Australia, 2025
Musim dingin di kota Sydney telah berlalu dengan penuh pengorbanan dan kesabaran yang tiada henti di lakukan oleh Farhan. Seperti yang teman-teman sudah baca, pesan yang terjalin antara Farhan dan Sabina di Tiktok, sangatlah menguras emosi.
Setelah ditemukan ditengah ilalang perbatasan kota Sydney dan Melbourne dalam keadaan yang cukup memperihatinkan, karena Sabina mencoba menyelamatkan diri dengan meloncat sekuat tenaga dari mobil yang ia kendarai, untuk terhindar dari mobil yang ingin menabraknya.
Sabina dinyatakan lumpuh oleh dokter akibat benturan hebat yang terjadi pada tulang lututnya yang terbentur oleh jalanan. Tangis penyesalan dan rasa tidak terima atas kenyataan yang ada, tak luput menggema di ruangan rawatnya.
Belum selesai sampai disitu, saat Farhan sedang mengobrol dengan dokter mengenai kondisi perkembangan dirinya, Sabina tak sengaja mendengar apa yang dokternya katakan.
"Maaf tuan Farhan, tapi saya harus mengatakan ini kepada Anda. Maaf, karena yang saya sampaikan juga akan menyakitkan untuk Anda. Tadi, hasil rontgen telah keluar. Sesuai dengan permintaan Bella, sahabat saya, akhirnya saya memeriksa istri Anda dan ternyata terdapat kista pada rahim istri Anda. Jika kemarin istri Anda tidak keguguran pun janinnya tidak akan berkembang dengan baik dan tetap harus di gugurkan, tuan Farhan. Dan untuk selanjutnya, istri Anda kemungkinan besar akan sulit hamil selama kista itu belum di angkat."
Mendengar pernyataan dokter yang mengklaim dirinya sebagai sahabat dari Bella, tantenya Nathan. Membuat air mata Sabina banjir seketika, membasahi wajahnya. Susah payah ia menahan isaknya agar dua orang itu tak memergokinya karena tengah menangis. Karena yang mereka tau, Sabina masih dalam pengaruh obat bius untuk menenangkan dirinya akibat ketidak terimaan atas vonis dokter yang menyatakan kakinya lumpuh.
Sejak malam itu, Sabina memutuskan untuk tidak ingin bertemu dengan suaminya, Farhan. Ia merasa bahwa dirinya tak lagi pantas untuk menemani Farhan dalam menjalani hari-hari berikutnya. Yang ada, dirinya hanya menyusahkan sang suami dan menjadi beban untuknya.
Perdebatan terus berlanjut hingga sekarang sudah memasuki hari kelima Sabina dirawat, dan Farhan masih belum dapat izin untuk masuk. Di ruang tunggu khusus tersebut, bukan hanya Farhan yang duduk menunggu secara gusar. Melainkan ada mertuanya yang tak lain adalah pak Zola dan mama Keisha dan juga adiknya, Nanaz.
Nanaz dan Baskara, mengikhlaskan rencana pernikahan mereka yang harus di tunda demi kesembuhan kedua kaka ipar mereka. Nanaz dan Baskara mengesampingkan ego mereka, demi menjaga perasaaan sang abang tercinta.
Setelah di bujuk oleh Keisha, sang mama, yang selalu setia menemani Farhan menunggu, dan menjadi media penghubung antara sang anak dan menantunya. Alhamdulillah, Farhan dan yang lainya bisa berucap syukur karena akhirnya, Sabina mau dan mengizinkan Farhan untuk masuk dan menemuinya meskipun dengan syarat.
"Hunny.. " Satu kata itu cukup untuk menyayat hati kecil Sabina karena diucapkan dengan suara yang bergetar oleh sang empunya. Farhan masuk dengan langkah gontai.
Ia sangat rindu istrinya, tak ada semenitpun Farhan melewatkan untuk berdoa agar Sabina mau bertemu dengannya, hingga akhirnya Tuhan mengabulkannya di hari kedelapan ini.
"Aku ingin bernegosiasi" Pinta Sabina dengan sangat dingin dan tatapan yang datar. Sesungguhnya ia sedang merutuki dirinya sendiri, karena sebenarnya ia juga sama dengan Farhan, sangat merindukan semua yang ada pada diri Farhan, terlebih pelukan Farhan yang selalu menghangatkannya.
"Kamu ingin negosiasi untuk apa, Hunny?" Farhan memajukan langkahnya demi bisa berdekatan dengan istrinya.
"Stop! Jangan maju. Kamu diam disitu aja" Cegat Sabina ketika langkah Farhan hampir sampai di brankarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Soulmate (END)
RomantikPernahkah kamu berfikir jika orang yang bersamamu sekarang ternyata bukanlah belahan jiwa yang kamu maksud. Ini tidak sesederhana dalam kondisi suka dan duka bersama. melainkan, bagaiamana kamu menemukan nyamanmu di orang lain yang baru kamu temui...
