati banyak orang.
"Bunda juga kenapa segala kasih istri aku pakai gaun ini sih,udah tau ketat masih aja di suruh pakai"protes revan dengan mendelik matanya ke sang bunda yang duduk di di depan mereka.
"Sorry boy,bunda awalnya milih itu karena emang cantik di pakai dilla.tapi nggak tau kalo kamu nggak suka"sesal bunda.
"Ck lain kali jangan kayak gini,kalo apa apa harus izin dulu sama aku"decak revan yang masih dengan wajah kesal nya itu.
"Udah jangan marahin bunda,bukan salah bunda sepenuhnya juga kok.karena ini juga pilihan aku karena emang cantik"jelas nadilla dengan lembut.
Revan pun hanya membuang nafas kasar,mau gimana lagi sudah terlanjur.melihat sang suami yang masih belum menerima,nadilla langsung memeluk tangan itu dengan manja dan merayu nya.
Sampai di tujuan,bunda dan ayah turun deluan.saat nadilla ingin menyusul,tangannya di tahan suaminya ternyata revan memakaikannya dengan jas nya yang biasa ia taruh di dalam mobil.
"Aku nggak suka kecantikan istri aku di lihat orang orang"ujar revan dengan dingin.
"Iya iya,ayo nanti keburu telat kita"nadilla langsung menarik tangan sang suami untuk menyusul kedua orang tuanya yang sudah berjalan masuk.
Mas revan juga sudah tidak memakai tongkatnya itu,ia sudah bisa berjalan tanpa memegang alat bantu apapun itu.kesembuhannya itu memang sangat cepat dan membahagiakan untuk mereka semua.
Mereka berjalan masuk ke dalam dengan nadilla yang sedang di gandeng suaminya itu,nadilla pun hanya tersenyum tipis saja berusaha agar kegugupannya hilang.
Jangan lupa vote and coment banyak banyak yahh guysssss.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Kedua
Narrativa generaleJangan lupa vote banyak-banyak yah guys,semoga suka dengan cerita ini ☆☆☆ nadilla di paksa menikah oleh suami orang untuk merawat suaminya yang mengalami kelumpuhan di seluruh badannya dan stroke selama 5 tahun ia di paksa menikah untuk membayar uta...
