🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
(Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante Petterson...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dante Petterson
Song : Chris Grey- WRONG
Happy Reading
"Nenek, apa menurutmu Mommy sudah pergi dari rumah?" Nate bertanya penasaran. Bocah kecil polos itu berjalan pelan sambil membawa erat anak kucing kesayangannya, mengikuti langkah kaki kakek dan nenek yang kini sedang berjalan lambat sambil mengarahkan domba-domba mereka untuk kembali pulang ke rumah mereka.
"Tentu sayang... Karena Mommy-mu akan pergi terlebih dahulu ke rumah saudara kakek yang sedang sakit sebelum dia pergi ke pasar, untuk memberikan obat ramuan Viburnum merah yang nenek buat semalam." Zofia mengusap pelan butiran keringat yang mengucur deras di dahinya, raut kelelahan yang mendalam begitu nampak jelas di wajah tuanya yang keriput setelah mereka berjalan menempuh jarak cukup jauh untuk memberi makan domba mereka. Bahkan karena sisa tenaganya yang sudah tidak lagi kuat tangguh seperti dulu, Zofia pun terpaksa harus menggunakan bantuan tongkat kayu untuk membantunya melangkah berjalan dengan lancar.
"Tapi aku sangat lapar dan ingin memakan kentang tumbuk dengan jamur lezat buatan Mommy." Zofia lantas tersenyum hangat sambil berjalan beriringan mesra dengan Nate. Sedangkan kakek Vasly, kini dia sudah berjalan melangkah terlebih dahulu bersama dengan kawanan domba-domba mereka.
"Jadi domba kecil ini sudah kelaparan?" Nenek memberhentikan sejenak langkah kakinya, kemudian mengusap lembut kepala Nate dengan penuh rasa sayang. "Kalau begitu... Nenek akan memasaknya khusus untukmu. Nenek juga akan membuat Jamur goreng kering renyah untuk Nate. Kau mau?"
"Aku mau... Aku mau, nenek!" Zofia dapat melihat langsung binar senyum lebar di wajah kecil Nate. Tampaknya Nate sedang berada dalam suasana hati yang sangat bahagia gembira hari ini. "Apa aku boleh makan bersama kakek?"
"Oh... Nate... Cucuku sayang. Tentu saja kau boleh makan bersama kakek. Karena nenek juga akan membuat panekuk manis untuk kalian berdua." Zofia pun merundukkan tubuh ringkihnya dan mendaratkan sebuah kecupan sayang pada kening Nate. "Ayo... sebaiknya kita bergegas pulang sekarang."