‼️Disclaimer‼️
Part ini banyak mengandung flashback. jadi, minna harap, kalian bisa membaca dengan cermat, Happy Reading^^
🖤🖤🖤
Setelah mengudara lebih cepat dari waktu yang seharuanya, Baskara, Nanaz dan pemilik helikopter akhirnya sampai di landasan khusus, di rooftop hotel tempat Marsya-Mondy dan Sabina-Farhan menginap.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" Ucap Nanaz dan Baskara bersamaan.
"Bang sekali lagi thanks ya untuk bantuannya"
"Iya, ka. Thankyou banget udah bantu kita"
"Kalian berdua tuh dari tadi say thankyou terus ya gue hitungin, gue udah bilang, anytime Baskara, Nanaz. Dan cukup untuk bilang thankyou lagi, oke? Gue senang bisa bantu kalain jadi, cukup! paham?" Jelas pemilik helikopter itu yang terlihat sangat akrab dengan Baskara dan Nanaz.
"Haha, pahaaam captain! Yaudah gue sama Nanaz izin telfon bang Mondy sama bang Farhan dulu ya. Lo jangan pergi dulu, biar bisa ketemu mereka" Jelas Baskara.
"Iya aman, udah kabari mereka aja dulu"
Baskara dan Nanaz pun segera mencari kontak abang mereka.
🖤🖤🖤
Setelah keluar dari kamarnya, Farhan memilih melanjutkan panggilannya bersama sang mertua di ruang tamu yang tak jauh dari kamar ia dan Sabina. Obrolan terus berlanjut hingga tak terasa sudah dua puluh menit mereka bertukar pendapat.
"Han, makasih ya nak, untuk semua pendapat kamu. Papa lebih paham sekarang. Sejujurnya fakultas kamu memang lagi kekurangan dosen untuk semester depan. Karena banyak dosen muda yang cuti melahirkan dan pensiun."
"Sama-sama pah, Farhan hanya berbagi ilmu dengan apa yang di pelajari disini. Ternyata manfaatnya bisa sampai ke papa juga. Farhan senang. Semoga cepat dapat pengganti ya pah, maaf Farhan ngga bisa bantu di kampus sana, karena kontrak disini masih sampai tahun depan."
"Its oke, nak. Ini juga kebetulan banget jarak dosen muda yang melahirkan hanya beda beberapa minggu dengan yang pensiun, jadi papa dan para dekan sedikit kaget. Tapi In Shaa Allah semua akan baik. Papa juga udah minta tolong sama rektor kampus Nonna."
"Namanya juga rencana Allah, ngga ada yang tau pah. Alhamdulillah, berarti rejeki kampus lagi baik, semangat ya, pah! Salam untuk dekan fakultas dengan seluruh dosen yang lain, semoga di kesempatan berikutnya, Farhan bisa gabung bersama dosen pengajar Farhan dulu."
"Itu adalah doa papa, Nak. Kamu tumbuh disini dan papa harap kamu juga bisa harum disini. Tapi terlepas dari itu, dimanapun kamu berada papa selalu doakan yang terbaik. Jadilah dosen yang bisa jadi pendengar yang baik untuk mahasiswanya ya, nak. Pelajari apapun yang bisa kamu pelajari. Semangat membimbing mahasiswa dan nonna ya, Nak."
"Ngga muluk, papa hanya berharap, nama kamu terus harum dimanapun kamu berpijak untuk setiap penyampaian. Jadi dosen memang tidak mudah, tapi lebih tidak mudah lagi menjadi seorang suami dan ayah yang bijak, Nak."
"Terimakasih untuk nasehat dan petuahnya pah, sehat selalu untuk papa dan mama. Sepertinya dalam waktu dekat kami akan kembali ke Bandung, karena Nanaz akan segera menikah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Soulmate (END)
RomancePernahkah kamu berfikir jika orang yang bersamamu sekarang ternyata bukanlah belahan jiwa yang kamu maksud. Ini tidak sesederhana dalam kondisi suka dan duka bersama. melainkan, bagaiamana kamu menemukan nyamanmu di orang lain yang baru kamu temui...
