Jalan-jalan di taman

31.3K 1K 4
                                        

Selesai berjemur tadi,nadilla langsung memandikan mas revan lagi karena seperti yang bunda bilang mereka akan pergi jalan-jalan di taman.

Nadilla sedang memindahkan tubuh lelaki itu di atas ranjang,yang sudah beralas underpad,setelah itu nadilla mengeoles minyak wangi,dan body lotion di seluruh badan mas revan dan tak lupa juga memakaikan minyak anti ruam di bawah tubuh lelaki itu agar tidak ada ruam karena lelaki itu memakai popok terus tiap hari.

Setelah memakai perminyak-minyakan,nadilla langsung memakaikan popok dewasa untuk suaminya itu dan di lanjutkan dengan memakaikan celana panjang warna hitam,setelah itu memakai sweater yang lumayan tebal karena takutnya udara di luar akan sangat dingin untuk mas revan.

Selesai mengganti pakaian nadilla langsung memindahkan tubuh itu ke kursi roda,walau dia memang sedikit kewalahan mengangkat tubuh itu.tapi nadilla tetap melakukannya dengan ikhlas dan sabar.

"Bentar yah mas aku cari kaos kaki kamu dulu."ucap nadilla sambil mencari kaos kaki mas revan di lemari pakaian mereka.

Tak selang berapa lama pun dia mendapatkan sepasang kaos kaki berwarna putih,ia langsung memakaikan itu di kedua kaki mas revan yang sudah dingin.

Setelah memakaikan kaos kaki,nadilla memakaikan jaket lagi dan menaruh selimut di kaki mas revan untuk menghangatkan bawah kakinya.

"Nah karena kamu udah siap,sekarang giliran aku yang mandi dulu.kamu tunggu aku disini yah sambil nonton tv oke."ucap nadilla sambil menyalakan siaran tv dan masuk ke dalam toilet untuk mandi.

30 menit kemudian nadilla sudah selesai mandi dan mengganti pakaian,ia langsung mematikan tv dan mendorong kursi roda itu untuk keluar dan turun ke bawah karena sepertinya bunda juga sudah siap-siap untuk pergi.

"Eh tuan revan udah siap yah,masya Allah."kata mbo siti dengan senyum hangatnya.

"Iya mbo,mas revan udah ganteng kan?."tanya nadilla dengan bercanda.

"Haha iya dong,tuan revan selalu ganteng tiap hari."puji mbo siti yang masih tetap menatap majikannya itu dengan hangat.

"Oh iya nyonya dimana yah mbo?."nadilla heran karena tidak melihat perempuan paruh baya itu sedari tadi.

"Nyonya masih di kamar kayaknya,masih siap-siap deh bu."ujar mbo siti sambil menyuapi mas revan buah naga yang sudah di haluskan.

"Oh."

Sambil menunggu bunda,nadilla fokus menonton tv yang ada di ruang keluarga,mas revan masih di suapi oleh mbo siti.sepertinya lelaki itu memang suka sekali dengan buah naga.

"Mas revan suka yah sama buah naga?."tanya nadilla sambil melihat lelaki itu yang masih fokus untuk menelan buah itu.

"Tuan emang suka banget sama buah naga,dulu saat masih sehat,pasti mbo di suruh stok buah naga,karena tiap pulang kerja tuan selalu aja makan."ujar mbo siti menceritakan kesekaan mas revan.

Nadilla yang mendengar pun hanya tersenyum saja, dan menikmati melihat wajah tampan lelaki itu.walau dengan mulut yang terbuka dan bengkok itu tetap tidak membuat ketampanan seorang revan pudar begitu saja.

Bunda dari arah kamarnya,dengan pakaian santainya datang menuju mereka,ah lebih tepatnya ke putranya yang sedang memakan buah naga itu dengan wajah bahagianya.

"Wah ternyata anak bunda udah siap yah,Masya Allah harum banget."bunda mencium pucuk kepala revan yang sangat harum dengan shampo dan di tambah wajahnya yang sangat harum dengan bedak bayi.

Sungguh nadilla begitu hebat mendadani anaknya dengan begitu baik dan sempurna.

"Ya sudah ayo kita pergi,pak mamat udah nunggu di luar kayaknya."ajak bunda sambil memperbaiki selimut mas revan.

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang