Dua bulan kemudian,sudah dua bulan ini mas revan dengan rajin terapi di rumah sakit,dan selama dua bulan ini mas revan sudah mendapatkan hasil yang sangat bagus sekali,mas revan sudah bisa berdiri walau hanya belum bisa untuk melangkah dengan cepat,hanya bisa satu atau dua langkah saja.
Tapi hal itu saja sudah membuat nadilla bahagia dan semakin bersemangat,karena ia tau suaminya itu tidak lama lagi akan sembuh.begitupun dengan mas revan dia juga semakin semangat terapi walau merasakan kesakitan tapi itu tidak sebanding dengan tujuannya untuk sembuh.
"Mbo siti masak apa?."tanya nadilla yang baru saja turun dari kamar.
"Masak nasi goreng aja bu,sama ayam goreng."jawab mbo sumi.
"Wah udah lama aku nggak makan nasi goreng nih."
"Nah kebetulan mbo masak buat sarapan ibu sama bapak."
"Iya emang pas banget deh,gimana kabar cucu mbo sumi yang sakit di kampung?."tanya nadilla karena kemarin mbo sumi mendapat kabar dari kampung kalo cucunya sakit.
"Alhamdulilah udah sembuh bu,berkat ibu juga saya bisa nyuruh anak saya bawa cucu ke rumah sakit."jawab mbo sumi lega karena nadilla kemarin memberinya uang untuk pengobatan sang cucu.
"Alhamdulillah,kalo butuh apapun bilang aja sama saya,in sya Allah saya bisa bantu walau nggak banyak juga."ujar nadilla.
"Kemarin udah banyak banget kok bu,senang banget saya punya majikan yang baik poll kayak ibu."puji mbo sumi.
"Berlebihan banget sih mbo,aku juga kek gitu karena udah pernah rasa saat lagi kesusahan jadi karena aku udah kayak gini jadi aku sebisa mungkin bantu."
"Iya bu."
"Menurut mbo,kalo aku buat jumat berkah bagus nggak?.j"tanya nadilla meminta saran pada mbo sumi.
"Wah bagus tuh bu,bagi di masjid ataupun di jalan.pahala nya gede juga loh."balas mbo sumi setuju.
"Udah lama juga aku pengen buat jumat berkah,tapi masih sibuk banget padahal cuman di rumah aja.kira-kira enaknya buat apa kalo buat jumat berkah?."
"Masak aja bu."saran mbo sumi.
"Wah boleh tuh,nanti hari kamis temani aku belanja bahan yah,biar jumat pagi kita masak buat jumat berkah."
"Siap bu,gampang itu mah."
Mereka pun lanjut masak,sambil bercerita jumat berkah yang akan mereka buat pekan ini.
☘️☘️☘️
Hari ini adalah hari kamis,seperti yang nadilla bilang,mereka akan belanja bahan masakan untuk jumat berkah besok.
Mas revan kebetulan hari ini sudah mulai aktif bekerja di kantor,walau suaminya itu pulang siang karena belum terlalu baik untuk pulang malam dengan kesehatan yang belum terlalu membaik.
Menu jumat berkah yang akan nadilla dan mbo sumi buat adalah nasi bento yang berisi nasi putih,chicken katsu,mayones,saus tomat,acar,dan kue.
"Buah semangka atau pisang mbo?."tanya nadilla.
"Semangka aja deh bu."
"Oke semangka yah,beli lima buah aja cukup."
Mereka belanja hampir satu troli full,selesai belanja nadilla meminta tolong kepada pak mamat untuk memasukan barang ke dalam bagasi setelah itu mereka pulang dan mengatur bahan-bahan itu di dapur.
Karena besok pagi mereka sudah mulai memasak untuk jumat berkah,rencananya nadilla akan bagi-bagi saja di tengah jalan saat selesai sholat jumat sekalian mereka juga makan siang.
"Jangan lupa datang pagi yah mbo."pesan nadilla.
"Siap bu,nggak lupa kok saya."
"Nggak sabar aku besok bagi-bagi makanan di jalan,karena kebetulan ini baru pertama kali biasanya sih aku cuman ngasih roti yang seribuan aja."
"Pasti bakalan seru banget bu."
Obrolan mereka pun berhenti karena mas revan sudah pulang dari kantor,nadilla beranjak berdiri untuk menyambut sang suami yang sepertinya sudah kelelahan bekerja.
Menyalim punggung tangan itu dengan hikmad,dan memberi kecupan lembut di pipi dan kening suaminya itu,dan mendorong kursi roda menuju kamar mereka untuk membantu sang suami mengganti pakaian.
Setelah mas revan ganti pakaian,mereka turun ke bawah untuk duduk santai sambil memakan cemilan yang nadilla beli saat di luar tadi,bercerita tentang aktivitas mas revan di kantor hari ini setelah sekian lama sudah tidak bekerja.
"Banyak yang kaget pas aku ke kantor."cerita mas revan yang baru menyeruput kopi panasnya.
"Pasti kaget sih,secara udah berapa tahun kamu nggak ke kantor."
"Tadi sampe ada beberapa karyawan beli buket bunga buat kasih ke aku sebagai tanda menyambut kedatangan aku lagi."
"Oh yah,effort banget mereka,terus buketnya sekarang dimana?."
"Taruh di kantor aja,kalo di rumah bingung juga mau di pajang dimana."
"Emang ada berapa buketnya?."
"Sepuluh deh kalo nggak salah."
"Banyak juga yah,pasti full banget kantor kamu haha."
"Hampir full tapi nggak pa-pa lah,sekali-kali.terus gimana tadi belanjanya sama mbo?."tanya mas revan menatap nadilla dengan wajah penasarannya.
"Seru juga,soalnya aku exicted gitu buat nyambut besok,karena ini pertama kali aku buat jumat berkah."cerita nadilla dengan senang,mas revan yang mendengar itu juga tersenyum karena melihat sang istri yang bahagia.
Emang sesederhana itu mereka bahagia,mendengar pasangan cerita aja udah buat mereka tuh senang banget.
"Apa lagi?."tanya mas revan dengan tersenyum manis.
"Banyak sih,aku bingung banget belanja soalnya banyak banget yang kita beli,sekalian juga tadi aku ada beli sedikit beli barang lucu gitu buat kasih ke anak-anak,tapi malah dilema karena saking semuanya bagus tau.aku sama mbo sumi jadi bingung pilih karena emang saking bagusnya semua."
"Hahaha dasar cewek,terus jadinya beli apa aja kalian?."
"Emm...beli apa yah tadi,oh iya aku beli pena lucu,terus notes,dan barang-barang yang lucu lah buat anak-anak,nggak tau aku saking banyaknya sampe susah nyebutinnya."jawab nadilla ceria.
Mas revan mengelus hijab yang nadilla pakai dengan lembut,karena merasa gemas dengan wajah istrinya yang sangat lucu saat bercerita dengan ekspresi senangnya itu.
"Gemas banget sih kamu."
"Hih gombal."
"Bukan gombal,fakta tau."
"Bohong."
"Nggak bohong aku,jujur tau."
"Buktiin kalo emang jujur."jahil nadilla.
Cup cup cup
"Ihh mas revan geli tauu."
Wajah nadilla di hujami kecupan mas revan dengan gemas.
"Hahaha siapa suruh jahil banget sama aku."tawa mas revan.
"Nggak gitu juga kali ihh."cemberut nadilla.
"Ulululu maafin aku sayangku."goda mas revan dengan jahil menggigit pipi nadilla dengan pelan.
"MAS REVAN IHH."teriak nadilla kesal dan mencubit perut suaminya itu.
Mas revan semakin mengeras tawanya dengan kencang karena merasa lucu dengan wajah kesal istrinya itu yang tambah cantik.
Bucin terus pasutri ini wkwk
Jangan lupa vote banyak-banyak dan coment di kolom komentar
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Kedua
Ficção GeralJangan lupa vote banyak-banyak yah guys,semoga suka dengan cerita ini ☆☆☆ nadilla di paksa menikah oleh suami orang untuk merawat suaminya yang mengalami kelumpuhan di seluruh badannya dan stroke selama 5 tahun ia di paksa menikah untuk membayar uta...
