Cerai

38.7K 902 2
                                        

Setelah berbicara dengan nadilla,bundanya langsung pergi ke kantor polisi untuk menceblos perempuan itu agar mendapatkan tindak pidana hukum.

Mas revan juga sudah sadar dari pingsannya,dan sekarang mereka berpelukan di kamar karena mas revan menangis sepertinya lelaki itu masih trauma dengan kekerasan yang ia terima itu.

"Nggak pa-pa,ada aku disini.nggak usah takut lagi yah mas,nanti aku yang bakalan lindungi kamu,lagian mba nara juga udah di tangkap kok sama polisi.tadi bunda kamu kesini dan dia lihat mba nara yang aniaya kamu,bunda langsung suruh pak mamat supaya bawa mba nara ke penjara"ucap nadilla dengan suara lembutnya.

"Heugh heugh"

"Kenapa hmmm?,eh popok kamu kayaknya udah full deh mas"ujar nadilla saat mencium bau tak sedap dan ternyata itu dari mas revan.

Mas revan hanya menatap nadilla dengan polos saja.

"Kita ganti popok dulu yah mas,ayo baring dulu biar aku ganti"ujar nadilla sambil kembali memnaringkan mas revan.

Nadilla mengambil underpad dan mengalasnya di atas kasur,setelah itu mengambil baskom berisi air panas,dna handuk kecil.

Di bukanya celana panjang mas revan itu,setelah itu memiringkan badan mas revan dan membuka perengkat kiri kanan,lalu menarik itu keluar,dan menggulungnya dan membuangnya di tong sampah.

Lalu nadilla melap sisa-sisanya itu dengan tisu bahas baru di keringkan dengan handuk kecil,setelah itu mengoleskan minyak anti rumah di bong****,baru di pakaian popok baru dan celana ganti.

"Udah mendingan kan"

"Heugh heugh"

Tok tok tok

Clek

"Nyonya"

"Revan sudah bangun?"tanya bunda

"Sudah nyonya"jawab nadilla dengan sopan.

"Boleh saya ketemu dia?"

"Bol-eh,silahkan masuk nya"ujar nadilla

Bunda langsung masuk ke kamar dengan tersenyum hangat menatap revan yang juga menatapnya,bunda langsung memeluk anaknya itu yang ternyata juga sudah menangis.

"Nggak pa-pa,sudah bunda penjarakan dia,kamu akan baik-baik saja oke.ada bunda dan nadilla yang akan menjaga kamu,sekarang waktunya kamu untuk cepat sembuh yah"ucap bunda sambil mengelus bahu itu dengan lembut.

"Heugh heugh heugh"

Mereka pun menghabiskan waktu malam itu sambil bercerita.

###

Pagi harinya setelah nadilla sudah memandikan mas revan,ia langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama bunda yang ternyata sedang masak untuk mas revan,dan nadilla.

"Hari ini bunda yang masak,jadi coba kalian rasain,enak apa nggak?"ucap bunda yang menyuruh mereka untuk makan.

Nadilla langsung menyuapi mas revan dengan nasi ayam yang di haluskan itu,dan nadilla juga menyicipi nasi ayam buatan bunda.

"Enak banget nyonya,iya kan mas?"mas revan hanya menjawab dengan satu kedipan mata.

Bunda pun duduk di depan mereka,dan masih menatap interaksi mereka dengan perasaan bahagia.

"Bunda udah putusin,revan dan nara akan bercerai"ucap bunda dengan tegas.

Mas revan langsung balik menatap bunda dengan pelan,karena kepalanya masih belum bisa di gerakan terlalu cepat.dan lelaki itu pun menyetujuinya.

"Jadi untuk sekarang kalian bersama dulu sampai revan sembuh,saat revan sembuh nanti kita menunggu jawaban revan apa dia mau dengan kamu atau tidak,agar dia bisa menikahi kamu dengan baik.kita akan buat akad ulang"kata bunda.

"Baik nyonya"

"Panggil bunda saja,karena bagaimana pun juga kamu istri revan,bukan pengasuh revan"ucap bunda dan di jawab anggukan kepala nadilla dengan bahagia.

Mereka pun lanjut makan dan tak lupa bercerita sedikit,setelah makan bunda langsung menemani mas revan berjemur di belakang.

Karena nadilla sedang membuat kue untuk mereka makan,atau cemilan.di bantu juga oleh mbo siti.mereka juga saling cerita tentang keluarga mbo siti.

"Jadi ibu nggak niat cari orang tua kandungnya lagi?"tanya mbo siti.

"Pengennya sih gitu mbo,tapi gimana lagi orang aku nggak punya cara untuk cari,karena pakai cara biasa udah banyak kali coba tapi nggak ada hasilnya"keluh nadilla

"Minta tolong sama nyonya aja,body guard nyonya cepat banget kalo di minta cari informasi loh"

"Oh yah,keknya bisa deh mbo,nanti aja kalo urusan mba nara dan mas revan udah kelar"

###

Bunda sekarang lagi mengurus perceraian mas revan dan mba nara,bunda langsung menyuruh mas revan untuk tanda tangan dan di bantu oleh nadilla,setelah itu bunda langsung membawa surat cerai itu ke pengadilan agar di tindak lebih lanjut.

Nadilla juga menemani bunda ke penjara untuk menemui mba nara.

"Tanda tangan itu,kamu dan anak saya akan bercerai"ucap bunda dengan dingin.

"SAYA NGGAK AKAN PERNAH CERAI DENGAN REVAN,SAMPAI KAPAN PUN SAYA TIDAK AKAN BERCERAI DENGAN REVAN.DASAR KAMU PEREMPUAN NGGAK TAU DIRI NADILLA,GARA-GARA KAMU SAUA KAYAK GINI.KAMU LIHAT SAJA SAAT SAYA DI BEBASKAKAN AKAN SAYA BUAT KAMU MENDERITA.DAN SAYA AKAN MEMBUNUH REVAN ITU ARGH ARGHH LEPASKAN TANGAN SAYA DASAR KALIAN MANUSIA RENDAHAN,BERANI SEKALI MENYENTUH TANGAN SAYA"mba nara berteriak dengan kesetanan dengan amarah yang sangat besar,dia sampai berontak saat kedua polisi itu memegang kedua tangannya untuk memasukannya kembali di sel penjara.

Nadilla hanya menatap kasihan pada mba nara,keadaannya sudah jauh dari kata sempurna seperti dulu lagi,perempuan itu sudah sangat gila dengan keadaannya yang sudah acak-acakan.

Bunda dan nadilla pun memutuskan untuk pulang,karena mereka tidak bisa lama-lama,mas revan sendiri di rumah bersama mbo siti.






























Wah update lagi nih aku.

Jangan lupa vote banyak-banyak yah dan coment juga kalo perlu.

Love you guys🩷

Istri KeduaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang