Song : Doja Cat_ Wine pone you.
🚫Warning🚫
Kalian bisa skip Chapter 21+ ini.
"SIALAN KAU, DANTE!" Vallen mengumpat ketika Dante menyingkap gaun tidur berlapis kimono satin yang dia kenakan ke arah atas dan menahan tangan kanannya ke arah belakang. Jantung Vallen semakin berdegup kencang, terutama ketika dia mendengar suara gesper besi dan resleting celana yang terbuka di belakang sana.
"Bajingan! you can't do this fucking to me!'' Teriak Vallen.
"Ssssttt__ Shut up fucking!"Dante meremas bokong Vallen sebelum dia menarik celana dalam wanita itu hingga sebatas paha lalu menggigit bibir bawahnya.
"I will fuck you here." Geram Dante sembari mencengkram rambut Vallen hingga membuat wajah wanita itu mendongak lalu menyentakan kejantanannya yang sudah menegang sempurna itu untuk masuk kedalam liang senggama istrinya dengan sangat kasar.
"Aahk."
"Ouh fuck! You are so fucking tight." Dante mendesah dia meringis dan nampak sedikit kesulitan untuk memasukan kejantannya pada liang sempit istrinya itu.
"Aaahhhhh!" Dante mendorong, mendobrak masuk liang senggama wanita itu dengan kejantanannya hanya dengan sekali sentakan.
Keparat! kau benar-benar membuatku menyesal karena telah memiliki perasaan sialan ini terhadapmu, brengsek! AAAAKKHH. Vallen membatin dan terpaksa dia pun membiarkan kejantan Dante kini mendobrak masuk pada liang senggamanya tanpa melakukan foreplay terlebih dahulu.
"Stop it, Dante. Tolong hentikan!"
"Kenapa aku harus berhenti, hm? Bukannya kau ingin bermain kasar denganku?!" Geram Dante dan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Vallen cukup kuat untuk tidak melepaskan tangan wanita itu dari jeratannya.
Oh my God!
Vallen lantas memekik dan merintih ketika rasa sakit pada kewanitaannya di bawah sana semakin pedih karena kurangnya pelumas alami yang menyebabkan gesekan dan nyeri ketika mereka melakukan penetrasi. Sayangnya kini Vallen tidak pernah merasa cukup kuat untuk bisa melawan pria itu yang kini mendominasi permainan kasar mereka.
Namun di tengah rasa marah dan muak dengan perlakuan kotor pria itu. Entah kenapa pada akhirnya Vallen akan selalu menemukan kenyamanan dalam sentuhan pria itu. Bagaimana merasakan pria itu yang mampu membuat Vallen mengalami orgasme berkali-kali, bagaimana ketika Dante membisikan kata-kata kotornya saat mereka melakukan seks dengan cara-cara kasarnya. Dan bagaimana ketika pria itu menjilat dan mengunyah kewanitaan Vallen seperti dia tengah mengunyah sebuah permen karet di dalam mulutnya. Itu semua terus membuat Vallen berpikir bahwa hanya Dante lah satu-satunya pria yang bisa melakukan hal itu semua kepadanya.
Dengan posisi merunduk di sisi meja Kini Vallen merasakan jika kejantanan Dante yang menyentak di belakang sana semakin bergerak cepat dan kasar. Sedangkan wajah Dante yang kini berada di ceruk leher Vallen, tak mau berhenti untuk menjilati lehernya bahkan sesekali Valen meringis pedih ketika Dante juga mengiggit kuat lehernya sambil mencengkram pergelangan tangan Vallen menggunakan kedua tangan kekarnya secara kasar. "A-ah, fucking hurt! Stop it, please!"
Bukanya mendengar teriakan Vallen, Dante justru semakin menyentak kasar kejantanannya itu dengan sangat brutal dan menandaskan habis miliknya pada lubang senggama Vallen yang kini mulai basah oleh cairan pelumas dari kewanitaannya itu sambil menggeram menikmati setiap erangan dan tangisan permohonan Vallen yang benar-benar telah menghancurkan seluruh akal sehatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romantizm🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante...
