Chapter 19

4.3K 87 6
                                        

Vallen Cooper

Vallen Cooper

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Billy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Billy." Dante, pria itu memanggilnya, suaranya serak. Sebuah rokok kini tersemat angkuh pada bibir pria itu, asapnya mengepul tipis. Billy menggeleng, matanya menatap jijik melihat Dante yang hampir seharian ini tidak berhenti untuk menghisap rokok atau pun menegak alkoholnya tanpa jeda. Aroma rokok yang menusuk dan alkohol yang menyengat bahkan telah memenuhi, mencemari seisi ruangan kerja milik pria itu hingga sesak. "Dimana Eldatan? Tanyakan padanya apa istri kecilku masih tidak mau memakan makanan yang telah disiapkan oleh para koki di rumah ini?" Dante tertawa, tawa serak dan kosong. Pria itu sudah dalam keadaan mabuk berat, matanya merah dan kabur.

Billy berdecak, desahannya penuh kelelahan. Tubuhnya yang bersandar malas pada meja lalu bergerak, melangkah, dan berjalan ke sofa lalu duduk di hadapan Dante dengan sikap menantang. "Dengar! kenapa kau harus menikahinya? Ada banyak perempuan di luar sana yang bisa kau nikahi, Dante. Apa kau tidak mendengar apa yang Evan katakan kemarin? Jika Christopher adalah anak dari Adrian Beck?" Billy mendengkus keras, napasnya panas. "Bersiaplah karena ku yakin jika setelah ini kita semua akan mendapatkan dampak buruk, badai kehancuran dari tindakan konyolmu itu, Dante." Billy memperingatinya, suaranya menekan.

"Hm, I know," Sahut Dante datar, tanpa ekspresi. Dante meraih pistol yang berada di atas meja, logamnya dingin, lalu membuka soket pelurunya untuk memeriksanya dengan tenang yang menakutkan. "Kau tidak perlu untuk menasihatiku, di sini akulah don-mu." Ancamannya halus, tapi mematikan.

"Cih... sudahlah. Kita memang tidak bisa berbicara, tidak bisa berdebat ketika kau dalam keadaan mabuk seperti ini," Gerutu Billy, pasrah.

Billy menatap meja yang kini terlihat berantakan, kacau, oleh botol-botol alkohol kosong serta puntung abu rokok dan juga bubuk-bubuk kokain putih yang berserakan seperti salju kotor di atasnya. Pria itu menarik napas panjang, menahan muak, lalu menuangkan vodka bening ke dalam gelas kristal yang tersedia di atas meja sebelum dia kembali menatap Dante dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

"What makes you so fucking crazy about him?" Tanyanya, nadanya menantang.

Dante lalu menarik pelatuk pistolnya beberapa kali, klik-klak, bunyinya dingin.

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang