🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • Dante Petterson, he is the character of a man who is so possessive and cruel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau cemburu?" Dante terkekeh dan terdengar begitu menyebalkan di pendengaran Vallen.
Vallen lantas menoleh geram dan menutup pintu ruangan itu sangat keras dan kembali berjalan ke arah pria itu, dengan emosi yang masih menumpuk di dalam hatinya__ Vallen lantas menyiram wajah Dante dengan segelas air putih yang berada di atas meja lalu melemparkan gelas itu ke atas lantai hingga pecah berserakan. "Apa aku lelucon untukmu?! aku bahkan tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk bajingan sepertimu, Dante!"
Dante mengusap pelan air yang membasahi wajahnya lalu tertawa mencemooh. Pria itu lantas bangkit berdiri untuk menghadap wanita itu dan melumat sisa rokoknya kedalam asbak. "Dengar! siapa yang mengijinkanmu masuk kedalam ruangan ini?!"
"Kenapa, heh?! kau merasa terganggu dengan kedatanganku kemari? Apa kau tidak merasa puas denganku?! Sehingga sekarang__ kau bercumbu dengan wanita lain di dalam rumah ini!" Vallen mendesis marah dan memukul dada pria itu berkali-kali.
"Dengar---,"
"KAU YANG DENGAR! SELANGKANGANKU BAHKAN MASIH TERASA SAKIT! Dan sekarang__ kau justru dengan tidak tahu malunya membawa gerombolan para pelacur itu datang kemari!" Vallen membentaknya. "Do you think I'm a fucking whore just like that woman?! Kau kejam Dante!Kau benar-benar kejam. Kau telah menodai kesucian pernikahan kita dengan setiap perlakuan kotormu!"
"DIAM!" Dante balas membentak.
"Selama ini aku berusaha mati-matian menerimamu menjadi suamiku__ menutupi rasa sakitku ketika aku harus meninggalkan Christopher yang terluka di altar pernikahan kami demi untuk mengikuti keegoisanmu!" Ujar Vallen seperti tercekat. "Lalu sekarang__ A-apa? apa yang bisa kuharapkan lagi dari pria sepertimu, hm?"
Vallen dapat melihat jika kancing kemeja pria itu kini telah terbuka seluruhnya. Serta__ bercak-bercak kemerahan yang terlihat jelas pada leher dan juga dada pria itu, membuat jantungnya kini terasa semakin panas terbakar oleh api cemburu. "Kau menjijikan, Dante!" Ujar Vallen seperti tercekat menatap pada kedua bola mata Dante. "Ceraikan aku! Lalu__ biarkan aku pergi dari kehidupanmu yang sungguh memuakan ini!" Teriak Vallen dengan air mata yang mengalir dari kedua sudut matanya. "KAU TAHU KAU SUNGGUH MEMUAKAN!"