Flashback
"Aku tidak tau, Ice. Mungkin aku hanya terbawa suasana atau-"
"Atau?"
"Atau...."
"Kak Faye! Kenapa kau seperti ini?"
Dengan frustrasi, Ice mencengkram kedua bahu Faye sambil menatap lekat kedua mata Sang Kapten yang terlihat sedang kebingungan.
"Kau sendiri yang menolak mentah-mentah permintaan Yang Mulia Ratu untuk menikahi Yoko dengan alasan kau tidak mencintai nya,"
"Tapi sekarang kau mengatakan padaku bahwa kalian sudah melakukan hal itu padahal kau tidak yakin dengan perasaan mu sendiri?"
"Kau bercanda?!"
Belum pernah dalam hidupnya Faye melihat Ice semarah ini. Biasanya dialah yang suka meledak-ledak dan tidak bisa mengendalikan emosinya.
"Dia mencintai mu dengan tulus, Kak..."
"Jangan sampai kau melukai perasaan nya karena ketidakmampuan mu untuk mengendalikan perasaan mu sendiri!"
"Pikirkan betapa sedihnya dia saat mendengar keraguan mu saat ini,"
"Bayangkan betapa dalam luka yang akan dia terima ketika mengetahui kau melakukan itu bersamanya padahal kau tidak mencintai nya,"
"Kak Faye, dengarkan aku..."
Ice menangkup wajah Faye dengan tangannya, memastikan bahwa wanita di hadapannya ini menatap matanya.
"Jangan mengikuti jejak si brengsek itu, aku mohon padamu Kak..."
"Tindakan mu saat ini, tidak ada bedanya dengan dia,"
Mata Faye memanas, seperti ada sengatan listrik di setiap sel dalam tubuhnya. Perkataan Ice itu bagaikan seribu jarum yang dengan perlahan menusuk tiap jengkal hatinya.
"Jangan pernah beralasan bahwa kau tidak sengaja terbawa arus atau semacam nya,"
"Tidak ada orang di dunia ini yang membiarkan dirinya hanyut begitu saja terbawa arus sungai, kan?"
"Aku tau bahwa aku tidak punya hak untuk mengatur urusan ranjang mu, apalagi kalian memang sudah bertunangan,"
"Tapi sebagai adik mu, aku merasa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kau berjalan di atas kebijaksanaan,"
Dengan lembut Ice menghapus butiran air mata yang berhasil lolos dari pertahanan Faye yang sedang rapuh.
"Aku akan terus berjalan di dekat mu, Kak Faye. Agar ketika kau mulai melenceng dari jalur, aku bisa menarik kerah baju mu untuk kembali,"
"Seperti yang sedang ku lakukan saat ini,"
Faye menundukkan kepalanya. Dia harus mengakui bahwa terkadang Ice jauh lebih bijaksana dari pada dirinya. Apalagi jika sedang berhadapan dengan masalah perasaan seperti sekarang ini.
"Kakak..."
"Biar ku tanya satu hal. Apa yang kau rasakan setelah kalian melakukan itu?"
"Maksudku, apa kau merasa bersalah? Apa kau merasa bahwa tindakan mu tidak benar?"
Faye menggeleng.
"Lalu?"
"Aku merasa berdebar tapi aku bisa pastikan bahwa itu bukan rasa bersalah,"
"Berdebar bagaimana?"
"Aku rasanya ingin mendekap Yoko dengan erat karena dia terlihat kesakitan,"
"Jadi, kau merasa bersalah karena sudah membuatnya kesakitan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Angel
FanfictionOrang gila mana? Orang gila mana yang tau dia mabuk laut tapi jadi Kapten kapal? Faye!!!
