Dante mengelap-ngelap pistol Desert Eagle yang berada di tangannya itu lalu menoleh pada Evan.
"Keluarganya sudah mati, apa kau akan terus merahasiakannya kepada gadis itu?"
Dante melumat sisa rokoknya ke atas asbak lalu memeriksa peluru pada selongsong pistol itu sebelum dia menaruhnya kembali kedalam laci meja kerjanya.
"Aku akan memberi tahunya, jika waktunya sudah tepat, Evan."
Evan menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. "Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, Professor dan juga Teddy Bundy bahkan sudah mati. Lalu untuk apa kau masih menawan gadis kecil itu, Dante?" Dante mendengkus sembari mengambil gelas kristal berisi wiski di atas meja lalu menenggaknya hingga tandas.
"Ini rumahku." Mata abu-abu itu kembali melihat sekilas ke arah consiglierenya yang tengah menimbang-nimbang gelas alkoholnya. "Gadis itu urusanku, bukan urusanmu. Terlebih apa yang telah di lakukan oleh ayahnya terhadap outfit dengan menjadikan dirinya seorang mata-mata para agen FBI untuk menjebloskanku kedalam penjara." Dante terkekeh pelan. "Dan aku tidak akan pernah membiarkan dia lepas begitu saja dari genggamanku, Evan."
"Tapi kenapa kau membawanya kedalam mansion ini? Bukan ke ruang bawah tanah, seperti yang selalu kita lakukan pada para tawanan atau musuh kita, Dante."
Kedua mata kelabu Dante lalu kembali menatap tajam sekilas kearah consiglierenya itu, membuat Evan Escober merasa menyesal karena telah menggertak dan juga memperingati pria itu.
"Benar apa yang di katakan oleh anakku, nak." Aryan Escober, pria yang sedari tadi diam itu kini membuka suara ketika Aryan merasa tidak habis pikir kepada Dante yang telah membawa anak dari seorang penghianat outfit itu masuk ke dalam mansion utama keluaraga Patterson, bahkan meletakan gadis itu di salah satu kamar utama mansion mewah tersebut tanpa persetujuan para anggotanya.
Aryan Escober, pria itu adalah mantan consigliere dari Pablo Patterson yang telah terlebih dahulu meninggal dunia, dan kini tugasnya sebagai consigliere telah di ganti alihkan kepada putra tunggalnya Evan Escober.
Aryan dan juga Pablo Patterson, dua penjahat itu dulu bahkan telah masuk kedalam majalah FORBES, sebuah majalah bisnis dan finansial America serikat sebagai salah satu daftar catatan orang-orang yang paling berpengaruh di dunia kejahatan. Tentu saja, karena kelicikan yang mereka miliki yang membuat mereka akhirnya selalu berhasil melarikan diri dari dalam penjara paling aman sekalipun.
Bahkan hingga saat ini, Fakta itu kini mereka turunkan kepada keturunan mereka. Bahwa Dante dan juga Evan, mereka berdualah yang kini memiliki andil terbesar dalam urusan obat-obatan terlarang dan juga kejahatan lainnya, bahkan tidak hanya di Amerika Serikat tapi juga di bagian negara lainnya.
Dan mereka berdua jugalah yang memang akhirnya bertanggung jawab atas semua kejahatan dan juga semua pembunuhan beserta aksi kejam atas pengerusakan yang mereka lakukan di dalam negara untuk bisa terus mempertahankan seluruh bisnis-bisnis mereka hingga sampai saat ini.
"Penghianatan yang di lakukan oleh Gabrielle memanglah berpengaruh buruk bagi outfit kita. Tapi aku pikir jika gadis itu memang tidak benar-benar penting untuk kita, Dante." Dante menatap Aryan lalu menarik napas panjang. "Dia tidak layak mendapat hukuman darimu."
"Hukuman?" Dante terkekeh pelan lalu menjilat bibir bawahnya.
"Dia bahkan masih baik-baik saja, paman, he even sleeps comfortably and properly in this mansion, Apa itu yang di sebut dengan hukuman?" Dante tersenyum tipis sebelum pria itu meraih bungkus rokoknya yang berada di atas meja.
"Gadis itu mungkin saja akan semakin membencimu, Dante, jika kau tidak segera memberi tahu tentang kematian kelurganya." Gerakan tangan Dante yang ingin membakar rokok terhenti ketika mendengar ucapan dari Aryan.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romance🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante...
