Chapter 4

6K 113 18
                                        

"Gabrielle! Vallen__Vallen anakku__ dia belum juga pulang sedari siang aku menyuruhnya membeli buah-buahan di pasar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gabrielle! Vallen__Vallen anakku__ dia belum juga pulang sedari siang aku menyuruhnya membeli buah-buahan di pasar." Mia terisak.

"Dan sekarang hari bahkan sudah hampir menjelang malam. Aku sangat khawatir padanya, Gabrielle. Bagaimana jika mereka semua membawa putriku? aku tidak mau sampai itu semua terjadi! mereka penjahat Gabrielle! mereka semua penjahat!" Mia semakin terisak. perempuan itu menangis sejadi-jadinya ketika meratapi Vallen yang tak kunjung juga pulang ke rumah hingga saat ini.

"Brengsek! Mia__ Apa kau sudah menghubungi teman-temannya di sini?" Pria tua itu menelan ludahnya paksa sembari memijat pelipisnya frustasi. Jantungnya bahkan terasa seperti di hantam oleh gelombang ketakutan yang membuncah ketika mendengar jika putri tunggalnya hingga detik ini belum juga pulang ke rumah mereka.

"Mia, sebaiknya sekarang kau kemasi barang-barang kita. Kita harus segera pergi dari rumah ini sebelum mereka semua datang kemari."

"Gabrielle, kenapa kita harus pergi dari rumah ini?! Bagaimana jika Vallen pulang dan kita tidak berada di rumah ini lagi?!" Mia meremas jari jemarinya gelisah, dia lalu mendudukan bokongnya di atas sofa sembari terisak.

"Mia, maafkan aku__ tapi kita harus segera pergi dari rumah ini. Aku berjanji jika aku akan segera memerintah para anak buahku untuk mencari keberadaan Vallen." Gabrielle memijat pangkal hidungnya gelisah. Gabrielle merasa dirinya kali ini sangat ketakutan. Dia sangat menyesal karena telah menghianati outfit dan bekerja sama dengan para agen federal hingga berdampak sangat buruk bagi keluarganya kini.

Di lain sisi, pria itu juga tidak bisa menolak permintaan pihak para penegak hukum untuk menjadikannya seorang mata-mata Dante Petterson, seorang pemimpin kelompok kriminal terbesar di wilayah Kolombia dan juga di wilayah Amerika Serikat.

Namun sayangnya, organisasi milik Dante justru terlebih dahulu mengetahui dan menyadari jika selama ini dia telah bekerja sama denga para agen FBI dan menjadikan pria itu seorang mata-mata untuk Kartel itu bersama dengan agen Teddy Bundy demi bisa menangkap seorang Dante Petterson yang merupakan dalang dari semua kejahatan yang terjadi di wilayah Kolombia dan beberapa wilayah Amerika lainya selama beberapa dekade belakangan ini.

Menariknya, Dante dan juga para anteknya cepat menyadari jika Teddy Bundy merupakan salah satu anggota FBI yang tengah melakukan penyamaran untuk masuk kedalam outfit. Dan menjadikan dirinya seorang informan FBI kepolisian Amerika. Teddy Bundy dan juga Professor Gabrielle berusaha bekerja sama untuk mengacaukan outfit sembari mencoba menyembunyikan identitas asli mereka sebagai seorang mata-mata kepolisian. Namun keduanya kini justru terlibat dalam masalah sehingga penyamaran mereka terbongkar oleh pemimpin gangster tersebut.

"Kenapa kau begitu egois?! Apa kau tidak memikirkan putrimu, Gabrielle?!" Mia berdiri, wanita itu menatap suaminya dengan kedua mata yang sembab dan juga memerah karena terus menangisi putrinya.

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang