"Kapten! Ada sebuah kapal yang sedang terapung dengan jarak 3,7 mil dari kita!"
Seorang anak buah kapal berlari menghampiri Faye yang sedang duduk bersandar di tiang layar kedua. Sang Kaptel kapal yang masih berjuang melawan mabuk laut itupun segera bangkit, namun tubuhnya langsung oleng ke samping dan hampir saja terjatuh.
"Kapten! Anda baik-baik saja?!" tanya si anak buah kapal yang dengan sigap menangkap tubuh Faye.
Faye menagngguk dan segera melepaskan diri dari si anak buah kapal itu. Dia kemudian memijit pelipisnya beberapa saat sebelum berjalan ke arah main deck.
"Kun, bagaimana keadaan kapal itu?" tanya Faye sambil menghampiri Kun yang sedang bersiaga di mainmast.
"Sejauh yang terlihat, kapal itu tidak menunjukkan adanya pergerakan apapun. Tapi mungkin saja itu hanya tipu daya mereka agar kita mendekat,"
Faye lalu pergi ke bagian terdepan kapal, menyipitkan matanya agar bisa melihat ke arah depan dengan lebih jelas. Laut saat ini terasa sangat bersahabat, tidak ada kabut dan ombaknya pun tidak ganas. Langit juga sepertinya sedang dalam mood yang baik karena kerlap-kerlip bintang dapat terlihat dengan sangat jelas.
"Berapa kecepatan kita saat ini?" tanya Faye.
"Saat ini kita berada dalam kecepatan 9 knots, Kapten,"
"Kalau begitu kita membutuhkan sekitar 25 menit untuk tiba di posisi kapal itu. Hmm.. tambah kecepatan hingga 15 knots dan sampaikan pada Ice untuk bersiap," perintah Faye.
"Baik, Kapten,"
Faye menghela napas. Jantungnya mulai berdegup kencang dan adrenalin menjalar ke seluruh sel dalam tubuhnya. Dia tersenyum.
"Kun, siapkan dirimu. Aku tidak akan membantumu kali ini," ucap Faye sambil menoleh dan mengedipkan matanya.
"Tentu saja, aku tidak akan merepotkan mu Kapten,"
Kapal mereka pun melaju dengan lebih cepat. Terpaan angin kencang menerbangkan rambut Faye kesana kemari, menambah kharisma Sang Kapten yang berdiri tegak di bagian depan kapal dengan pedang yang sudah keluar dari sarungnya.
Kapal mereka semakin dekat dengan tujuan. Faye memicingkan matanya saat melihat sebuah kapal yang mengapung bebas tak bergerak terlihat jelas di depan mata. Dia mengangkat tangan kanannya ke atas, memberi isyarat kepada nahkoda untuk mengurangi kecepatan kapal mereka. Saat kapal mereka sudah berada di jarak aman dengan kapal itu, Faye mengepalkan tangannya sebagai tanda untuk berhenti.
"Aneh..." gumam Faye.
Setelah melihat kapal yang mengapung itu, Faye menyadari bahwa tidak ada satupun awak kapal berada di sana. Faye kemudian membaca nama yang tertulis di lambung kapal.
"Albatros..."
"Hmm? Bukankah ini kapal pedagang yang sering kami temui di Pulau Sand?" ucap Faye pada dirinya sendiri.
"Kalian bertiga pergilah ke kapal itu dan cek isinya," perintah Faye kepada beberapa anak buah kapal yang ada dalam tim nya.
"Baik, Kapten,"
"Hubungkan kapal kita dengan kapal itu! Buat jalan untuk mereka,"
Beberapa anak buahnya langsung bergegas mengambil tali tambat yang ujungnya sudah diikatkan dengan pengait, kemudian melemparkan tali itu ke kapal yang satunya. Mereka kemudian menarik tali itu agar pengaitnya bisa mengait tubuh kapal dengan baik. Setelah memastikan bahwa kedua kapal sudah terhubung, mereka kemudian menurunkan tangga tali di sisi kapal.
Ketiga anak buah yang diperintahkan untuk mengecek keadaan kapal itu pun dengan sigap menuruni tangga dan melompat masuk ke dalam kapal Albatros. Setelah beberapa saat ketiga anak buah kapal itu keluar dan memberikan isyarat bahwa tidak ada satupun awak kapal di dalam. Faye pun memerintahkan mereka untuk kembali naik ke atas kapal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Angel
FanfictionOrang gila mana? Orang gila mana yang tau dia mabuk laut tapi jadi Kapten kapal? Faye!!!
