Chapter 13

3.7K 71 8
                                        

Anna Belle Shirley

Anna Belle Shirley

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.









Vallen Pov.

Dante berjalan mendekatiku yang tengah duduk terikat di dalam bangku pesawat jet ini. Dia lalu dengan sangat brengseknya tersenyum menyebalkan padaku ketika melihat diriku kini tengah bergerak tidak nyaman di atas bangku ini. Aku bahkan nyaris tidak mempercayai mataku sendiri jika ternyata perempuan itu juga berada di dalam pesawat ini, duduk dengan tenang  menyesap anggun alkohol yang kini berada di tangannya.

Aku menatap lurus ke arah depan ketika Dante mendekat dan duduk di sebelahku sembari meraih helai rambutku dan mengendusnya sebelum akhirnya dia membisikan sesuatu di samping telinga ini. "Hmm__ I'm sorry, princessa, jika aku harus mengikat kedua tanganmu saat ini." Katanya sembari mengecup pelan bahuku yang terbuka.

Aku sengaja tidak menimpali ucapannya dan lebih memilih mengalihkan pandanganku ke arah lain dengan napas memburu cepat. Demi apapun saat ini aku merasa begitu muak dengan apa yang dia lakukan padaku. Apa menurutnya aku ini tidak lebih dari seorang wanita pelacur? Setelah apa yang dia lakukan beberapa jam lalu bersama wanita lain tepat di depan kedua mataku ini? dan sekarang dengan tidak tahu malunya dia kembali menyentuh diriku.

"Kau terlihat cantik dengan bercak-bercak merah ini." Aku memejamkan kedua mataku erat untuk menahan kedua air mataku agar tidak jatuh di hadapan pria itu, saat dia justru bertindak gila dengan menyentuh bahu ini hingga ke pergelangan tanganku.

"Beraninya kau menyentuhku lagi! Jangan gila Dante! Aku bahkan sangat menyesal dengan apa yang terjadi di antara kita semalam!" Kataku pelan dengan gigi bergemelatup kuat.

Dante tersenyum menyebalkan. "Tapi sayangnya itu sudah terjadi." Tangan Dante yang mengusap bahuku ini kemudian beralih meraih daguku dan menariknya untuk melihat pada wajahnya itu. "Dengar, princessa, jangan pernah berpikir untuk bisa kabur dariku seperti apa yang kau lakukan malam kemarin."

"Kau pikir kau siapa mengatakan itu, hm?" Timpalku dengan suara yang terasa semakin tercekik.

Dante terkekeh sembari terdiam mengabaikan ucapanku. Dia terus menatapku lekat dan itu benar-benar membuat diriku tidak nyaman ketika dia terus menatapku dengan tatapan mesumnya itu. "Sebaiknya kau pergi, Dante. Jangan pernah menggangguku. Ada baiknya jika kau pergi dan berbicara saja dengan wanita itu."

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang