Chapter 35

3.4K 68 53
                                        

SONG: CHRISTINA AGUILERA- HURT

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

SONG: CHRISTINA AGUILERA- HURT

Kira-kira seperti inilah gaun yang di kenakan oleh Vallen Cooper😁

Kalian bisa vote chapter yang sangat panjang ini. Maaf tuk typo.



Dante dan Vallen melangkah memasuki vila megah milik Miguel, tempat pesta koktail itu digelar. Tangan Dante menggenggam jemari Vallen begitu erat, sebuah gestur posesif yang tak terbantahkan.

"Princessa, jangan pernah berpikir untuk kabur dan melarikan diri dariku. Kau dengar?" Bisik Dante penuh penekanan.

Dante menoleh sekilas, sementara Vallen hanya memutar bola matanya jengkel. Kalimat bernada ancaman itu sudah terlampau sering ia dengar. Dengan langkah agak tertatih akibat sepatu hak tinggi yang mengikat kakinya, Vallen terpaksa menyamakan ritme langkah Dante. Pria itu menuntunnya menuju meja tempat para rekan bisnisnya kini berkumpul.

"Dante... My brother!" Sapa Miguel dengan nada suara yang renyah dan ramah. "Is she your wife?"

Dante hanya mengulas senyum tipis. Ia menyapa rekan-rekannya yang lain tanpa sedikit pun melonggarkan genggaman tangannya pada jemari Vallen. Ketika beberapa kolega Dante mengulurkan tangan untuk berkenalan, Vallen menyambutnya dengan tangan yang bebas sembari mengulas senyum formal.

"Siapa namamu, wanita cantik?" Tanya salah satu dari mereka.

Vallen melirik Dante sejenak. Pria itu menampilkan ekspresi datar tanpa riak.

"Vallen," Jawabnya singkat.

"Yeah, kau terlihat masih sangat muda."

"You can continue your conversation, Miguel," Potong Dante, mengalihkan perhatian.

"Oke, aku akan melanjutkan pembicaraan kita yang sempat terpotong tadi." Miguel menyesap koktailnya, lalu kembali larut dalam obrolan bisnis kelas atas mereka-topik berat yang sama sekali tidak dimengerti oleh Vallen sedikit pun.

Merasa asing di tengah obrolan itu, Vallen berbisik pelan di dekat telinga Dante, "Bolehkah aku mengambil minuman itu?"

Dante mengalihkan pandangan ke arah barisan meja di tengah ruangan pesta. Meja itu penuh dengan jajaran alkohol kelas atas seperti anggur premium, sampanye yang meletup-letup, serta koktail dengan garnish yang memikat estetikanya. Di sudut lain, tersedia pula pilihan non-alkohol seperti moktail segar berbahan kombinasi buah, sirup, dan air kelapa, hingga infused water elegan bertabur irisan lemon serta daun mint.

"Hm... hanya non-alkohol, kau mengerti?"

Dante kemudian meraih segelas sampanye dari nampan pelayan yang melintas. Ia membenturkan gelasnya dengan milik rekan-rekannya hingga berdenting pelan, lalu menyesapnya perlahan sembari tertawa bersama.

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang