Chapter 45

1.7K 102 39
                                        

Vallen Cooper

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vallen Cooper

"SONG : CHRIS GREY - RUN"




Setelah dua puluh menit berlalu, Vallen pun kini telah berpakaian seperti biasa. Dia menggunakan dress merah muda dengan motif bunga kecil dan melapisinya dengan menggunakan sebuah cardigan putih yang sedikit tebal serta membiarkan rambut panjangnya yang masih setengah basah itu kini tergerai begitu saja. Vallen juga tidak merias wajahnya sama sekali dan membiarkan wajah polosnya kini terlihat apa adanya.

Sejujurnya Vallen sangat muak karena lagi-lagi dia harus terjebak dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghindari ancaman Dante.

Dan sungguh perkataan dari pria itu benar-benar telah membuat tenggorokan Vallen kini bagai tercekik kuat. Kepalanya bahkan tidak mau berhenti untuk mengingat setiap kata ancaman yang jatuh dari bibir pria itu hingga mampu membunuh pikirannya dalam sekejap.

Sungguh, ini sangat sulit sekali bagi dirinya.

Sambil berjalan ragu melewati pintu rumah kayu tersebut Vallen mencoba menghela napas sejenak. Rasanya hatinya kini bagai di cabik-cabik ketika kedua matanya kini kembali melihat pada Dante yang sedang menunggunya dengan tidak sabar diluar sana. Bukan hanya itu, kedua kaki Vallen bagai terasa lumpuh tak sanggup lagi untuk melangkah. Serta hatinya yang kini bagai di cakar-cakar ketika dia harus melihat raut wajah kakek Vasly dan nenek Zofia di sana yang kini sedang menatap sedih ke arahnya.

Vallen ingin sekali berjalan mundur. Namun rasanya tatapan yang di berikan oleh Dante kepadanya seketika memelintir kembali keberanian yang wanita itu miliki.

Dan Vallen tidak bisa.

Dia tidak bisa membiarkan kedua lansia tersebut menderita karena dirinya. Dante adalah iblis yang bisa melakukan apapun, kapan saja dia ingin, kepada siapa saja. Terutama ketika Vallen berani menolak keinginannya, termasuk melakukan kejahatan kepada kedua lansia tak berdaya seperti Vasly dan juga Zofia. Sebab itu Vallen terpaksa memutuskan untuk menuruti keinginan Dante untuk pulang bersama pria itu demi melindungi orang yang dia sayang setelah Dante melakukan pengancaman yang menurut Vallen sungguh tidak masuk akal bagi manusia normal seperti dirinya. Dante bersungguh-sungguh, jika dia akan menyakiti Vasly dan juga Zofia jika seandainya wanita itu tetap membantah dan menolak ucapannya, seakan-akan Dante telah mematri Vallen untuk dia tetap diam dan hidup di bawah segala kendalinya.

Kedatangan Vallen membuat Dante kembali terdiam. Seolah kedua matanya kini tidak bisa teralihkan sama sekali dari wajah cantik istrinya tersebut. Sungguh Dante benar-benar sudah tidak sabar untuk segera menelanjangi Vallen begitu mereka tiba di mansionnya nanti kemudian dia akan menyetubuhi wanita itu di setiap harinya. Pagi, siang dan malam__ di setiap sudut kamar di setiap sudut ruangan pribadinya. Tentu saja Dante akan menghujam wanita itu dengan sangat keras, mencium dan menjilat sekujur tubuh istrinya dengan sangat buas, memainkan bagian-bagian sensitifnya dengan jari-jari kekar dan juga lidah basahnya sampai wanita itu sesak napas oleh jeritan dan juga erangannya sendiri. Ya... Dante bersumpah dia akan melakukannya untuk melampiaskan seluruh fantasi dan juga hasrat seksual terpendamnya setelah dia berpisah dengan wanita itu selama beberapa tahun belakangan ini.

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang