"karina"panggil seorang perempuan seumuran bunda dengan gaun hitamnya,berjalan dengan langkah sedikit cepat mendekat ke arah bunda yang langsung tersenyum saat sahabatnya itu datang.
"Apa kabar kamu vira?"tanya bunda balik setelah selesai bercipika ala ibu-ibu.
"Baik kok,kangen sekali sama kamu.sudah lama tidak ketemu ih"ujar tante vira—sahabat bunda.
"Yahh gimana mau ketemu,orang aku aja tinggal di rumah ibu kok"balas bunda.
"Ehh apa kabar mas angga"sapa tante vira kepada ayah yang hanya melihat saja sedari tadi.
"Baik vir,mana suami mu?"tanya ayah karena tidak melihat keberadaan suami sahabat istrinya itu.
"Mas alvin disana tuh,lagi ngumpul sama yang lain"tunjuk tante vira kepada rombongan suaminya.
Melihat itu ayah langsung pamit kepada bunda untuk menyusul kesana,dan di balas anggukan saja.
"Revan udah sehat kamu nak? Senang tante pas tau kamu udah sembuh"ucap tante vira tersenyum tulus pada revan,dan menoleh pandangannya ke nadilla dengan bingung.
"Ini siapa?"tanya tante vira dengan wajah bingungnya.
"Lupa kenalin ihh,ini istrinya revan yang aku ceritain tuh"jawab bunda menepuk pelan tante vira reflek.
"Ahh cantiknya istri kamu van,halo kenalin nama saya vira"puji tante vira dan menjabat tangan nadilla yang dari tadi hanya diam saja.
"Emm iya tante,nama saya nadilla"jawab nadilla dengan suara lembutnya.
"Ya ampun,akhirnya kesampean juga kamu punya anak cewek rin"tante vira terkekeh kecil.
"Yuk ikut kesana,kenalan sama yang lain.mereka juga udah pada penasaran sama nadilla"tambah tante vira.
"Ayo dill ikut bunda,kita sapa teman-teman bunda dulu"ajak bunda.
"Iya bun,mas aku ikut bunda dulu yah"izin nadilla.
"Iya,nanti chat aku aja kalo sudah selesai sama bunda.bun titip istriku,awas aja kalo lecet"ucap revan dengan nada bercanda.
"Tenang kamu,istrimu ini aman sama bunda.yuk dill"bunda langsung memeluk tangan nadilla.
Mereka bertiga pun pergi menuju rombongan teman-teman bunda yang lainnya,nadilla tak henti-hentinya berdoa agar tidak grogi disana.
"Eh karin"sahut seseorang yang memakai gaun berwarna hijau army—Tante alma.
"Apa kabar semuanya,sudah lama nggak ketemu kita"sapa bunda setelah duduk di kursi kosong,diikuti nadilla di samping.
"Siapa rin"tanya tanya seseorang yang duduk di samping kanan tante alma—Tante Rosa.
"Kenalin ini menantu ku,istrinya revan"bunda memperkenalkan nadilla dengan senyum lebarnya,merasa bangga karena mempunyai menantu seperti nadilla.
"Ehh yang kamu ceritain itu yah.aduh cantik banget mantu mu rin"puji tante okta yang duduk di samping tante Rosa.
"Iya dong,mantu ku"ucap bunda bangga.
Mereka hanya berdengus saja dengan sifat bunda yang kepedean tingkat dewa itu.
"Halo cantik,siapa namu kamu?"tanya tante alma dengan mata berbinarnya.
Nadilla yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah."nama saya nadilla tante"jawab nadilla masih dengan suara lembutnya.
"Ya ampun! Lembut banget suaranya,bakalan betah si revan punya istri lemah lembut kayak nadilla ini"pekik tante rosa dengan gemas.
Bunda hanya terkikik geli saja dengan respon teman-temannya yang menurutnya sangat berlebihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Kedua
General FictionJangan lupa vote banyak-banyak yah guys,semoga suka dengan cerita ini ☆☆☆ nadilla di paksa menikah oleh suami orang untuk merawat suaminya yang mengalami kelumpuhan di seluruh badannya dan stroke selama 5 tahun ia di paksa menikah untuk membayar uta...
