Chapter 27

6.8K 68 11
                                        

VALLEN COOPER

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

VALLEN COOPER

Dante beserta antek-anteknya kini menuruni kapal pesiar miliknya. Kemudaian mereka pun berjalan gontai menuju ke arah dermaga dan menatap pada deretan mobil-mobil SUV hitam anti peluru yang kini telah menunggu kedatangan mereka di plabuhan Pasifik, Kolombia, Amerika Selatan.

Di mana kapal-kapal kargo bermuatan kokain milik outfit terparkir gagah di pelabuhan Pasifik Kolombia tersebut.

Tentu saja, Dante juga membawa istrinya Vallen Cooper untuk ikut bersamanya pergi mengunjungi ladang-ladang koka miliknya yang berada di Olaya Herrera, salah satu kotamadya yang dekat dengan Tumaco, kota terbesar kedua di Narino.

Sudah lama rasanya Vallen tidak menginjakan kedua kakinya di Kolombia, tanah tempat tinggalnya dulu, sebelum Dante benar-benar menculik dirinya.

Wanita itu hanya terdiam mengikuti langkah Dante yang terus menggenggam tangannya erat menuju mobil-mobil yang telah siap membawa mereka untuk mengunjungi laboratorium pengolahan daun koka miliknya lalu setelah itu mereka semua akan pergi menuju kediaman Frank, seorang penjahat Olaya Harera yang kini berkedok sebagai seorang penjagal sapi di wilayah tersebut.

"Masuklah, princessa." Perintah Dante pada Vallen ketika salah satu pengawalnya membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.

"Dante, should I come with you? kenapa kau tidak membiarkan diriku untuk tetap diam saja di dalam mansion sialanmu itu?!" Vallen berkata sambil melipat kedua tangannya di atas dada. "Aku bersumpah! aku tidak ingin melihat atau pun terlibat dengan semua kejahatanmu di sini!"

Dante terkekeh dan merunduk lalu mendekatkan wajahnya pada Vallen. "Jadi maksudmu, kau ingin aku mengurungmu di dalam kamarmu? lalu mengikat kedua tanganmu di atas tempat tidur dan menidurimu sepanjang hari, hm?" Tangan kanan Dante terangkat untuk memegangi dagu Vallen. "Dengar Vallen, jika kau mau kita bisa melakukannya di sini setelah semua urusanku selesai."

Dante tertawa ketika melihat Vallen yang menggeram marah padanya. Pria itu lalu memasukan kedua tangan kekarnya kedalam saku celana, tanpa mengalihkan tatapan mempesonanya itu kepada Vallen.

"Naiklah, Princessa."

"Isshh, kenapa kau sangat brengsek?!" Vallen menghunuskan sinis kedua matanya pada Dante sebelum akhirnya dia berbalik untuk memasuki mobil SUV anti peluru tersebut.

"Isshh, kenapa kau sangat brengsek?!" Vallen menghunuskan sinis kedua matanya pada Dante sebelum akhirnya dia berbalik untuk memasuki mobil SUV anti peluru tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang