Dan bagaimana jika aku tidak pernah mencium bibir kamu lagi?
Atau rasakan sentuhan pelukan manismu?
Bagaimana aku bisa
terus tanpa kamu, tidak ada tempat untuk dimiliki
Baiklah, suatu hari cinta akan membawa kamu kembali kepadaku. Tapi sampai aku bisa memiliki hati yang kosong
Jadi aku hanya harus percaya
Di suatu tempat di luar sana kamu memikirkanku. Sampai aku membiarkanmu pergi
sampai kita mengatakan hallo berikutnya.
Lirik
"I'ts not good bye-Laura Pausini."
Nak, tepatnya beberapa hari yang lalu, aku telah mendapatkan kabar dari markas besar Pentagon, Amerika Serikat, jika dirimu beserta dengan timmu akan segera di tugaskan pergi ke Irak. Kau harus menyelamatkan setidaknya sekitar 50 sandera di sana. Mereka bahkan telah menggali kuburan masal untuk para sandera. Kami sangat khawatir, jikalau kalian tidak segera melakukan penggerebekan itu__ kemungkinan besar para militen ISIS itu akan segera mengeksekusi para sandera.
Perkataan dari Adrian Back itu seolah terus terlintas di dalam benaknya. Mata hitam pekatnya meredup dengan pandangan kosong dia lalu menenggak kembali alkoholnya dari atas meja kounter bar yang sedari sore dia kunjungi. Bagaimana bisa Christopher harus meninggalkan Amerika untuk waktu yang cukup lama, mengingat dia masih belum bisa menyelamatkan Vallen dari jeratan tangan Dante. Tapi mau bagaimana lagi, tugasnya sebagai sorang tentara mengharuskan dirinya harus selalu siap untuk melaksanakan tanggung jawab dan juga tugasnya dalam melindungi bangsa dan juga negaranya.
Christopher menenggak lagi alkoholnya hingga tandas. "Tambah lagi."
Bartender itu terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Christopher. "Kau sudah menghabiskan berbotol-botol alkohol sedari tadi." Jawab bartender itu seraya menuangkan kembali alkohol dalam botol kedalam gelas milik Christopher.
Namun Christopher tetap diam dan enggan menyauti ucapan dari pria itu lalu menenggak lagi gelas berisi alkoholnya dengan tatapan kosong.
"Again..."
Raut kesal nampak terlihat jelas pada wajah bartender yang tengah mengelap-elap gelas kaca itu, hingga dia memutar kedua bola matanya lalu menghembuskan napas gusar dan terpaksa menuangkan kembali cairan alkohol di dalam botol besar itu ke dalam gelas kaca milik Christopher.
Kemudian ingatannya kembali pada gadis itu, kedua matanya terpejam, hingga kegelapan kini menariknya kembali pada bayang-bayang wajah cantik Vallen. Bagai hampa dan mati rasa, setiap detik jarum jam terasa seperti membentuk simpul tajam nan menusuk hati. Christopher pikir__ mendatangi ayahnya adalah solusi tepat untuk membantu dirinya membebaskan gadis pujaannya dari jeratan Dante Petterson. Dia pikir Adrian akan membantunya untuk keluar dari semua rasa sakitnya. Namun nyatanya tidak, hingga Christopher terpaksa harus menelan kembali pil pahit yang seolah telah mematikan semua indera perasanya kini mengingat Vallen yang kini berada di dalam genggaman pria lain.
Dia bahkan tidak memiliki waktu lagi untuk menyelamatkan Vallen. Karena dalam waktu empat puluh delapan jam, Markas Besar Pentagon akan mengirim Christopher dan juga para pasukannya menuju Irak hingga batas waktu yang tidak di tentukan. Mereka akan pergi untuk menjalankan misi pembebasan beberapa warga negara asli Somalia dan juga beberapa warga asli Amerika Serikat yang telah menjadi sandera para terorisme di sebuah gereja katolik di wilayah Baghdad, Irak.
Sial! Christopher meraup kasar wajahnya, dia bahkan tidak bisa menghentikan bayang-bayang wajah gadis itu yang selalu terlintas di kepalanya, kehilangan sosok Vallen seolah terus menarik dirinya kedalam mimpi buruk yang terus menghantui tidurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romansa🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante...
