I will fucking never let you escape from me. Wait for me, Princessa.
Dante tertawa sinis sambil merenggut tutup botol berisi vodka di tangannya, lalu meneguknya kasar langsung dari botol. Kekecewaan dan kemarahan membakar sepasang netra kelabunya yang kini menatap lurus ke arah jendela kaca besar—melemparkan pandangan pada kepekatan malam dan kesunyian mencekam dari hutan belantara yang mengepung mansion megah miliknya.
Bagai raga tanpa jiwa, kedua mata kelabunya meredup, menyisakan tatapan kosong yang mati. Setiap detik yang beringsut terasa begitu memuakkan bagi dirinya. Hari ini Dante bahkan telah menenggak berbotol-botol minuman beralkohol dosis tinggi di dalam ruangannya, sambil mengisap berbungkus-bungkus rokok di atas sofa tanpa memedulikan lagi kesehatan fisiknya yang kian merapuh.
Dante terkekeh lagi, tawa yang terdengar hambar dan gila. Sambil bertelanjang dada kali ini, ia mengempaskan kedua kakinya ke atas meja dan menyandarkan punggung kokohnya pada sandaran sofa, mengisap dalam-dalam rokoknya.
Sedangkan tangan satunya terus mencengkeram botol alkohol dengan tatapan yang lurus, dingin, dan datar ke arah depan.
Oh, ia bahkan sengaja mengurung diri dan enggan keluar dari ruangannya untuk menyendiri sejak Vallen lenyap tanpa jejak. Setiap malam pria itu hanya akan mendekam di atas sofa, menatap kosong pada kegelapan malam yang pekat dan menghabiskan berbotol-botol minuman keras dan gulungan rokoknya.
Di mana di malam selanjutnya, ia akan mengulang ritual destruktif yang sama, sanggup bergeming selama berjam-jam di dalam kubangan ruangannya sampai ia mabuk berat dan jatuh terlelap.
Dante mengira kepergian wanita itu hanyalah serangkaian mimpi buruk belaka. Dan berharap ketika ia membuka pejaman matanya, wanita itu akan nyata berada di hadapannya, sedang menatapnya. Lalu setelah itu, Dante akan menerjang wanita itu dengan ciuman-ciuman memabukkannya dan berakhir menyetubuhi wanita itu di sepanjang hari di atas tempat tidurnya.
Dante pikir tidak akan ada lagi rasa sakit setelah ia benar-benar membuang Anna dan mengisi kekosongan hatinya dengan Vallen. Namun setelah kepergian Vallen, nyatanya rongga dadanya sekarang terasa jauh berlipat-lipat lebih sakit dia rasakan. Bahkan saat kedua matanya tertutup pun, hanya ada bayang Vallen yang selalu menginvasi mimpinya.
Vallen... Baby. I miss you fucking so much!
Rasa bersalah yang pekat masih menggelayuti hatinya.
Vallen adalah istrinya. Vallen adalah hak miliknya.
Gairah, rasa kepemilikan, hasrat, ketakutan, dan distorsi cinta yang paling gelap kini bagai membentuk lingkaran setan tak berujung yang semakin mencekik obsesi gilanya pada wanita itu.
Hingga rasa sakit itu mampu melemahkan seorang Dante Petterson. Seorang anak yang tumbuh keras di dunia hitam dan berjuang mati-matian menuju puncak tertinggi demi kelangsungan hidupnya. Hingga ia harus rela kehilangan segalanya dalam proses berdarah yang harus ia tempuh, terutama setelah ibu kandungnya pergi meninggalkannya entah kemana. Hingga mau tidak mau, Dante harus tumbuh dan besar di bawah bayang-bayang sang ayah yang mendidiknya dengan kepalan tangan dan aturan yang sangat keras.
Bahkan hidupnya bisa dikatakan terlempar jauh dari kehidupan normal, keluarga normal, ataupun memiliki drama normal seperti orang-orang normal lain di luar sana. Karena bagi Dante, segala sesuatu yang ia miliki dan sayangi dulu telah lama hancur berkeping-keping, mati dalam ketidakpastian yang menganga lebar.
Hingga kematian tak terduga mempertemukannya dengan Pablo Petterson, ayahnya. Dan kematian Pablo ayahnya, benar-benar telah menjungkirbalikkan seluruh jalan hidup seorang Dante Petterson dengan menjadikannya seorang calon pewaris tunggal dari outfit yang terkenal sangat kejam dan tak kenal ampun.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romance🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante Petterson...
