Bunda sakit

14.7K 462 0
                                        

Pagi ini nadilla mendapat kabar dari ayah mertuanya,kalo bunda masuk rumah sakit semalam,nadilla yang mendengar kabar itu kaget dan khawatir dengan keadaan bunda,setelah sarapan dan siap-siap.nadilla dan mas revan langsung menuju ke rumah sakit tempat bunda di rawat.

"Assalamualaikum"salam nadilla saat pintu kamar inap bunda ia buka.

"Waalaikumsalam"jawab ayah di dalam yang sedang menjaga bunda.

"Bun-da"panggil mas revan dengan wajah khawatirnya.

"Bunda kamu baik-baik aja kok,cuman kecapean aja karena nggak istirahat"ucap ayah kepada mas revan.

Nadilla mendekatkan kursi roda mas revan di tepi brankar bunda,dan menaruh tangan mas revan di atas tangan bunda yang di pakaikan infus.

"Ayah udah makan?,kalo belum biar aku pergi ke kantin untuk beli makanan buat ayah"tanya nadilla keadaan sang mertua.

"Belum,nggak nafsu makan karena semalam bunda pingsan"jawab ayah yang wajahnya sangat lesu dan kelelahan.

"Aku ke kantin dulu yah cari makan dulu,mas revan sama ayah yah.aku mau keluar dulu"setelah berpamitan,nadilla langsung keluar menuju kantin untuk mencari sarapan untuk ayah.

Saat berjalan nadilla tak sengaja di senggol oleh seseorang,dan syukurnya nadilla tidak sampai jatuh ke bawah lantai.

"Eh sorry mba,saya nggak sengaja"ucap perempuan itu dengan bersalah.

"Ah iya nggak pa-pa kok,nggak ada yang sakit juga"balas nadilla dan mengangkat pandangannya ke perempuan itu.

"Eh"kaget mereka berdua saat bertatapan.

"Nadilla"

"Ranum"Ucap mereka bersamaan.

"Ya Allah baru ketemu yah kita,kamu kerja disini num?"tanya nadilla pada perempuan yang bernama ranum itu adalah teman SMA nya.

"Iya aku kerja disini dill,kamu ngapain di rumah sakit?,keluarga mu ada yang sakit?"tanya ranum balik.

"Iya mertuaku sakit num"jawab nadilla.

"Eh udah nikah kamu yah,nggak undang nih ceritanya"sindir ranum dengan nada sengaja.

"Hahaha maaf,mendadak juga nikahnya num"kekeh nadilla.

"Oh dadak toh,eh ayo sambil jalan,kamu mau kemana abis ini?"tanya ranum sambil berjalan menatap nadilla di sampingnya.

"Mau kantin aku beli makanan,kamu sendiri kemana?"

"Ke kantin juga,bareng aja yuk"

"Oh iya,baru tau aku kalo kamu kerja disini loh num"

"Udah lama juga kok,sebenarnya di Surabaya tapi di pindahin kesini,jadi aku disini udah hampir setahun kalo nggak salah hitung sih"

"Lumayan lama juga yah,padahal aku sering kesini loh.tapi nggak pernah lihat kamu"

"Namanya juga besar rumah sakitnya,mertuamu sakit apa emangnya?"tanya ranum.

"Kecapean,kerja terus beliau makanya jatuh sakit"

"Kalo udah berumur emang nggak boleh terlalu kerja,karena daya tahan tubuh orang tua nggak sama kayak anak muda"ujar ranum.

"Iya,tapi mau gimana lagi nggak bisa di tinggal kerjanya,orang beliau bos jadi sibuk banget dan harus beliau yang turun tangan"ucap nadilla.

"Sekali-kali kenalin suamimu ke aku dong dill"ujar ranum.

"Iya nanti yah kalo ada waktu kosong,udah lama juga kita nggak jalan bareng yah"sahut nadilla.

"Iya udah lama banget,terakhir keknya pas perpisahan dan itu udah berapa tahun lamanya hahaha"

"Terus sekarang kamu gimana,udah nikah atau masih sendiri aja nih?"tanya nadilla sembari menggoda ranum.

"Hahaha,udah punya kok aku tapi masih belum nikah kok"jawab ranum.

"Wah masih sama yang dulu atau yang baru nih?"

"Baru dong,mas raja mah udah nikah tau sama orang yang di jodohin sama keluarganya"

"Oh yah,mungkin emang bukan jodoh kamu.terus yang baru orang apa?,siapa tau aku kenal kan"

"Satu suku juga,kebetulan dia kerja disini juga"

"Kerja disini juga"kaget nadilla.

"Iya,namanya dokter radit"

"Ha dokter radit,yang spesialis saraf itu yah"

"Eh kok tau kamu"

"Suami aku berobat di dokter radit,di kenalin juga sama mas gavar teman kita waktu sekolah"ucap nadilla.

"Ya Allah sempit banget dunia yah,emm suami kamu itu?"tanya ranum dengan ragu.

"Iya suami aku lumpuh,kecelakaan mobil jadi seluruh badannya lumpuh,tapi Alhamdulillah sekarang udah banyak perubahan walau emang masih belum terlalu sih"

"Nggak pa-pa,pasti bisa kok karena berobat itu butuh waktu yang lumayan juga,intinya udah ada yang bisa di gerakin aja udah sangat bagus itu"

"Iya,kamu mau beli apa?"tanya nadilla saat mereka sudah di kantin.

"Aku nasi campur aja sama teh pucuk yah bu"pesan ranum.

"Aku pesan bubur ayam,sama air putih aja yang sedang"pesan nadilla.

Setelah pesanan mereka sudah di kasih,mereka pun balik ke tujuan masing-masing dan sudah berpamitan.

Sampai di kamar inap bunda,nadilla langsung menyuruh ayah mertua untuk makan lebih dulu,biarkan ia dan suaminya yang akan menjaga bunda.

Karena bunda masih tidur,nadilla dan mas revan pun hanya menonton di hp saja agar mereka juga tidak merasa bosan.

Sepertinya malam nanti juga,paman dan bibi akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan bunda,karena mereka juga khawatir dengan keadaan bunda yang sangat jarang kesakitan,kalo sakit itu artinya sudah betul-betul parah karena kecapean.

Bunda adalah tipe orang yang jarang sakit,tapi sekalinya sakit itu karena sudah terlalu berlebihan dalam bekerja,sampai lupa makan.

Adzan dzuhur pun tiba,ayah pun sholat lebih dulu,karena mereka akan gantian menjaga bunda,setelah ayah sholat baru nadilla dan mas revan yang sholat di kamar inap bunda saja.

Setelah sholat,mereka bertiga juga makan di kamar inap bunda bersama-sama.ayah tidak ke kantor karena masih khawatir dengan bunda yang masih belum bangun lagi,walau ia tau bunda sedang tertidur.























Jangan lupa vote banyak-banyak dan coment atas kritikan dan saran dari kalian oke see you next bab...

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang